Kamis 23 Syaaban 1436 / 11 Juni 2015 18:20

Cholil_ridwan_1-490x326

Ketua MUI KH. Kholil Ridwan

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Ridwan menyatakan prihatin atas pernyataaan Menag Lukman Hakim Saifuddin di twitter pribadinya, terkait toleransi dalam berpuasa. Menurutnya, pernyataan Lukman tidak masuk akal dan tidak membangun kerukunan umat beragama.

Cholil menyatakan bahwa orang yang tidak berpuasa seharusnya menghormati yang berpuasa, bukan malah sebaliknya. Ia menilai, orang yang tidak puasa itu selama 11 bulan, sementara orang yang berpuasa hanya satu bulan selama satu tahun.

“Kita ini bukan umat muslim di Rusia, kita umat muslim mayoritas, jadi sangatlah tidak lazim jika orang yang berpuasa disuruh menghormati orang yang tidak berpuasa,” tutur KH. Cholil Ridwan kepada Islampos pada Rabu (10/06/15).

Kalaupun Menag bermaksud mengajarkan toleransi beragama, seharusnya dengan cara yang wajar. Misalnya, membuat selembaran yang isinya berupa nasehat kepada orang-orang yang tidak berpuasa agar menghormati orang yang berpuasa atau semacamnya.

“Lihat saja di Bali, ketika perayaan nyepi umat Islam tidak ada yang mengeraskan suara adzan lewat mikrofon karena mereka menghormati umat Hindu disana. Maka, seharusnya ketika bulan Ramadhan pun umat agama lain harus menghormati umat Islam yang sedang berpuasa, bukan mengajarkan toleransi kebolak-balik,” pungkas Cholil.

Sebelumnya diberitakan, melalui akun twitter pribadi @lukmansaifuddin Menteri Agama mengunggah status yang menimbulkan polemik. Statusnya berbunyi: “Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati jg hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa.” Status ini dinilai oleh sebagian pihak tidak memberi penghormatan kepada yang sedang beribadah. [iwm/islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.254 kali, 1 untuk hari ini)