JAKARTA (voa-islam.com) – Masa emergency (tanggap darurat) musibah Garut yang terjadi sejak 22 September, diperpanjang hingga pertengahan Oktober 2016. Sebab, masih ada 19 korban yang belum ditemukan, RSUD Dr Slamet belum berfungsi 100%, dan sejumlah sekolah belum bisa memulai pembelajaran.

Menyambut seruan LAZIS Dewan Dakwah untuk membantu korban musibah Garut, SD Pelita Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menggalang donasi dari murid.

Penghimpunan sumbangan sukarela berlangsung selama empat hari. Hingga Jumat, 30 Oktober 2016, terkumpul donasi hampir Rp 20 juta. Ini berasal dari 643 anak, 20 kelas dari kelas 1 hingga 6.

“Alhamdulillah, kami sudah terbiasa menghimpun infak Jumat. Juga infak khusus seperti untuk bantuan sosial seperti bencana alam gunung meletus, banjir, gempa, dan lain-lain,’’ ujar Ny Masturi, kepala sekolah SD Pelita Pasar Minggu kepada M Rizqi dari LAZIS Dewan Dakwah, saat menyerahkan sumbangan untuk Garut, Jumat (30/9).

Zulfar, salah satu siswa kelas 4C, berkata, “Saya dan teman-teman senang bisa bantu, karena kami kasihan sama mereka yang nggak bisa sekolah, nggak punya seragam. Semoga uangnya bisa bermanfaat.”

Sedang Naufal, murid kelas 6C, menitip suntikan semangat untuk teman-teman sesama pelajar di Garut, “Jangan patah semangat, harus tetap semangat belajar untuk menggapai cita-cita. Jadilah anak pintar yang membanggakan agama dan negara.’’ [nurbowo/syahid]

Sumber: voa-islam.com/Senin, 6 Muharram 1438 H / 3 Oktober 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.177 kali, 1 untuk hari ini)