NUUKetua MUI Jember Bidang Hukum dan Fatwa, KH Abdullah Syamsul Arifin

Jember (SI Online) – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyatakan konflik berdarah di Kecamatan Puger masih bernuansa paham keagamaan antara Sunni dan Syiah.

Konflik itu terjadi antara kubu Habib Ali Al Habsyi yang memimpin Pondok Pesantren Darus Sholihin dengan Ustadz Fauzi, seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Habib Ali dianggap oleh sebagian warga mengajarkan syiah, sementara Ustadz Fauzi adalah penganut sunni dan pengurus mustasyar NU tingkat ranting di Puger.

“Memang tidak bisa dilepaskan dari faktor sunni-syiah, walau kita tidak ingin menciptakan reaksi lebih luas, dan konflik dilokalisir antara Ali Al Habsyi dengan Ustadz Fauzi,” kata Ketua MUI Jember Bidang Hukum dan Fatwa, KH Abdullah Syamsul Arifin, Jumat (13/9/2013).

Menurut Gus Aab, panggilan akrabnya, sebenarnya sudah ada mediasi antara kubu Habib Ali dan Ustadz Fauzi di DPRD Jember, akhir Agustus 2012. Habib Ali meminta maaf kalau ada ajarannya yang dianggap meresahkan. Namun, menurut Abdullah, sang habib melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan.

“Salah satunya tidak melakukan ‘show of force’ berupa pawai di luar lingkungan pondok. Kalau di dalam pondok tidak masalah,” kata Gus Aab.

Kegiatan pawai di luar pondok, menurut Gus Aab, berpotensi meresahkan, karena ada penilaian itu bagian dari upaya menyebarkan paham syiah. Forum pimpinan daerah juga sudah melarang kegiatan pawai peringatan HUT RI di luar pondok yang digelar Rabu (11/9/2013) lalu.

Polisi pun memasang blokade. “Tapi mereka nekat menabrak blokade itu, sehingga terjadilah. Kalau taat, masyarakat kan bisa diredam,” kata Gus Aab.

Saat pawai berlangsung, puluhan orang yang menolak karnaval menyerang Darus Sholihin dan merusak sejumlah fasilitas di sana. Masjid pun tak ketinggalan ikut menjadi sasaran serangan. Sebanyak 3 sepeda motor dibakar dan 38 lainnya dirusak. Pasca serangan itu, seorang keponakan Ustadz Fauzi, Eko Mardi Santoso, tewas dalam keadaan terluka di bagian wajah dan kepala.

MUI Jember saat ini melaksanakan rapat koordinasi untuk merumuskan laporan kronologi dan rekomendasi ke MUI Jawa Timur dan pusat. Senin pekan depan rumusan sudah kelar. “Untuk saat ini, kami menyerahkan penanganan kepada pihak aparat keamanan. Kami serahkan kepada polisi untuk mengusut semua pelaku kejahatan. Tapi jangan dilupakan mata rantai peristiwa ini,” kata Gus Aab.

red: shodiq ramadhan
sumber: beritajatim

Jumat, 13/09/2013 16:20:11 | Shodiq Ramadhan si online

***

Bagi yang ingin membandingkan dengan anggapan Menteri Agama Suryadharma Ali bahwa kasus terbunuhnya Eko kader NU Puger Jember itu bukan kasus Sunni dan Syiah, maka silakan baca, bagaimana gigihnya Menag SDA dalam membela bahkan memuji aliran-aliran sesat. Silakan baca tulisan berjudul Kalau Menteri Agama Berbohong

Added on 25 October 2012 nahimunkar.com. Juga tulisan berjudul Mempersoalkan Menteri Agama yang Anggap Kasus Jember Bukan Tentang Sunni–Syiah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.013 kali, 1 untuk hari ini)