MUSIBAH BESAR AGAMA…!! Persatuan Dukun Nusantara


 

MUSIBAH BESAR

 

PR besar untuk para ummat terkhususnya asatidzah dan da’i di negara kita ini. Kalau perkumpulan ini ada di Saudi, sudah hilang mereka semua, karena itu adalah perintah Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam.

 

Bagaimana kemunkaran sedikit demi sedikit dibela dan didiamkan di negara kita. Image dukun begitu jelek, akhirnya disebut paranormal agar indah, bahkan disebut pula orang pintar agar terdengar bagus.

 

Dan sekarang ada persatuannya dan bahkan menggelar festival santet.

 

Orang yang datang ke dukun

saja tidak diterima shalatnya selama 40 hari, apalagi mempercayainya, dan bahkan mendukungnya.

 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

« مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً».

 

“Barangsiapa yang mendatangi dukun dan bertanya sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari” (HR. Muslim)

 

Ini PR untuk kita bersama. Semoga bermanfaat.

 

(Ustadz Abdurrahman Al-Amiry)

 

portal-islam.id, Selasa, 09 Februari 2021 KABAR UMAT

***

Negeri Yang Paling Ditakuti Dukun 


Posted on 2 Juni 2016

by Nahimunkar.org


Dukun2 di Negara Saudi di Hukum Mati.

(Semoga di negeri kita juga ikut diberlakukan)

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan telah memenggal seorang wanita di provinsi Jawf Senin waktu setempat. Wanita yang sebelumnya telah dipenjara selama dua tahun ini didakwa atas praktek perdukunan, sebuah praktek yang tabu di Arab Saudi.

Seperti diberitakan oleh SPA, kantor berita resmi Arab Saudi, dilansir oleh Aljazeera, Selasa 13 Desember 2011, informasi pemenggalan disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi. Menurut pernyataan Kemdagri, wanita yang dipenggal tersebut bernama Amina Binti Abdul Halim bin Salem Nasser.

Dia dikatakan telah lama melakukan praktek perdukunan. Dalam pernyataan tidak disebutkan informasi lebih lanjut. Namun, menurut harian berbahasa Arab di London, al-Hayat, Amina yang berusia 60 tahun telah memperdaya warga Jawf dengan mengatakan dia dapat mengobati orang sakit dengan sihirnya.

Al-Hayat menuliskan bahwa Amina menarik bayaran US$800 atau sekitar Rp7,2 juta kepada setiap orang yang datang padanya. Dia ditangkap pada 2009 lalu.

Amina bukan orang pertama yang dipenggal akibat praktek perdukunan di Arab Saudi. Sebelumnya September lalu, seorang warga Sudan dihukum pancung di Saudi akibat membawakan acara ramalan di tv. Pada 2007, seorang warga negara Mesir juga dipenggal karena diduga merapal mantera untuk memutuskan tali perkawinan seseorang.

Tahun lalu, seorang pembawa acara televisi warga negara Lebanon divonis pancung karena membawakan program ramalan keberuntungan. Kabar terbaru, pengadilan Saudi akhirnya membebaskannya karena dinilai tidak merugikan orang lain.

Vonis mati karena perdukunan juga menimpa salah satu TKW asal Indonesia di Saudi. Ditahan sejak 2009 lalu, Sumartini, diduga menggunakan santet untuk melenyapkan anak majikannya.

Menurut lembaga Amnesti Internasional, tahun ini Arab Saudi telah memenggal 73 orang akibat berbagai kasus. Jumlah tervonis mati di Saudi berbeda dari tahun ke tahun. Tahun lalu, jumlah eksekusi hanya 27 orang. Tahun 2009, jumlahnya lebih banyak, yaitu 67 orang.

Sumber : news.viva.co.id/gizanherbal.wordpress.com

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 508 kali, 1 untuk hari ini)