muktamar NU001

Tampak anggota Banser saling dorong dengan rombongan dari PWNU NTT saat proses registrasi, Jum’at (31/7). (foto: rony suhartomo/BANGSAONLINE)

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Pelaksanaan Muktamar ke-33 Jombang dianggap Muktamar terburuk dalam sejarah. Pernyataan ini disampaikan Andi Jamaro Dulung salah satu mantan Ketua PBNU era Hasyim Muzadi.

“Dalam sejarah muktamar NU, pelaksanaan di Jombang termasuk yang paling buruk,” terang Andi Jamaro dalam keterangan persnya di Media Center PWI Jombang, Minggu (2/8/2015). Pernyataan ini menurutnya karena buruknya sistem pelaksanaan Muktamar. Dari proses registrasi, penyediaan akomodasi hingga pelayanan kepada Muktamirin yang sangat tidak manusiawi.

“Dalam proses registrasi saja, ratusan Muktamirin dibiarkan terbengkalai hingga berhari-hari,” tukas Andi. (Baca juga: Panitia Arogan, Proses Registrasi Awal Peserta Muktamar NU Kisruh)

Salah satunya utusan dari Aceh yang proses registrasinya selesai setelah 2 hari. Belum lagi banyaknya berkas peserta yang mendaftar secara online banyak yang hilang. Ia menduga kekisruhan ini merupakan bagian dari grand design kelompok tertentu untuk memuluskan niat menggoalkan salah satu calon dalam bursa Ketua PBNU kali ini.

Pernyataan Andi ini diperkuat dengan keterangan salah satu peserta Muktamar, H.Ahmad Irsyad PCNU Luwuk Utara Sulawesi Selatan. Menurutnya, panitia Muktamar Jombang sangat tidak memanusiakan peserta. “Jamaah haji saja yang ratusan ribu prosesnya tidak seruwet ini,” terang H.Ahmad. (Baca juga: Tak Punya ID Card, Ratusan PWNU-PCNU tak Bisa Ikut Pembukaan Muktamar)

Ia menyebut, pihaknya mendapat undangan mengikuti Muktamar. Segala berkas telah dipersiapkan, namun setibanya di Jombang malah tidak diakui. Bahkan ada ratusan berkas milik peserta yang jauh hari telah disetor ke panitia, dinyatakan hilang. Belum lagi model pelayanan yang sangat tidak terpuji dengan membiarkan peserta kepanasan dan berdesak – desakan. “Ini sepertinya ada unsur kesengajaan,” pungkasnya. (Baca juga: Wakil Katib Adu Mulut dan Dorong Tubuh Katib Am Kiai Malik Madani) (dio/rvl)

bangsaonline.com Minggu, 02 Agustus 2015 18:14 WIB

 

***

Wakil Katib Adu Mulut dan Dorong Tubuh Katib Am Kiai Malik Madani

muktamar NU002

Sabtu, 01 Agustus 2015 22:35 WIB

PEMBUKAAN – Sejumlah menteri Kabinet Kerja saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di alun-alun Kota Jombang, Sabtu (1/8) malam. foto dtc

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Mungkin ini kali pertama terjadi dalam sejarah Nahdlatul Ulama (NU). Wakil Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya C Staquf secara tak sopan mendorong-dorong tubuh Katib Am Syuriah PBNU Profesor Doktor KH Malik Madani di depan para Muktamirin yang sedang proses registrasi.

Peristiwa memalukan ini terjadi saat Kiai Malik Madani mengambil langkah bijak dan tegas dalam mengatasi kisruh registrasi peserta Muktamr NU ke-33 di GOR Jombang, Sabtu (1/8). Saat itu Kiai Malik menyaksikan ratusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mulai marah karena diperlakukan tak adil oleh panitia Muktamar NU.

Panitia hanya memberikan ID card kosongan kepada PCNU dan PWNU yang menolak sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk pemilihan Rais Am PBNU. Sehingga mereka hanya bisa menghadiri pembukaan Muktamar NU. Sedang peserta yang mendukung AHWA diberi ID card resmi dan bisa mengikuti sidang-sidang Muktamar NU.

Kiai Mali Malik pun langsung memerintahkan kepada petugas registrasi agar tidak bersikap diskriminasi terhadap Muktamirin. “Semua Muktamirin harus diperlakukan sama. Semua harus diberi ID Card yang lengkap. Yang di situ tercantum nama, foto, barcode. Tolong ini dicamkan!” perintah Kiai Malik Madani tegas. Sejumlah petugas penerima registrasi tampak mengangguk-angguk.

Ratusan pengurus PCNU dan PWNU yang tadi tertahan di depan tempat registrasi Muktamar NU itu pun gembira. ”Kiai Malik benar,” teriak mereka. ”Hidup Kiai Malik,” teriak yang lain sembari bersorak. Proses registrasi pun berjalan lancar karena tak lagi dibedakan antara peserta yang menolak dan mendukung sistem AHWA.

Namun, tak lama kemudian datang Yahya C Staquf. Keponakan pejabat Rais Am Syuriah PBNU KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) ini langsung memuntahkan rasa emosinya kepada Kiai Malik Madani. ”Tak bisa seperti itu. Ini kan keputusan musyawarah (elit PBNU pendukung AHWA-red),” kata Yahya C Staquf yang getol mendukung AHWA untuk mengegolkan pamannnya, Gus Mus, sebagai Rais Am PBNU.

Kiai Malik Madani tentu punya alasan mendasar. Ia menjelaskan bahwa langkah cepat dan darurat itu dilakukan karena untuk menghindari kekacauan. Apalagi sebelumnya terjadi kericuhan ketika rombongan PWNU dan PCNU se-Nusa Tenggara Timur (NTT) registrasi. Rais Syuriah PWNU NTT diperlakukan kasar oleh Banser sampai kancing baju dan sorbannya lepas karena diperlakukan kasar oleh Banser. (Baca juga: Panitia Arogan, Proses Registrasi Awal Peserta Muktamar NU Kisruh)

Namun Yahya tetap tak mau terima. Ia kemudian medorong-dorong tubuh Kiai Malik Madani sehingga terjadi adu mulut. ”Yahya sangat tak sopan memperlakukan Kiai Malik Madani seperti itu. Beliau kan Katib Am sedang Yahya Wakil Katib. Apalagi depan umum seperti itu. Akhlak NU-nya dimana. Meski dia mau mengegolkan pamannya, Gus Mus tapi caranya jangan seperti itu,” kata Muhlas, aktivis NU yang mendampingin Kiai Malik Madani.

M Solihin yang juga menyaksikan peristiwa naïf itu bercerita bahwa memang terjadai cekcok. “Terjadi cekcok mulut di antara keduanya, dan hampir terjadi baku hantam. Kemudian keduanya diamankan Banser untuk dibawa menjauh dari lokasi pendaftaran,” terang M Solikin. Yahya kemudian menggiring Kiai Malik Madani menginggalkan GOR. (Baca juga: Tak Punya ID Card, Ratusan PWNU-PCNU tak Bisa Ikut Pembukaan Muktamar) (dio/lan/sta) .bangsaonline.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.641 kali, 1 untuk hari ini)