MUI Peringatkan Wapres, Hancur Lebur Indonesia jika RUU HIP Disahkan

 


Ilustrasi: Logo MUI (kiri), Wapres Ma’ruf Amin (kanan)./ foto trbn

 

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mewanti-wanti kepada Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin akan bahaya Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP jika disahkan. RUU ini akan membuat Indonesia hancur lebur.

 

RUU HIP tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. RUU ini juga meresahkan umat Islam sebagai pemeluk agama mayoritas di negeri ini. Karena RUU ini memberikan peluang bangkitnya paham komunis PKI dan membangkitkan trauma umat Islam atas sejarah pilu puluhan tahun silam.

 

“Kalau ada prediksi dari para pakar dunia bahwa Indonesia akan hancur lebur pada 2030, salah satu penyebabnya adalah RUU Haluan Ideologi Pancasila ini,” kata Anwar Abbas dalam acara halal bi halal virtual MUI dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang ditayangkan di kanal YouTube MUI, Jumat(13/6) malam.

 

RUU HIP juga memuat aliran sekuler dan ateis yang sudah pasti menabrak sila-sila Pancasila. “Setelah saya baca, ini RUU sangat sekuler dan sangat ateistis. Jadi sudah jelas melanggar Pancasila itu sendiri,” lanjutnya.

 

Karenanya, RUU ini menimbulkan gejolak dan keresahan di Umat Islam.

 

MUI meminta kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Umum non-aktif MUI, untuk mengingatkan jajaran Pemerintah dan DPR terkait ancaman bahaya jika Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) disahkan.

 

“Jadi saya wanti-wanti betul kepada kita semuanya, dan saya sampaikan kepada Bapak Wapres, tolong Pemerintah diingatkan, dan tolong DPR diingatkan karena rakyat, terutama umat Islam, sudah resah dan sudah gelisah. Bila kegelisahan dan keresahan mereka tidak bisa kita kendalikan, maka dia bisa menjadi bencana dan malapetaka bagi negeri ini,” kata Abbas.

 

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan keresahan dan kegelisahan umat Islam atas RUU HIP harus menjadi pertimbangan Pemerintah dalam membahas draf RUU tersebut.

 

Mengutip pernyataan Wapres Ma’ruf terkait konsep khilafah yang akan tertolak karena sudah ada Pancasila sebagai kesepakatan bangsa atau darul mitsaq, Abbas mengatakan umat Islam di Indonesia hingga saat ini menjunjung tinggi kesepakatan itu.

 

“Saya ingat kata Kiai Ma’ruf Amin bahwa kita tidak anti terhadap konsep kekhalifahan, kita tidak anti terhadap konsep kesultanan, karena itu memang ada di dalam sejarah Islam. Tapi karena bangsa ini sudah sepakat dan kita sudah terikat dengan janji untuk membentuk NKRI yang berdasarkan Pancasila, ya kita harus konsekuen dengan itu,” katanya.

 

Namun, tokoh Muhammadiyah itu khawatir jika kesepakatan Pancasila itu diingkari oleh pihak-pihak tertentu, yang salah satunya lewat RUU HIP.

 

“Terus terang saja, saya khawatir. Kalau seandainya RUU HIP ini lolos dan muatannya adalah seperti yang ada (di draf) hari ini, maka yang saya takutkan adalah umat Islam berlepas diri dari kesepakatan yang sudah ada sebelumnya, karena ada pihak-pihak yang mengingkari kesepakatan itu,” ujarnya. []

@geloranews

13 Juni 2020

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 3.214 kali, 1 untuk hari ini)