Senin 28 Syawal 1435 / 25 Agustus 2014 12:20

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengkritik langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengucapkan Basmalah sebelum meresmikan situs pengkabaran injil di Pulau Mansinam, Papua Barat.

“KURANG lebih ini sama dengan orang yang mengucap basmalah sebelum mengkonsumsi narkoba,” ucap Fahmi Salim MA dari Komisi Kajian dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada Islampos.com, Senin (25/8).

Alumnus Magister Tafsir Qur’an Universitas Al Azhar Kairo ini menjelaskan, bahwa basmalah mengandung konsep tauhid yang tidak bisa dicampurkan dengan kemusyrikan. Jadi menggunakan lafadz Basmalah untuk hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam tidak dapat dibenarkan.

Walau ada anjuran dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk memulai segala sesuatu dengan Basmalah, Fahmi menegaskan bahwa itu dikhususkan untuk amalan yang sejalan dengan syari’at.

“Kita memaklumi kapasitas SBY sebagai Presiden dalam meresmikan situs agama lain, namun tidaklah tepat jika Basmalah dipakai untuk meresmikan situs Kristen,” ungkap ustadz yang juga menjadi Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini.

Sebagai tambahan, Fahmi memberi contoh Presiden Soeharto yang diujung masa jabatannya meresmikan situs Patung Kristus Raja di Dili, Timor-timur.

“Akhirnya Timor-timur lepas dari Indonesia, semoga sejarah tidak berulang,” tutur Fahmi. [eza/Islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 497 kali, 1 untuk hari ini)