.

 

Namanya juga saling kampanye. Jadi ada janji dukungan dan ada janji ini itu. Perkara nanti janji-janji itu hanya palsu belaka, yang penting kan sudah janji. Apa memang begitu? Wallahu a’lam.

Setelah aneka janji ada yang jelas terbukti banyak bohongnya, lalu ada juga yang berjanji: Tetap akan blusukan.

Sejak kapan blusukan itu bernilai prestasi di Indonesia? Para pengamat independen mungkin perlu mengamati pula.

Soal janji-menjanji, atau adu “prestasi », inilah di antara beritanya.

***

 

Sudah 600-an Elemen Masyarakat Deklarasikan Kemenangan Prabowo-Hatta

 

Jakarta, Beritaempat.com – Wakil Sekretaris Pemenangan Nasional Capres-Cawapres Prabowo-Hatta, Majen TNI (Purn) Sutrisno menyatakan kubu koalisi Merah Putih semakin optimis akan memenangkan Pilpres 9 Juli nanti.

“Hingga hari ini sudah ada 600-an elemen yang deklarasi mendukung Prabowo Hatta di rumah Polonia Jaktim, belum termasuk deklarasi diberbagai tempat lainnya,” ujar Majen TNI (pur) Sutrisno usai menerima dukungan dari Gabungan Persaudaraan Pemuda Muslim Sukabumi di rumah Polonia, Jaktim,Rabu (18/6).

Atas dukungan para Relawan, Sutrisno mengaku semakin yakin, optimis elektabilitas Prabowo-Hatta naik secara pasti.

“Mereka mulai panik, sesuai laporan dari daerah daerah posisi Prabowo-Hatta sudah naik meski hasil survei dipaksakan agar lawan berada di posisi atas,” ungkapnya.

Lawan mulai galau dan panik setelah elektabiltas Prabowo-Hatta tidak terbendung di berbagai daerah. “Baleho kita di jalanan tidak masalah di rusak, siapa yang melakukan masyarakat sudah tahu sendiri,” tegas Majen TNI (purn) Sutrisno.

Sementara itu, salah satu pimpinan Gabungan Persahabatan Pemuda Muslim Sukabumi ustad Asep menargetkan 70 persen suara untuk Prabowo Hatta di wilayah Sukabumi.

“Saat ini anggota GPPM Sukabumi ada 25 ribu, belum termasuk jaringan ke keluarga dan sekitarnya, kita targetkan 70 persen suara untuk pasangan nomor urut 1 Prabowo Hatta,” pungkasnya.

Dadang Sugandi • Rabu, 18 Juni 2014 – 13:27

***

Purnawirawan TNI/Polri Angkatan 71 Dukung Prabowo-Hatta

Juniarto • Rabu, 18 Juni 2014 – 17:24

Jakarta, Beritaempat.com – Mantan Ketua Fraksi TNI/Polri Letjen TNI (Purn) Slamet Supriadi dan Mantan wakapolri Komjen (Purn) Adang Dorodjatun memimpin Deklarasi purnawirawan TNI/Polri Angkatan 71 untuk mendukung Pasangan Capres-Cawapres Nomor urut 1 Prabowo Subianto Hatta Rajasa di Rumah Polonia, Jaktim, Rabu (18/6).

“Kami dari angkatan liting 71, 72 dan 73 secara pribadi bukan atas nama institusi secara resmi mendukung Prabowo-Hatta,” ujar Letjen TNI (Purn) Salmet Supriadi.

Slamet melanjutkan, dirinya hadir di sini untuk menggunakan jaringan masing-masing untuk memenangkan Prabowo Hatta dalam Pilpres 9 Juli nanti.

“Sebagai purnawirawan yang menjadi kakak di pendidikan Akabri, mengetahui siapa Prabowo sebenarya. Untuk itu bangsa indonesia saat ini membutuhkan sosok kepemimpinan seperti Prabowo,” tegasnya.

