Imbauan MUI Sambas tentang Larangan Mengikuti Perayaan Cap Go Meh bagi Umat Islam. Foto: NAJ/kalbarupdates.com


SAMBAS – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas mengimbau umat Muslim di Kabupaten Sambas untuk tidak ikut merayakan Cap Go Meh 2019. Imbauan tersebut diketahui setelah terbitnya surat edaran tertanggal 1 Februari 2019 tentang larangan mengikuti perayaan Cap Go Meh bagi umat Islam.

Berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Sambas tersebut, kaum Muslim di Kabupaten Sambas diimbau untuk tidak merayakan Cap Go Meh karena perayaan tersebut bukan merupakan hari raya bagi umat Islam. Dituliskan di surat tersebut bahwa perayaan Cap Go Meh merupakan hari raya masyarakat etnis Tionghoa sehingga umat Muslim tidak disarankan untuk ikut merayakan.

Selain itu, pertimbangan lain MUI Sambas melarang umat Muslim merayakan Cap Go Meh karena perayaan itu merupakan tradisi dan keyakinan yang berhubungan dengan aliran kepercayaan tertentu. Sehingga, perayaan tersebut dianggap bertentangan ajaran Islam.

Surat edaran yang sudah tersebar luas di dunia maya ini juga berisikan alasan mendasar mengapa MUI melarang umat Muslim merayakan Cap Go Meh. Menurut MUI sebagaimana tertulis di surat tersebut, pelarangan itu semata-mata demi menghindarkan umat Islam dari kemusyrikan.

Imbauan dalam surat edaran yang kini jadi buah bibir bagi masyarakat Sambas ini pun diharapkan MUI dapat menjadi perhatian umat Muslim Kabupaten Sambas dalam rangka menguatkan akidah dan keimanan kepada Allah Subhanahu wataala. (NAJ)

Sumber : kalbarupdates.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 261 kali, 1 untuk hari ini)