Yang muncul di nominasi kabinet Jokowi-JK bukan hanya tokoh komunis, pembela aliran sesat Ahmadiyah (Azyumardi Azra), dan penghalal homosex (Musdah Mulia); namun ada juga yang terlibat kasus Anand Kreshna.
Anand Kreshna belakangan divonis penjara karena kasus pelecehan sex. Anand ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang muridnya, Tara Pradipta Laksmi. Lalu Anand duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Pada 22 November 2011, majelis hakim PN Jaksel yang diketuai oleh Albertina Ho memvonis Anand bebas. Anand tidak terbukti melakukan perbuatan asusila sebagaimana yang didakwakan. Jaksa lalu kasasi ke MA dan Anand dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara. (bilal/arrahmah.com, Kamis, 11 Zulqa’dah 1433 H / 27 September 2012 11:26).
Sejatinya Anand Krishna punya kasus lain pula. Orang musyrik bukan Islam itu menohok Islam dan menyesatkan Umat Islam dengan buku-buku yang dia tulis dan diterbitkan oleh Gramedia kelompok Kompas.
Anehnya, buku-buku Anand Kreshna yang merusak Islam itu justru diberi kata pengantar dan dipuji oleh orang-orang yang memang dikenal sebagai pentolan-pentolan liberal. Di antara yang terlibat kasus Anand Kreshna itu adalah Komaruddin Hidayat (kini dia jadi Rektor UIN Jakarta) yang kini muncul di nominasi kabinet Jokowi-JK, bahkan untuk Kementerian Agama. Bagaimana pula kalau nanti akan bergabung dengan orang yang sudah disebut-sebut dalam sidang kasus korupsi pengadaan Al-Qur’an yang menghebohkan itu. Siapa dia? Nasarudin Umar lah orangnya yang ternyata terlibat pula dalam kasus Anand Kreshna ini (uraiannya ada di bawah), namun kini dia masih nangkring di Kementerian Agama. Padahal waktu heboh kasus pelecehan sex, Anand Kreshna justru bertandang ke Nasaruddin Umar (lihat foto tersebut di atas).
Seberapa keterlibatan Komaruddin Hidayat dan Nasarudin Umar dengan Anand Kreshna dalam merusak Islam dan menjerumuskan Umat, inilah di antara buktinya.
***

