Rakyat Palestina

JAKARTA (gemaislam) – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyiddin Junaidi berpendapat, dukungan Vatikan terhadap Palestina harus menjadi peringatan keras bagi Amerika Serikat (AS) agar menanggalkan standar gandanya.

“Sekarang ini, AS seharusnya jangan mempertahankan kebijakan standar ganda dalam melihat persoalan Palestina. Amerika harus punya sikap yang jelas, jangan terlalu mendukung Israel dengan sikap membabi buta. Kemerdekaan Palestina sudah menjadi opini dunia,” jelasnya, seperti dilansir Republika, Kamis (14/5/2015).

Menurutnya, Bukan hanya negara-negara Arab, dukungan juga datang dari negara-negara anggota PBB, Uni Eropa, dan belum lama ini Konferensi Asia Afrika (KAA).

“AS harus membuka mata agar tidak terlalu menganakemaskan Israel. AS harus mendengarkan opini dunia yang menginginkan kemerdekaan negara Palestina, sesuai prinsip kemerdekaan yang selama ini digembar-gemborkan Barat,” ungkapnya.

Ia menilai, dengan adanya dukungan ini, maka palestina sangat kuat untuk mengupayakan kemerdekaan dan pengakuan negaranya melalui lobi-lobi kepada negara anggota PBB.

Sebelumnya, para pengamat menilai kemenangan Netanyahu adalah sebuah kekalahan bagi perjuangan Palestina. Ia dikenal sebagai Yahudi yang keras kepala. Namun kini, arah semangat dan opini sudah berbalik.

Muhyiddin menyatakan, dunia kini juga semakin kritis terhadap sikap Amerika yang mengaku sebagai the only super power , dimana cara pandangnya bukan sekedar bipolar lagi, tetapi multipolar. Akhirnya semakin banyak negara mayoritas dunia tidak setuju dengan standar ganda gaya Amerika yang penuh tipu daya.

“Seharusnya, sejak dulu Vatikan mengakui Palestina. Tinggal Amerika sekarang harus sadar kalau masyarakat dunia tidak bisa lagi dibodohi dengan manipulasi kebijakan, publikasi, dan media,” pungkasnya.

Rep: Bektiyono

http://nasional.gemaislam.com/mui-seharusnya-dari-dulu-vatikan-akui-palestina-tinggal-amerika-harus-segera-sadar/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 175 kali, 1 untuk hari ini)