SEORANG warga Muslim Cham Kamboja telah mengungkapkan fakta-fakta luar biasa tentang pembunuhan massal dan penganiayaan terhadap Muslim di tangan kader Khmer Merah pada akhir 1970-an.

Kesaksian mengejutkan itu datang pada Senin kemarin (7/9/2015) saat sidang kedua atas mantan pemimpin Khmer Merah yang masih hidup, di mana Sen menceritakan penderitaan warga Muslim dan penargetan Khmer Merah terhadap mereka pada saat itu.

Sidang, yang didukung oleh PBB, adalah yang kedua diadakan bagi para pemimpin Khmer yang masih hidup, yaitu “Saudara Nomor Dua” Nuon Chea, 89 tahun, dan mantan kepala negara Khieu Samphan, 84 tahun, keduanya sudah divonis penjara atas kematian hingga dua juta warga Kamboja pada 1975-1979.

Sen, 63 tahun, menggambarkan bagaimana ia dan Muslim lainnya harus tunduk pada perintah pembunuhan massal, dipaksa makan daging babi dan menyaksikan AlQuran dibakar oleh tentara Khmer Merah.

Dia mengatakan Muslim Cham, kelompok minoritas terbesar di Kamboja, dilarang berbicara dengan bahasa mereka atau mereka akan menghadapi eksekusi mati oleh tentara Khmer Merah.

“Jika mereka (tentara Khmer Merah) mendengar kami berbicara bahasa Cham, kami akan dibawa pergi dan dibunuh,” ujar Sen, sembari menambahkan bahwa ia secara pribadi melihat bagaimana tentara Khmer Merah menyeret puluhan Muslim Chams dengan perahu ke sungai yang dalam dan membiarkan mereka semua mati tenggelam.

Sen juga mengatakan bahwa wanita Muslim dilarang berjilbab dan dipaksa untuk memotong rambut mereka.

Ia mengatakan umat Islam dipaksa untuk makan daging babi, sementara Al-Quran dikumpulkan dari rumah-rumah warga kemudian dibakar di depan mereka.

“Kami benar-benar dilarang beribadah dan jika kami melakukan kesalahan kecil saja, kami akan ditangkap dan dibunuh,” kata Sen, yang kehilangan istri dan anaknya, tapi berhasil melarikan diri dari tahanan rumah.

Dalam sidang saat ini, mantan pemimpin Khmer Merah menghadapi tuduhan atas pembunuhan kelompok etnis utama, termasuk Vietnam dan minoritas Muslim.[fq/islampos] Selasa 24 Zulkaedah 1436 / 8 September 2015 05:55

(nahimunkar.com)

(Dibaca 778 kali, 1 untuk hari ini)