Anand Kreshna Menohok Islam & Menyesatkan Ummat

Beberapa kutipan dari buku ISLAM ESOTERIS Kemuliaan dan keindahannya
Karya: Anand Kreshna
(Penyelaman spritual Anad Kreshna bersama Achmad Chodjim, Moulana Wahiduddin Khan)
Kata Pengantar: Dr. Komaruddin Hidayat
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Ungkapan-ungkapan Anand Kreshna dan pemberi kata pengantar yang bertentangan dengan Islam atau mengaburkan aqidah, langsung kami sertai tanggapan atau sanggahan sebagai berikut:
1. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: – Bahkan kita melihat sentimen dan simbul keagamaan malah menjadi bagian dari pemicu dan konflik-konflik.
– Jangan-jangan agama malah menjadi bagian dari penyebab krisis ini? Hal.x
Tanggapan: Selayaknya kalimat seperti itu hanya keluar dari mulut orang yang menentang Tuhan atau ragu dengan agamanya sendiri. Dia anggap, orang baru benar dalam beragama kalau tanpa sentimen agama dan tanpa simbul agama. Padahal, orang tak beragama alias kafir pun justru sangat tinggi sentimen kekafirannya, dan fanatik pada simbul kekafirannya. Kalau berani melepas sintemen dan simbul kekafirannya, berarti dia rela untuk mengikuti agama. Kenapa orang beragama justru harus melepaskan sentimen dan simbul keagamaannya? Haruskah mengikuti dan bahkan menjadi orang kafir yang tidak dipersoalkan dalam memegangi sentimen kekafiran dan simbul kekafirannya, karena sentimennya itu bukan sentimen agama tetapi sentimen kekafiran? Mewakili siapakah doktor yang pejabat tinggi di Departemen Agama ini dalam berbicara seperti itu?
2. Kuitipan tulsian Dr Komaruddin Hidayat: Saya melihat dalam buku ini bangunan argumentasi reinkarnasi diambil dari ayat Al Qur’an yang digabung dengan hasil telaah ayat-ayat kehidupan. Hal. xi
Bantahan: Reinkarnasi yang bahasa Arabnya at-tanaasukh adalah kepercayaan tentang kembalinya ruh ke bumi lagi setelah wafatnya, dan berpindah kepada jasad lainnya. (Dr A Zaki Badawi, A Dictionary of The Social Science, Librairie Du Liban, Beirut, cetakan I, 1978, halaman 351). Reinkarnasi itu bicara tentang ruh, dan kepercayaan semacam itu sama sekali tidak sesuai dengan Islam. Betapa beraninya doktor ini bicara tentang ruh, padahal Nabi Muhammad saja dipesan oleh Allah bahwa tentang ruh itu adalah termasuk urusan Allah. Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Israa’/ 17:85).
Kalau terhadap roh yang jelas-jelas Nabi Muhammad dipesan seperti itu saja doktor ini berani berbicara serampangan, bahwa Al-Qur’an dia anggap jadi rujukan bangunan arugementasi reinkarnasi, maka betapa lagi dalam hal-hal lainnya. Astaghfirullaahal ‘adhiem.
3. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Allah Maha Adil, Maha Kasih dan sekali-kali tidak akan menghukum manusia kecuali manusia sendiri yang menghukum dirinya. Tuhan tidak akan memasukkan hambanya ke neraka.hal. xii
Bantahan: Perkataan doktor ini coba kita bandingkan dengan ayat Al-Qur’an, yang artinya: “ Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolong pun.” (QS Ali Imraan: 192).
Dalam ayat itu jelas Allah lah yang memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke neraka.
4. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Sekarang ini adalah akhirat dari kehidupan sebelumnya dan merupakan dunia bagi kehidupan yang akan datang. Hal. Xiii.
Tanggapan: Perkataan itu apakah dimaksudkan untuk tidak percaya hari akherat, hari dibalasnya amal yaitu hari qiyamat? Pertanyaan ini perlu diajukan, karena tulisan doktor itu adalah sebagai kata pengantar dari buku Anand Kreshna yang belum tentu dia percaya akherat atau hari qiyamat. Sedang pengantar yang model seperti itu ikut pula menjerumuskan pembaca untuk tidak percaya akherat/ qiyamat. Atau memang sengaja demikian?
5. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Dikatakan dalam Al Qur’an bahwa surga itu berjenjang , Sedangkan neraka adalah sebuah kejahatan …sedangkan surga dan neraka adalah suasana batu dan nasib kehidupan itu sendiri.Hal. xv
Tanggapan: Sekali lagi, apakah ini sengaja untuk menggiring pembaca agar tidak percaya surga dan neraka yang akan menjadi tempat bagi manusia di hari qiyamat kelak? Betapa beraninya bermain-main kata seperti itu, padahal menyangkut wilayah aqidah, wilayah ghaib, yang hanya bisa kita berbicara kalau berlandaskan wahyu Allah SWT.
6. Kutipan dari tulisan Dr Komaruddin Hidayat: Surga dan neraka itu adalah ciptaan manusia.hal. xvi
Tanggapan: Allah menamakan surga atau jannah dengan nama-nama yang Dia jelaskan dalam Al-Qur’an yaitu: Firdaus (QS 18:107; 23:11), ‘Adn (QS 9:72; 13:23; 16:31), Na’iim (QS 5:65; 22:56; 52:17), Daarus Salaam (QS 6:127), Ma’wa (QS 3:151; 3:162). Sedang neraka dinamakan: Neraka Jahim (QS 3:119), Jahannam (QS 3:12), Sya’iir/ yang membakar (QS 4:10), Saqor/ yang menghanguskan (QS 54:48), Huthomah/ yang menghancurkan (QS 104:4), Hawiyah/ api yang menyala-nyala (QS 101:9), Ladho/ yang membakar (QS 70:15). Surga manakah yang ciptaan manusia, dan neraka manakah yang ciptaan manusia pula dari nama-nama itu? Betapa rancunya perkataan doktor alumni Turki yang termasuk pemimpin di Yayasan Paramadina Jakarta dan orang kesayangan mendiang Harun Nasution di IAIN Jakarta ini. Apakah dia sudah menciptakan surga untuk keluarga dan muqollid-muqollidnya, dan neraka untuk lawan-lawannya?
Sekali lagi, untuk berbicara masalah ghaib haruslah dengan landasan wahyu. Tidak bisa asal berucap.
7. Kutipan dari tulisan Anand Kreshna: Jika shalat itu memang untuk mempersatukan kita dengan tuhan, dengan Allah, dengan Widi, Tao, Bapak di surga apapun nama yang kita berikan kepadanya maka cara shalat tidak perlu dipermasalahkan lagi. hal. 1
Tanggapan: Anand Kreshna ini di samping memasarkan faham sesat berupa pluralisme, apakah ia ingin jadi nabi atau sekalian jadi Tuhan? Rupanya Anand sangat menginginkan agar manusia terlepas dari syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya, dan agar Muslimin jadi murtad mengikuti Anand Kreshna saja. Satu propaganda yang amat berbahaya dan mengajak ke neraka, sebagaimana iblis dengan wadyabalanya para syetan yang menggoda manusia untuk menyeretnya ke neraka. (nahimunkar.com on 12 March 2010).