Hal senada juga disampikan Komjen (Purn) Adang Daradjatun, yang menilai Prabowo Subianto sangat diperlukan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia dan kedaulatan bangsa ditengah persaingan dunia saat ini.

Mahfud MD yang langsung menerima deklarasi dukungan menyampaikan terimakasihnya. Dengan dukungan para purnawirawan menjadikan mesin koalisi merah putih semakin kuat optimis untuk menuju kemenangan.

“Dukungan kakak kelas Prabowo di AKabri berarti penting diketahui bahwa Prabowo yang sebenarnya. Hanya dengan kepemimpinan Pak Prabowo dan Hatta Rajasa kedaulatan bangsa dapat terjaga dari ancaman dalam dan luar negeri,” kata Ketua Tim Nasional Pemenangan Prabowo-Hatta ini.

***

 

Jokowi Janji akan Tetap Blusukan Jika Jadi Presiden

Majalengka, Beritaempat.com – Joko Widodo berjanji tidak akan berubah jika menjadi presiden dalam Pilpres tahun ini. Ia akan tetap blusukan keluar masuk kampung dan pasar untuk mengetahui kondisi masyarakat.

“Kalau saya jadi presiden, Insya Allah tetap sama. Saya akan tetap blusukan untuk mengetahui persoalan masyarakat yang sebenarnya,” kata Jokowi saat memberikan sambutan di hadapan ratusan warga di Lapangan Panahan, Universitas Majalengka, Jawa Barat, Rabu (18/6).

Semasa menjadi Walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta ia rajin mengunjungi pasar tradisional, kaum buruh, dan petani. Untuk mengetahui persoalan dalam masyarakat serta berusaha mengatasinya secara bertahap.

“Jika saya terpilih menjadi presiden, saya tidak ingin hanya duduk saja di kantor dan menerima laporan dari bawahan,” ungkapnya.

Ia mengatakan permasalahan tidak akan selesai kalau solusi dibuat berdasarkan laporan yang belum tentu mencerminkan kondisi nyata dalam masyarakat. Namun, bisa diketahui dengan turun langsung ke lapangan.

“Kalau laporannya ABS (Asal Bapak Senang), maka masalahnya tidak akan selesai,” katanya.

Ayit Suyitno • Rabu, 18 Juni 2014 – 18:45

***

Resiko harus ditanggung

Ingat, dalam Islam, janji itu adalah utang, maka wajib dibayar. Hingga perbuatan menyeleisihi janji adalah salah satu tanda orang munafik. Sedang orang munafik, tempatnya di kerak neraka.

Persoalannya, bagaimana kalau seseorang malah mencintai orang munafik. Nah, itulah persoalan besar. Apalagi bila mengingat hadits bahwa seseorang itu (di akherat kelak) beserta orang yang dicintainya. Misalnya ketika di dunia justru mencintai orang-orang yang mendukung pelacuran, ya tentunya akan digabungkan dengan mereka yang busuk-busuk tekadnya itu. Itulah resiko yang harus ditanggung. Makanya, hidup ini harus digunakan sebaik-baiknya untuk mengikuti aturan Islam yang jelas-jelas dijanjikan surga bagi yang beriman dan beramal shalih ikhlas hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Sama-sama akan menanggung resiko, yang menentang Islam akan masuk neraka, sedang yang beriman dan beramal shalih dengan ikhlas lilLahi Ta’ala, resikonya ni’mat, yaitu masuk surga. Pilih mana.

Ancaman neraka dan janji surga itulah janji yang paling pasti, tidak akan diselisihi. Kalau di dunia ini orang sering tergiur janji-janji padahal tidak pasti, anehnya kenapa tidak tergiur janji yang jelas pasti? Betapa ruginya kalau begitu. Di dunia sudah tertpu, di akherat tidak cukup bekal. Rugi!

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 723 kali, 1 untuk hari ini)