menantang

TANGERANG (voa-islam.com) – Salah seorang panitia dari Forum Studi Islam (FSI) Al Bayan, Geri Geraldi mengungkapkan penyebab dibatalkannya acara Tabligh Akbar Peduli Suriah yang awalnya akan digelar pada Ahad, 9 Juni 2013, pukul 09.00 – 12.00 WIB di Masjid Agung Al Ittihad (Kisamun, Kota Tangerang).

Pada hari Sabtu (8/6/2013) sejumlah orang dengan berpakaian hitam mengendarai sepuluh motor dan dua mobil melakukan penurunan baliho penggalangan dana untuk muslim Suriah 4 x 6 meter di masjid Al Ittihad.

“Ada penekanan dari pihak yang mengatasnamakan Habib Ja’far yang mengaku dari FPI. Polres Tangerang katanya sempat didatangi sekelompok orang yang mengaku dari FPI, FBR dan Majelis Rasulullah. Lalu mendesak pihak Polres untuk membatalkan acara yang diselenggarakan di masjid Agung Al Ittihad,” kata Geri saat ditemui voa-islam.com di Tangerang, Ahad (9/6/2013).

surat-Dewan-Masjid-Nasional

Singkatnya, pihak DKM yang mendapat tekanan berkoordinasi dengan panitia untuk membatalkan acara tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak panitia yang bersepakat dibatalkannya acara itu, akhirnya melakukan konfirmasi kepada FPI pusat dan FBR terkait adanya massa yang mencatut kedua Ormas tersebut.

Benar saja, akhirnya Habib Rizieq Syihab mengirimkan pesan singkat yang menyatakan FPI tidak terlibat atas pengerahan massa, bahkan memerintahkan penangkapan orang-orang yang mengganggu acara tersebut.

“Issue bahwa FPI memboikot atau mengancam untuk menyerang acara “Banten Peduli Suriah di Tangerang adalah FITNAH! Jika ada pihak yang mengaku FPI mau mengganggu acara, maka tangkap saja dan jebloskan ke penjara. Insya Allah, FPI Tangerang akan ikut membantu acara tersebut,” demikian pesan singkat yang diforward ke redaksi voa-islam.com

Ketua Umum FBR, Lutfi Hakim pun menyampaikan hal yang sama melalui pesan singkat.

“isu bahwa FBR mengancam untuk menyerang acara Banten peduli Suriah di Tangerang adalah Fitnah! Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita.”

surat-FBR

Menurut pihak panitia, sejumlah orang yang mencatut nama ormas-ormas Islam tersebut jelas orang-orang pro aliran sesat syiah yang mulai menantang umat Islam.

“Kita bisa menyadari bahwa syiah sudah begitu berbahayanya, sudah tidak menutupi dirinya lagi dan berani menampilkan diri bahwa mereka menentang adanya tabligh akbar seperti ini,” ujar Geri.

Untuk itu, selanjutnya panitia akan melakukan persiapan matang guna menggelar tabligh akbar yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak lagi Ormas-ormas Islam.

“Sikap kita dari panitia bukannya justru ciut dengan adanya kejadian ini, kita akan berikan pukulan balik dengan tabligh akbar yang lebih besar yang akan merangkul lebih banyak lagi ormas Islam termasuk FPI dan FBR, serta menjadikan syiah sebagai musuh bersama umat Islam,” tegasnya. [Ahmed Widad]

(Dibaca 908 kali, 1 untuk hari ini)