Sumber: Buku Berjudul Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan – Karya H Hartono Ahmad Jaiz – Pustaka Al-Kautsar, JAKARTA

***

Nasaruddin Umar dapat “berkah” akibat sewotnya Gus Dur.

Nasaruddin Umar yang pernah jadi duta JIL (Jaringan Islam Liberal) ke Amerika dalam urusan feminisme dan semacamnya ini bisa masuk ke jajaran kepengurusan NU (Nahdlatul Ulama) Pusat gara-gara sewotnya Gus Dur akibat kalah dengan Hasyim Muzadi dalam bertarung untuk menjago di Muktamar NU 2004 di Donoudan Boyolali Jawa Tengah. Gus Dur mengancam mau membuat NU tandingan, maka akibatnya, Hasyim Muzadi selaku Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) memasukkan tokoh liberal yakni Masdar F Mas’udi dan Nasaruddin Umar ke jajaran pengurus.

Inilah beritanya:

Nasaruddin Umar orang UIN Jakarta yang menyebarkan feminisme dan dipercaya oleh orang JIL –Jaringan Islam Liberal untuk bicara Islam model mereka ke Amerika. Dia diangkat jadi pengurus structural PBNU setelah Muktamar di Donoudan Boyolali Jawa Tengah, Syawal 1425H/ November 2004, yang saat itu pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Panasan/ Adisumarmo Solo hingga di antara tokoh NU, yang duduk di DPR dan akan menghadiri muktamar itu ternyata meninggal. Gus Dur dan Masdar Farid Mas’udi kalah telak oleh pasangan Hasyim Muzadi dan KH Sahal Mhfudz, maka Gus Dur mengancam akan membuat NU tandingan. Akibatnya, Hasyim Muzadi mengakomodasi pihak liberal model Gus Dur dan Masdar F Mas’udi, maka dimasukkanlah Nasaruddin Umar yang liberal dan feminisme itu ke jajaran kepengurusan PBNU. (Hartono Ahmad Jaiz, Ada Pemurtadan di IAIN, Pustaka Al-Kautsar Jakarta, cetakan VII, 2006, halaman 99-100).
Dalam hal penyesatan, kiprah Nasaruddin Umar tercatat sebagai orang yang bekerjasama dengan orang kafir dalam merusak Islam.

