Shodiq Ramadhan | Sabtu, 09 Juni 2012 | 21:30:33 WIB

Solo (SI ONLINE) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta segera akan merealisasikan Dewan Eksekutif Syariah Kota Surakarta. Tujuan pembentukan lembaga ini untuk mengkritisi atau melawan kebijakan pemerintah kota Solo yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.

Demikian disampaikan Ketua MUI Surakarta Prof. Dr. dr. H. Zaenal Arifin Adnan dalam pertemuan dengan sejumlah elemen ormas Islam yang diadakan Komisi Ukhuwah MUI Surakarta, Sabtu (9/6/2012) di Gedung Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat (PPEU) Semanggi, Solo.

Profesor Zaenal mencontohkan jika ada turis asing datang ke Solo mestinya diberi minuman tradisional semisal jahe, bukan minuman keras. Jika minta minuman keras, turis itu akan diminta pulang ke negara asalnya.

Selain Proffesor Zaenal, diskusi Komisi Ukhuwah itu menghadirkan pembicara Dr Mu’inudinillah Basri, MA. Ustadz Mu’in berbicara soal banyaknya perbedaan ditengah-tengah umat, aktivis maupun ulama Islam serta masalah-masalah ukhuwah Islamiyah yang harus diprioritaskan.

Dr. Muhammad Khaliq Hasan Al Qudsy menyorot banyak hal yang bisa mempersatukan umat Islam, diantaranya dengan memahami totalitas Al-Quran adalah sebuah kebenaran. Persatuan umat salah satunya akan bisa dicapai dengan mempelajari Al-Quran secara utuh tanpa ada kepentingan apapun, kecuali ikhlas karena Allah SWT.

sementara Ustadz Aris Munandar Al Fatah, Lc menyampaikan bahwa para musuh Islam menyebut  kelompok gerakan amar makruf nahi mungkar dengan sebutan Kelompok Anarkis dan Pelaku Kekerasan. Para musuh Islam, kata Ustadz Aris, telah berkonspirasi dengan elemen Islam yang lain untuk melawan gerakan amar makruf nahi mungkar. Padahal kelompok amar makruf nahi munkar ini mestinya harus didukung.

“Mestinya Pemerintah berterima kasih terhadap kelompok yang melakukan amar makruf nahi mungkar, karena sesungguhnya kelompok ini adalah kelompok tolak balak,” katanya.

dalam diskusi itu hadir sejumlah tokoh dari MUI seperti anggota Komisi Ukhuwah Ustadz Ahmad Dahlan, Ustadz Ali Usman, Ustadz Ahmad Husain, Ustadz Ahmad Sunoto dan Ustadz Joko Ekram. Beberapa elemen Islam hadir diantaranya MTA, Ponpes Al-Kahfi, FPI, FKAM, JAT, LUIS, Fujamas, Al-Fatah, DDII dan MMI. Acara ini berawal pertemuan antara elemen Islam dan MUI Solo sebelumnya paska Insiden Gandekan. Rencananya pertemuan ini akan digelar rutin setiap bulan.

http://www.suara-islam.com/read4741-MUI-Surakarta-Segera-Luncurkan-Dewan-Eksekutif-Syariah.html

Rep: shodiq ramadhan/endro-LUIS

(nahimunkar.com)

(Dibaca 207 kali, 1 untuk hari ini)