ABNA

Ilustrasi: Sebuah peringatan Idul Ghadir kaum Syiah

Menghina sahabat sama saja dengan menafikan ayat al-Quran. Dan menafikan ayat al-Quran bisa jatuhnya menjadi murtad,” demikian tandasnya.

Hidayatullah.com- Sejarah Idul Ghodir merupakan penistaan terhadap 114 ribu shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Di mana mereka semua dikatakan telah berkhianat terhadap titah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bahwa sepeninggal beliau wajib mengangkat Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah.

“Ini dikatakan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam di Ghodir Khum,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr. KH. Tengku Zulkarnain, MA kepadahidayatullah.com, Rabu (07/10/2015).

Kendati demikian, kata Zulkarnain, kenyataannya para shahabat kemudian mengangkat Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq menjadi khalifah sepeninggal Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Dan ini sama dengan menuduh seluruh shahabat telah khianat atas titah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

“Ada pernyataan Syiah hanya 3 shahabat saja yang selamat dari khianat itu yakni Abu Dzar, Miqdad, dan Salman al Parsi,” tutur Zulkarnain.

Dengan demikian, lanjut Zulkarnain serupa juga mengatakan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam gagal mendidik shahabat beliau supaya tetap setia. Padahal tidak ada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam mengeluarkan titah seperti yang diyakini Syi’ah itu.

“Sangat mustahil seluruh shahabat termasuk Sayyidina Ali dan ahlul bait Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam yang lain seperti Abbas dan anak-anak beliau tidak melawan jika benar demikian kejadiannya,” jelas Zulkarnain.

Karena itu, Zulkarnain menyimpulkan bahwa Idul Ghodir adalah buatan Syiah untuk mengatakan shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam adalah manusia-manusia yang pengkhianat semuanya.

“Umat Islam Indonesia itu adalah Islam yang berfaham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) maka wajib menolak perayaan Ghodir Khum yang jelas-jelas menghina Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sebagai manusia yang gagal dan menghina para sahabat beliau yang setia,” tegasnya.

Lebih lanjut lagi, Zulkarnai mengingatkan bahwa Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq dan Sayyidina Umar bin Khathab adalah mertua Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Sedangkan Sayyidina Ustman bin Affan adalah menantu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Sayyidina Muawiyah adalah adik ipar Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam. Dan Sayyidina Zubeir adalah paman Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

“Serta shahabat yang lainnya awwalin dari Muhajirin dan Anshor adalah manusia yang dijamin sebagai radhiyallau anhum dan telah dijanjikan utk mendapatkan surga dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 100. Menghina sahabat sama saja dengan menafikan ayat al-Quran. Dan menafikan ayat al-Quran bisa jatuhnya menjadi murtad,” demikian tandasnya.*

Rep: Ibnu Sumari

Editor: Cholis Akbar /hidayatullah.com – Kamis, 8 Oktober 2015 – 05:35 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.522 kali, 1 untuk hari ini)