Inilah beritanya:

Nasaruddin Umar, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dia ini memberi kata pengantar dengan memuji-muji buku Anand Kreshna, keturunan India kelahiran Solo, yang tidak jelas agamanya apa, tetapi isi bukunya itu mencampur aduk aneka ajaran agama. Hanya saja judul-judulnya membahas tentang Islam, bahkan Al-Qur’an. Buku-buku Anand diterbitkan oleh penerbitan Katolik, Gramedia alias Kompas Group di Jakarta. Karena isinya banyak merusak pemahaman Islam, maka dihujat orang lewat Majalah Media Dakwah dan Republika, akhirnya buku-buku Anand Kreshna ditarik dari peredaran oleh penerbitnya. (Silahkan baca selengkapnya ada di buku Hartono Ahmad Jaiz ,Tasawuf Pluralisme dan Pemurtadan, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan 2, Desember 2001 ).

Anand Kreshna mengacak-acak Al-Qur’an tapi dipuji Nasaruddin Umar

Berikut ini akan kami kemukakan contoh-contoh ungkapan Anand Kreshna yang mengandung masalah dalam bukunya yang berjudul Surah-Surah Terakhir Al-Quranul Karim bagi Orang Modern, sebuah apresiasi, dengan kata pengantar Dr Nasruddin Umar MA pembantu rektor IV IAIN Jakarta (sekarang UIN –Universitas Islam Negeri), terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Kami akan mengutip secukupnya, kemudian kami beri tanggapan singkat.
Kutipan: Menurut beberapa riwayat, Nabi Muhammad pun pernah mengatakan, “Aku adalah Ahmad tanpa mim”. Berarti, Akulah Ahad, Ia Yang maha Esa! Juga, “Aku adalah Arab tanpa ‘ain”. Berarti, Akulah Rabb –Ia Yang Maha mencipta, Maha Melindungi, Maha Menguasai! (halaman 43).
Tanggapan: Ini ada berbagai persoalan. Pertama, riwayat itu harus jelas, karena perkataan Nabi itu harus jelas periwayatannya. Kedua, perkataan yang diatas namakan sabda Nabi itu isinya merupakan bentuk kemusyrikan dan bertentangan dengan ayat Al-Qur’an: Katakanlah: “sesungguhnya aku ini (Muhammad) hanya seorang manusia.seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” (QS Al-Kahfi/ 18: 110).
Pernyataan Anand Kreshna itu adalah kemusyrikan diatas namakan Nabi Muhammad, dan untuk menerjemahkan surat Al-Ikhlash yang justru menegaskan tauhid..
Kutipan: Dalam buku ini Pak Anand Krishna ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa bukan aspek mistisnya surah-surah ini yang perlu ditonjolkan, melainkan penghayatan maknanya yang begitu dalam dan komprehensif. (kata pengantar Dr Nasruddin Umar MA, halaman xviii).
Tanggapan: Pujian itu sangat jauh dari kenyataan. Isi buku ini jauh dari makna dan maksud ayat-ayat yang ia jelaskan itu.
Dengan mengetahui latar belakang seperti ini, maka para Ulama dan Ummat Islam yang memperjuangkan agamanya agar tidak terkecoh oleh orang-orang yang sebenarnya musuh Islam namun duduk di lembaga resmi seakan mengurusi Islam. Banyak musang berbulu ayam, dan kokoknya berbunyi nyaring. Waspadalah wahai sauara-saudaraku!

Sumber: Buku Berjudul Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan.- Karya H Hartono Ahmad Jaiz – Pustaka Al-Kautsar, JAKARTA.

(Dibaca 857 kali, 1 untuk hari ini)