Paparkan CCTV Keberingasan TNI AU di Sari Rejo

Selasa, 16 Agustus 2016

Salah satu adegan di rekaman CCTV salah satu Mesjid di Kelurahan Sari Rejo

“Dari rekaman kita lihat pengurus masjid diseret yang kemudian dipukuli secara membabi buta. Mirisnya oknum TNI AU tersebut masuk ke dalam masjid tanpa melepas sepatu serta merusak dan mengantungi uang dari kontak infaq,” kata Abdul Hakim selaku Wakil Ketua MUI Medan, di kantornya, Selasa (16/8/2016).

Menurut Abdul, jika peristiwa tersebut tidak segera diproses sesuai hukum yang berlaku dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan konflik sosial.

MEDAN ^ medanmetropolitan.com

Tim Investigasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengecam penganiayaan dan pelecehan sejmlah Mesjid di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.

MUI Medan mengungkapkan hal itu setelah memaparkan rekaman sejumlah CCTV perbuatan menodai kesucian mesjid dan aksi represif anggota TNI AU di Kelurahan Sari Rejo, Polonia, Medan, Senin (15/8/2016).

Dalam CCTV Dua diantara personel itu terlihat merusak kotak infak masjid, dan lainnya terlihat memasukkan benda ke kantong dari sekitar lokasi perusakan.

Dari rekaman closed circuit television (CCTV) Masjid Al Hasanah, Jalan Teratai, Medan Polonia, yang beredar di kalangan wartawan, terlihat bentrokan antara warga dengan aparat TNI AU di depan masjid. Sempat terlihat aparat dilempari warga. Aksi balasan juga dilakukan.

Salah seorang warga juga terlihat dipukuli hingga terjajar masuk ke masjid. Di saat bersamaan, tepat pada pukul 16.19 WIB, seorang anggota TNI AU mengenakan baju loreng kalap dan memukul kotak infak ditempatkan di samping tembok seberang masjid. Dia memukul menggunakan balok.

Tiga detik berselang, seorang rekannya mengenakan pakaian dinas ikut menendang kotak infak dari kaca itu.

Sejumlah personel sempat membantu seseorang mengenakan sarung dan peci putih untuk mengumpulkan uang dari dalam kotak infak. Namun, seorang anggota TNI AU juga terlihat mengantongi benda dari sekitar kotak infak itu.

Seperti diberitakan, aksi represif aparat TNI AU di Kelurahan Sari Rejo, Senin (15/8) telah melukai sekurangnya sepuluh orang. Dua di antaranya wartawan.

Begitu juga dengan tindakan oknum TNI AU yang berdasarkan rekaman CCTV dari Masjid Al Hasanah dan Masjid Silaturahmi di kawasan Sari Rejo memperlihatkan tindakan arogansi.

“Dari rekaman kita lihat pengurus masjid diseret yang kemudian dipukuli secara membabi buta. Mirisnya oknum TNI AU tersebut masuk ke dalam masjid tanpa melepas sepatu serta merusak dan mengantungi uang dari kontak infaq,” kata Abdul Hakim selaku Wakil Ketua MUI Medan, di kantornya, Selasa (16/8/2016).

Menurut Abdul, jika peristiwa tersebut tidak segera diproses sesuai hukum yang berlaku dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan konflik sosial.

“Selesaikan sesuai UU yang berlaku dan kami akan kawal itu, kami juga desak Presiden selaku pemangku kepentingan segera ambil langkah tegas agar peristiwa yang sama tidak kembali terulang,” tegasnya./ http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://medanmetropolitan.com

Bentrok di Medan, TNI AU Diduga Keluarkan Paksa Orang dari Masjid

MEDAN – Bentrokan antara TNI AU dan warga pecah di kawasan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan, kemarin. Bentrokan dipicu aksi pelemparan batu oleh warga untuk melawan prajurit yang hendak membubarkan aksi mereka.

Unjuk rasa warga dalam rangka menolak rencana TNI AU membangun rumah susun sewa (rusunawa) di tanah garapan yang menurut keputusan Mahkamah Agung telah dimenangkan warga.

Dalam bentrokan tersebut, TNI AU ternyata tidak hanya menyerang warga yang ikut melakukan aksi. TNI AU juga menyerang orang yang sedang berada di masjid.

Aksi penyerangan terhadap orang masjid itu terekam kamera pengintai (CCTV) Masjid Al Hasanah di Jalan Teratai, yang berada di sekitar lokasi bentrokan.

Di menit ke-42 rekaman video berdurasi 1 jam 24 menit 54 detik itu, terlihat peristiwa itu terjadi pada pukul 16.19 WIB. Kala itu seorang prajurit TNI menarik kerah baju seorang pria paruh baya berbaju garis-garis. Dalam video dari sisi lainnya, orang tersebut baru selesai menjalankan salat.

Salah seorang warga yang menjadi saksi mata, Erma mengatakan, tindakan oknum TNI tersebut sangat keterlaluan dan tidak bisa ditolerir. “Di situ azan terdengar, di situ mereka (TNI AU) berkumpul di masjid itu,” ujar Erma.

Aksi kekerasan yang dilakukan di areal masjid itu langsung direspon oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Wakil Ketua MUI Medan, Abdul Hakim Siagiaan dalam keterangan persnya mengatakan pihaknya mengecam keras aksi kekerasan tersebut.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai selesai. Tidak boleh ada kekerasan di tempat ibadah. Itu bagian dari penistaan agama,” tukasnya. (ris)

Sumber: news.okezone.com/ Selasa, 16 Agustus 2016 – 18:07 wib

***

Keterangan rekaman CCTV yang diunggah di youtube

Published  on Aug 16, 2016

Kekerasan yang dilakukan anggota TNI AU Lanud Soewondo Medan Senin (15/6/2016) kemarin ternyata tidak hanya dilakukan terhadap warga pendemo maupun kepada jurnali. Dalam rekaman CCTV yang beredar luas diketahui aksi refresif dilakukan terhadap dua jamaah di dalam masjid.

Dalam rekaman CCTV yang kini sudah beredar luas di masyarakat, tampak beberapa anggota TNI AU berpakaian dinas lengkap masuk ke dalam masjid Al Hasanah, Jalan Teratai, Kelurahan Sarirejo Medan Polonia. Selengkapnya Baca: http://wp.me/p6dfHH-2li

***

peristiwa itu termasuk disebutkan dalam Doa MENGGEMPARKAN Setelah Pidato Presiden di Sidang MPR/DPR 16 Agustus 2016

video

https://youtu.be/iiUgLgpaB-w

Transkrip sebagian isi doa.

Kejahatan seperti diorganisir

Aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat. Hari ini di kota Medan Sumatera Utara, 5000 kk rakyat Indonesia sengsara dengan perlakuan aparat negara, ya Rabbal ‘alamiin.

Ya Allah lindungilah rakyat ini. Mereka banyak tidak tahu apa-apa. Mereka percayakan kendali negara dan pemerintahan kepada pemerintah.

Ya Allah, kalau ada mereka yang mau bertaubat, maka terimalah taubat mereka ya Allah. Tapi kalau mereka tidak bertaubat dengan kesalahan yang mereka perbuat, gantikan dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini ya Rabbal ‘alamiin.

(Doa Penutupan Sidang Paripurna MPR Dipimpin Anggota DPR Fraksi Gerindra Setelah Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo Tentang Nota Keuangan RAPBN 2017 Di Sidang Paripurna MPR/DPR 16 Agustus 2016/ www.youtube.com).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.188 kali, 1 untuk hari ini)