Fatwa MUI: Pelaku Seks Menyimpang Bisa Dihukum Mati

Fatwa ini dikeluarkan karena mulai maraknya perilaku seks menyimpang di masyarakat. Selain itu, sebagian masyarakat di Indonesia dinilai MUI mulai menganggap biasa perilaku menyukai sesama jenis.
Karena itu, fatwa ini dikeluarkan untuk mengingatkan kembali masyarakat yang sebagian besar beragama Islam mengenai hubungan badan selain dengan pasangan yang halal merupakan perbuatan haram.
MUI meminta pemerintah untuk lebih aktif memberikan pengawasan terhadap kaum LGBT.  Pengawasan, kata dia,  sebaiknya menyasar kepada komunitas LGBT. Jangan sampai mereka diberi hak untuk menikah (sesama jenis)

Inilah beritanya.

***

MUI Desak Pemerintah Awasi Kaum LGBT Indonesia

 logo MUI
Logo MUI/Ist

JAKARTA (Lipo)-Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Ridwan mengatakan, pelegalan nikah sesama jenis di Amerika Serikat (AS) tetap memiliki dampak bagi kaum LGBT di Indonesia. Karena itu, pemerintah diminta lebih aktif melakukan pengawasan terhadap komunitas LGBT.

“Pelegalan nikah sesama jenis di AS tentu ada pengaruhnya terhadap kaum LGBT di Indonesia. Seolah mereka mendapat angin segar untuk bisa semakin eksis di masyarakat. Peluang ini harus dicegah,” ujar Cholil dilansir ROL,  Sabtu (27/6).

MUI meminta pemerintah untuk lebih aktif memberikan pengawasan terhadap kaum LGBT.  Pengawasan, kata dia,  sebaiknya menyasar kepada komunitas LGBT.

Pengawasan semacam ini dinilai lebih efektif  karena semakin banyak kaum LGBT yang tergabung dalam komunitas tertentu.

“Yang perlu diwaspadai saat pengawasan adalah soal menikah itu sendiri. Jangan sampai mereka diberi hak untuk menikah,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) AS telah melegalkan pernikahan bagi sesama jenis. Dalam putusannya, MA menyatakan pernikahan adalah hak mendasar bagi setiap pasangan,  tak terkecuali bagi pasangan berjenis kelamin sama.

Meski demikian, putusan MA itu juga diprotes keras oleh kelompok Kristen konservatif AS. Seorang advokat anti-gay menyebut putusan itu sebagai pengabaian terhadap ribuan suara warga AS. (Lipo/rol) | 
Sabtu, 27/06/2015 – 23:04:28 WIB

***

Fatwa MUI: Pelaku Seks Menyimpang Bisa 

– detikNews Selasa 03 Mar 2015, 16:04 WIB

bilkis

Foto: Bilkis/detikcom

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan peringatan keras bagi pelaku kejahatan seksual di Indonesia. MUI merekomendasikan hukuman mati bagi para pelaku lesbian, gay dan sodomi.

“Sodomi, homoseksual, gay dan lesbi dalam hukum Islam adalah haram dan merupakan perbuatan yang keji yang bisa dikenakan hukuman hingga hukuman mati,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF dalam jumpa persnya di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakpus, Selasa (3/3/2015).

Ia mengatakan fatwa ini dikeluarkan karena mulai maraknya perilaku seks menyimpang di masyarakat. Selain itu, sebagian masyarakat di Indonesia dinilai MUI mulai menganggap biasa perilaku menyukai sesama jenis.

Karena itu, fatwa ini dikeluarkan untuk mengingatkan kembali masyarakat yang sebagian besar beragama Islam mengenai hubungan badan selain dengan pasangan yang halal merupakan perbuatan haram.

“Kita berangkat dari banyaknya masalah seksual yang terjadi salah satunya adalah JIS,” sambungnya.

MUI juga mengharamkan pencabulan dan aktivitas pelampiasan nafsu seksual seperti meraba, meremas, dan aktivitas lainnya tanpa hubungan pernikahan yang sah.

“Pencabulan yang dilakukan seseorang baik pada lawan jenis, sesama jenis, pada dewasa ataupun anak-anak adalah haram,” tegas Hasanuddin.

Meski membolehkan pelaku dihukum mati, namun MUI menyerahkan sepenuhnya soal hukuman tersebut pada penegak hukum. Termasuk mengatur hukuman bagi pelaku yang masih di bawah umur.

Karena itu, MUI meminta agar pemerintah dan DPR RI  tak melegalkan keberadaan komunitas homoseksual atau komunitas pelaku seks menyimpang.

Selain itu MUI berharap hukuman berat akan dijatuhkan pada pelaku sodomi atau homoseks yang bisa menjadi peringatan dan memasukkan aktivitas seks menyimpang sebagai delik umum dan merupakan kejahatan yang menodai martabat luhur manusia.

“Memasukkan aktivitas seksual menyimpang sebagai delik umum dan merupakan kejahatan menodai martabat luhur Indonesia,” pungkasnya. (bil/fdn)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.695 kali, 1 untuk hari ini)