Muncul Persatuan Dukun Nusantara, MUI: Perdukunan Itu Dilarang

 

Sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun atau paranormal mendeklarasikan diri sebuah perkumpulan yang diberi nama Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu).

 


Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan.

Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

 

JAKARTA,  – Sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun atau paranormal mendeklarasikan diri sebuah perkumpulan yang diberi nama Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu).

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mengatakan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa terkait larangan perdukunan.

“Ya, kalau dari MUI, kan sudah ada fatwa kan, terhadap perdukunan dan peramalan,” ujar Amirsyah seperti diberitakan Detikcom, Minggu (7/2).

 

Heboh Festival Santet di Banyuwangi, Indadari: Harus Digagalkan!

Amirsyah mengatakan bahwa perdukunan dilarang karena menimbulkan banyak hal buruk.

“Intinya perdukunan itu dilarang, itu karena menimbulkan banyak mudarat, di antaranya merusak keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT,” sebutnya.

“Merusak karena dia akan berangan-angan, dia akan berkhayal karena keimanan yang benar itu adalah keimanan yang sesungguhnya di benarkan di dalam Alquran dan Assunnah dan diiringi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Karena itu kata Rasulullah, iman itu bukan hayalan tapi diyakini dalam hati, dibenarkan dengan amal perbuatan,” sambungnya.

Amirsyah meminta pemerintah daerah untuk melakukan identifikasi permasalahan apa yang terjadi di Banyuwangi.

“Pertama harus dilakukan identifikasi permasalahan apa sebenarnya yang terjadi di Banyuwangi, apakah betul bahwa festival perdukunan ini telah mendapat izin dari Pemda, kedua harus klarifikasi. Ketiga kalau sudah jelas data-data dan fakta-faktanya kalau bahwa ini menyimpang dari prinsip-prinsip kehidupan beragama sebaiknya dihentikan,” kata Amirsyah.

JITUNEWS.COM, 7 Februari 2021 11:15 WIB

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 144 kali, 1 untuk hari ini)