• “Menghabisi nyawa seseorang yang tidak berdosa dan tidak bersalah jelas itu pelanggaran hukum yang berat.”
  •  “Mereka kembali menggunakan pendekatan barbaric, yang ini sudah using.”

Densus88 tuai banyak kritikan_834237684

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Densus 88 tidak sembarangan dalam menuduh seseorang teroris. Lebih dari itu MUI bahkan mengecam sikap Densus 88 yang sembarangan dalam membunuh seorang yang masih berstatus terduga.

“Harus bisa dibuktikan dulu, jangan main asal tembak hingga mengorbankan jiwa seseorang,” tukas KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI Pusat kepada Hidayatullah.com di Kantor MUI Pusat Jakarta, Senin (21/01/2013).

Ma’ruf berharap Komisi III DPR RI bisa serius mendengar aspirasi keluarga yang dirugikan. Menurutnya, pelanggaran prosedur lapangan oleh Densus 88 hanya bisa ditindaklanjuti oleh DPR RI.

DPR RI harus bisa meminta pertanggungjawaban Densus agar tidak berlebihan di lapangan,” jelasnya.

Senada dengan KH. Ma’ruf Amin, Asrorun Niam Sholeh dari Komisi Fatwa MUI menilai, sikap Densus 88 itu menjadi kontradiktif dengan misi penegakan hukum itu sendiri. Menurutnya, tidak semestinya satu usaha penegakan hukum dilakukan dengan melawan hukum itu sendiri.

“Menghabisi nyawa seseorang yang tidak berdosa dan tidak bersalah jelas itu pelanggaran hukum yang berat,” jelasnya.

Selain itu KH Ma’ruf Amin dan Asroun Niam juga mempertanyakan alasan Densus 88 melarang pengembalian jenazah para korban penembakan. Selama itu untuk keperluan penyelidikan adalah tidak ada masalahnya.

“Namun setelah selesai, hak pemakaman tetap merupakan hak asasi pihak keluarga,” jelas KH Ma’ruf Amin lagi.*

Rep: Thufail al Ghifari

Red: Syaiful Irwan, Senin, 21 Januari 2013 Hidayatullah.com

***

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. An-Nasa-i (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS An-Nisaa’/4: 93)

https://www.nahimunkar.org/19637/

***

Densus 88 bertindak barbar, membunuh Ummat Islam tanpa bukti kesalahan, ternyata sudah lama. Pihak akademisi pun tahun 2011 telah menilai bahwa tindakan Densus 88 itu barbaric. Inilah di antara beritanya.

***

Densus 88 Kian Brutal Hadapi Teroris

Sun, 17/07/2011 – 01:32 WIB

YOGYAKARTA, RIMANEWS – Indonesia sempat menjadi contoh negara yang berhasil dalam penanganan terorisme.

“Penanganan hukum terhadap orang-orang yang dididuga teroris saat itu mengesankan,” kata Nurhadi, Dosen UIN Sunan Kalijaga, di Yogyakarta, Sabtu (16/7).

Namun, keberhasilan Indonesia dalam penanganan tersebut akhir-akhir ini diragukan oleh negara-negara lain. Pasalnya, Densus dalam lima bulan terakhir bertindak represif dan brutal.

“Mereka kembali menggunakan pendekatan barbaric, yang ini sudah usang,” ujarnya di PP Muhammadiyah.

Belakangan ini Densus terpancing untuk tembak di tempat yang mengakibatkan jatuh banyak korban. “Tindakan tersebut akan menanam bibit-bibit baru (teroris),” ujarnya.(ian/MI)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 769 kali, 1 untuk hari ini)