• “Larangan itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, amanat UUD 1945, dan Hak Asasi Manusia,” tegas Ma’ruf.
  • MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI No: 9.A tahun 2008 tentang Khitan Perempuan tertanggal 7 Mei 2008 yang berbunyi: Khitan bagi laki-laki maupun perempuan termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.

 MUI-Logo_84523874

Majelis Ulama Indonesia secara tegas menolak larangan khitan perempuan oleh pemerintah atau pihak manapun, karena khitan merupakan bagian dari ajaran agama.

“Khitan merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakannya, baik untuk laki-laki maupun perempuan,” kata Ketua Harian MUI, KH. Ma’ruf Amin dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Melaksanakan khitan adalah bagian dari beribadat menurut ajaran Islam. MUI meminta kepada pemerintah untuk tidak mengindahkan setiap upaya dari pihak-pihak manapun yang menginginkan adanya larangan khitan.

“Larangan itu bertentangan dengan ajaran agama Islam, amanat UUD 1945, dan Hak Asasi Manusia,” tegas Ma’ruf.

MUI pun merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 136/MENKES/PER/2010 yang mengatur Khitan terhadap perempuan.

“Jadi landasannya sudah ada, karena itu kita minta Permenkes itu harus disosialisasikan,” katanya. (Pz/Islampos) By Pizaro on January 21, 2013

***

MUI: Rumah Sakit Tidak Boleh Menolak Permintaan Khitan Perempuan

By Pizaro on January 21, 2013

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam tak setuju jika khitan bagi perempuan dilarang. MUI meminta seluruh rumah sakit hingga pusat kesehatan masyarakat untuk mau melayani khitan bagi perempuan.

“Yang kami tolak itu pelarangan, jadi kalau ada permintaan khitan jangan ditolak,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dalam jumpa pers di kantor MUI, Senin (21/2013).

MUI menilai khitan bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan Islam. Lima tahun lalu sebetulnya MUI pernah mengeluarkan fatwa, yang intinya menyebutkan khitan perempuan adalah ibadah yang dianjurkan.

Pernyataan MUI dan organisasi Islam ini menanggapi beredarnya surat Direktur Bina Kesehatan Masyarakat tertanggal 20 April 2006 tentang larangan khitan perempuan bagi petugas kesehatan. Akibatnya, hampir sebagian besar bayi perempuan tak lagi dikhitan. Menurut surat itu, sunat perempuan tak bermanfaat bagi kesehatan, justru merugikan dan menyakitkan.

Sebelumnya seorang Jurnalis dari Media Islam mengeluhkan klinik tempat istrinya melahirkan menolak melakukan khitan bagi perempuan. Padahal itu klinik Islam, dokternya juga Islam, mottonya syariah bahkan juga dikelola aktivis sebuah partai politik Islam.

Setelah jurnalis tersebut, seorang ibu juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan penolakan khitan perempuan itu terjadi di sebuah rumah sakit haji.

Pertanyaannya, apakah MUI bisa memberikan tekanan kepada rumah sakit-rumah sakit yang tidak mau mengkhitan bayi perempuan walaupun atas permintaan orang tuanya?

“Kita belum mengambil sikap terhadap rumah sakit-rumah sakit yang melarang khitan. Tapi Permenkes sudah ada,” kata KH. Ma’ruf Amin menanggapi pertanyaan itu. (Pz/Islampos)

***

MUI: Hukum Khitan Perempuan Adalah Makrumah

By Pizaro on January 21, 2013

Khitan perempuan menurut ajaran Islam hukumnya khilaf antara wajib, makrumah, dan sunnah. Namu bagi MUI, hukum khitan perempuan adalah makrumah.

“Makrumah adalah ibadah yang dianjurkan. MUI tegas menolak pihak yang melarang khitan bagi perempuan karena tidak ada ulama yang melarang,” kata Ketua Harian MUI, KH. Ma’ruf Amin, Senin (21/1/2013)

Untuk itu MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI No: 9.A tahun 2008 tentang Khitan Perempuan tertanggal 7 Mei 2008 yang berbunyi: Khitan bagi laki-laki maupun perempuan termasuk fitrah (aturan) dan syiar Islam.

Terkait tata cara pelaksanaan khitan perempuan menurut ajaran Islam cukup dengan hanya menghilangkan selaput (jaldah/colum/praeputium) yang menutup klitoris.

“Ajaran agama Islam melarang praktek khitan perempuan yang dilakukan secara berlebihan, seperti memotong atau melukai klitoris yang mengakibatkan bahaya,” tegasnya. (Pz/Islampos)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.609 kali, 1 untuk hari ini)