Selasa, 10 Safar 1436 H / 2 Desember 2014 09:40 wib 

 

JAKARTA (voa-islam.com) – Ribuan massa dari Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) dan Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, Senin (1/12/2014) kemarin.

Dalam aksi ini, para pendemo mengangkat Fakhrurrozi Ishaq sebagai gubernur DKI tandingan.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Achmad Nawawi mengatakan pengangkatan Gubernur tandingan itu menandakan bahwa warga Jakarta sudah tidak suka dengan gaya kepemimpinan Ahok. Bahkan dia mendukung aksi yang dilakukan oleh organisasi berasaskan islam tersebut.

“Saya dan anggota DPRD DKI siap untuk menampung aspirasi mereka. Asalkan tidak ricuh dan rusuh,” ungkapnya di depan Gedung DPRD DKI Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, sejak awal fraksinya tidak setuju Ahok dilantik menjadi Gubernur DKI. Bahkan meski sudah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fraksi Demokrat bersama Fraksi Koalisi Merah-Putih (KMP) menganggap Ahok masih menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta dan belum menjadi orang nomor satu ibu kota Jakarta.

Achmad beralasan, jabatan Ahok sebagai orang nomor satu di DKI belum legitimate terkait belum diputusnya landasan hukum Ahok sebagai gubernur.

“Soal pelantikan sedang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) kan dan menunggu keputusan Mahkamah Agung (MA),” terangnya. [PurWD/robiawan/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)