Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.
Itulah perayaan non muslim bukan syi`ar Islam , sama dengan syi`ar setan yang hanya di lakukan oleh mereka bukan mukmin dan muslim . Kita sudah cukup berpegangan dengan ayat Lakum Diinukum waliyadiin:

JAKARTA–Besok (31/10) sebagian masyarakat dunia akan merayakan Halloween. Terkait itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengimbau umat Muslim untuk tidak ikut-ikutan merayakan peringatan itu.

”Janganlah kita ikut-ikutan merayakan. Karena itu bukan budaya kita. Kita sudah punya budaya, kepribadian dan jati diri sendiri,” kata KH. Amidhan Ketua MUI Pusat kepada ROL (30/10).

Menurutnya, alangkah baiknya jika kita mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Dia pun tidak mempersoalkan bila ada umat lain yang merayakannya. ”Itu tidak perlu dipersoalkan. Karena itu kan cuma sebuah budaya,” lanjut dia.

Menurut dia, yang menjadi persoalan adalah jika umat Islam ikut-ikutan merayakannya. ”Kalau dikaitkan dengan dengan ajaran agama Islam itu dilarang. Karena hal tersebut bisa menjurus ke syirik,” kata dia.

Amidhan menjelaskan hingga kini belum ada fatwa yang mengharamkan perayaan halloween itu. ”Belum ada fatwa dan belum ada pihak yang mengajukannya,” ujarnya.

Seperti diketahui, besok merupakan perayaan Day of The Death atau sering disebut Halloween. Beberapa negara di dunia akan menyambutnya dengan pesta kostum yang identik dengan kesan seram dan hantu.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Hafidz Muftisany

REPUBLIKA.CO.ID, Selasa, 30 Oktober 2012, 14:13 WIB
***
Komentar Mahrus Ali di blognya, http://mantankyainu.blogspot.com :

Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata “Trick or treat!” Ucapan tersebut adalah semacam “ancaman” yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili.” Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.
Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.
Itulah perayaan non muslim bukan syi`ar Islam , sama dengan syi`ar setan yang hanya di lakukan oleh mereka bukan mukmin dan muslim . Kita sudah cukup berpegangan dengan ayat :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ I worship not that which ye worship; Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Nor worship ye that which I worship. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
________________________________________
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ And I shall not worship that which ye worship. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Nor will ye worship that which I worship. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ Unto you your religion, and unto me my religion. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
Tidak di perkenankan merayakan Halloween sebagaimana merayakan kegiatan non muslim seperti valentin, natalan, dll.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 841 kali, 1 untuk hari ini)