‘’Lho, kok yang ngaji cuma sedikit,’’ tanya Irwan Maulana dari LAZIS Dewan Da’wah saat berkunjung ke TPA Musholla Al Furqon Kampung Purebali, Jakarta Timur, Senin (16/1) siang.

‘’Iya, soalnya pada takut, katanya hari ini kita mau digusur. Surat pemberitahuannya sudah sejak hari Rabu lalu,’’ jawab Ny Muhalimah, aktivis komunitas Purebali, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Rawamangun.

Perempuan berusia 46 tahun itu mengungkapkan, sejak Rabu (11/1) kampung pemulung di sisi flyover Jalan Pemuda mendapat pemberitahuan mengenai rencana pengosongan lahan yang mereka tempati. ‘’Kami diberi waktu 1 x 24 jam untuk mengosongkan tempat ini,’’ kata Muhalimah yang tinggal di sebuah gubug kecil di RT 02 RW 02.

Entah kenapa, sampai empat hari setelah surat peringatan tadi, penggusuran tersebut belum dilaksanakan.

Karenanya Ny Muhalimah cukup lega. Maklumlah, pembinaan warga kampung ini baru saja menggeliat bangkit. Dengan dukungan dari donatur LAZIS Dewan Da’wah terutama Bamuis BNI 46, Ny Muhalimah bersama Umi Ruminah dan Ny Devi menghidupkan pembinaan kaum ibu dan anak-anak setempat.

Dua lokal bedeng kumuh mereka sulap menjadi Musholla Al Furqon. Selain untuk sholat, Musholla ini dijadikan kelas untuk Taman Kanak-kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA).

Dengan fasilitas yang mencukupi dan gratis, TK dan TPA Al Furqon jadi pilihan orangtua setempat untuk menitipkan anak-anak mereka.

‘’Alhamdulillah, murid TK-nya ada 40 anak, santri TPA ada 35 anak, dan ibu-ibu yang aktif di majelis taklim ada 30-an dari 70 yang terdaftar,’’ papar Ny Muhalimah, yang ditinggal kabur suaminya sejak 7 tahun lalu.

Ibu dua anak itu mengatakan, sejak TK Al Furqon dibuka, TK gratis yang dikelola aktivis gereja tak jauh dari situ, nyaris kehabisan murid. ‘’Anehnya, mereka buka terus tuh, padahal sudah nggak ada muridnya,’’ kata perempuan yang sehari-hari buruh di sebuah usaha catering ini.

Setiap Sabtu, kaum ibu jamaah Al Furqon mendapat bimbingan dari Tim Muslimat Dewan Da’wah yang dikomandoi Hj Andi Nurul Jannah. Materinya meliputi aqidah dan fiqih sehari-hari.

Umi Ruminah, mantan dosen IPB yang membina Musholla Al Furqon, menuturkan, sebenarnya kondisi fisik bangunan dan lingkungan Al Furqon memang sudah tak layak untuk kelangsungan proses belajar dan mengaji. Namun, ia ragu untuk merenovasi Musholla yang masih berdinding triplek dan atap sengnya bolong-bolong. Sebab, komunitas Purebali termasuk jamaah Al Furqon di situ tinggal menghitung hari. Sewaktu-waktu bisa digusur.

Walau begitu, Ny Muhalimah mengaku sudah mengantisipasinya. ‘’Saya sudah pesan kapling di depan, di pinggir jalan, untuk memindahkan Musholla Al Furqon. Lahannya lebih luas dan nyaman buat belajar,’’ katanya, sambil mendoakan para donatur LAZIS agar diberi kelapangan rejeki untuk membantu mewujudkan harapan jamaah Purebali.

Untuk mendukung program dakwah semacam itu, silakan mampir ke Gedung Menara Da’wah Jl Kramat Raya 45 Jakarta, Telp (021) 31901233; Fax (021) 3903291. Atau silakan SMS ke nomor 08128109391. (bowo)

ERAMUSLIM > INFO UMAT

http://www.eramuslim.com/berita/info-umat/Musholla-purebali-menghitung-hari.htm
Publikasi: Rabu, 18/01/2012 16:46 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 236 kali, 1 untuk hari ini)