Pekanbaru (SI ONLINE) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, Riau, mengecam pelarangan karyawan toko atau perusahaan di sana untuk menjalankan shalat Jumat semata-mata demi keuntungan pemilik usaha.

“Kami sangat mengecam pelarangan shalat Jumat itu. Untuk itu, MUI juga telah meminta pihak pengusaha bersangkutan merundingkan hal itu,” kata Ketua MUI Pekanbaru, H Ilyas Husti, di Pekanbaru, Selasa (5/6/2012) seperti dirilis kantor berita Antara.

Kasus ini, kata Ilyas, sebelumnya juga telah dilaporkan ke MUI Pekanbaru oleh organisasi mayarakat yang ada di ibukota Riau itu.

“Atas laporan ini, kami sebelumnya juga telah melakukan pengecekan langsung ke toko atau perusahaan yang dimaksud, yakni Toko Sony Elektronik yang berlokasi di Jalan Sudirman serta Toko Duta Elektronik di Jalan Soebrantas,” katanya.

Dari hasil penelusuran itu, kata dia, ternyata faktanya sama dengan apa yang dilaporkan dan pihak toko telah melakukan pelanggaran hak dalam beragama.

Kemarin, pemilik Toko Sony Elektronik, Alexander (57), menyatakan permintaan maafnya kepada organisasi masyarakat (ormas) Islam dan umat Islam secara keseluruhan seandainya ditemukan kesalahan dalam melayani karyawan yang beragama Islam dalam melaksanakan ibadah sholat jumat ataupun ibadah lainnya.

Pernyataan itu diungkapkan Alex di depan anggota DPRD Kota Pekanbaru, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan sejumlah Ormas Islam.

Permintaan maaf pemilik Toko Sony Elektronik ini kemudian dijadikan bagian dari butir keputusan dengar pendapat antara MUI Kota Pekanbaru dengan Ormas Islam yang dimediasi DPRD Kota Pekanbaru, Senin (4/6/2012).

Acara dengar pendapat itu sendiri dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Dian Sukeri dan dihadiri beberapa anggota Komisi III lainnya, serta Kepala Disnaker Pria Budi. Sementara Alex didampingi pengacaranya.

Hasil kesepakatan itu kemudian ditandatangani oleh perwakilan Ormas Islam, seperti Zulhusni Domo (FPI), Supriadi (HTI DPD II Pekanbaru), Alexander (Pemilik Toko Sony Elektronik), serta Dian Sukheri (DPRD Kota Pekanbaru).

Ketiga butir kesepakatan itu antara lain: Pertama, Pimpinan PT Sony Elektronik Pekanbaru berkomitmen untuk melaksanakan Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 terutama pasal 80 dan pasal 86 ayat c.

Kedua, pimpinan PT Sony Elektronik Pekanbaru menyatakan bersedia menyediakan sarana dan prasarana ibadah yang presentatif untuk karyawan yang beragama Islam dalam melaksanakan ibadah.

Ketiga, pimpinan PT Sony Elektronik bersedia meminta maaf kepada Ormas Islam dan umat Islam secara keseluruhan seandainya ditemukan kesalahan dalam melayani karyawan yang beragama Islam dalam melaksanakan ibadah dan ibadah-ibadah lainnya.

Shodiq Ramadhan | Selasa, 05 Juni 2012 | 18:09:11 WIB

http://www.suara-islam.com/read4708–MUI-Pekanbaru-Kecam-Pelarangan-Karyawan-Shalat-Jumat-.html

Red: shodiq ramadhan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 600 kali, 1 untuk hari ini)