Penderitaan Muslim Rohingnya di Myanmar

.

 

Rohingnya (An-najah.net) – Seorang gadis muslimah Rohingnya 16 tahun dipaksa untuk pindah ke agama Budha karena tidak mau kemudian ia disiksa akhirnya diperkosa secara bergantian oleh Polisi Myanmar. Hal ini dikutip dari Anadolu Agency(AA), Rabu (5/1).

Gadis yang tidak mau disebut namanya ini, mengatakan kepada Anadolu Agency  bahwa dia dipaksa konversi agama ke agama Budha dan dia diperkosa oleh sekelompok polisi dan warga Rakhine setempat bersamaan pembantaian di desa DU Chee Yar Tan, Negara bagian rakhine, Myanmar.

Gadis itu mengatakan ketika dia bersama ibunya dan bibinya mau melarikan diri, polisi Myanmar menangkapnya. “Polisi membawa saya ke tempat pasar antara desa Du Chee Yar Tan dan desa Rakhine Khayae Myuing.” katanya.

Ditengah-tengah penyekapan itu, gadis itu dipaksa untuk konversi  agama dari Islam ke Budha. Karena ia tidak mau maka ia disiksa kemudian di perkosa secara bergantian.

“Polisi berbicara kepada saya, untuk konversi ke agama Budha, maka saya jawab tidak, saya menolak untuk pindah” kata gadis umur 16 tahun itu kepada AA.

Gadis itu menambahkan saya ditampar, dipukuli dengan tongkat kemudian diperkosa secara bergantian.

Menurut, Anadolu Agency setidaknya 50 orang tewas bulan lalu ketika sekolompok umat budha setempat yang didukung oleh polisi, melakukan pembantaian dengan membunuh orang tua, wanita, dan anak-anak.

Polisi dan sekelompok umat Budha membakar rumah penduduk yang beragama muslim. Namun, ketika warga muslim ingin memadamkan api malah mereka ditembaki oleh polisi Myanmar. (Anwar/annajah) Publikasi: Kamis, 5 Rabiul Akhir 1435 H / 6 Februari 2014 12:38

***

Betapa kejam dan sadisnya

Betapa kejam dan sadisnya orang-orang budha dan aparat Myanmar itu terhadap Umat Islam. Padahal nyawa seorang Muslim itu sangat berharga. Sedangkan memurtadkan itu debih sadis lagi. itulah bukti nyata betapa kerasnya orang-orang musyrik terhadap Umat Islam.

Firman Allah Ta’ala:

{وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ } [البروج: 8]

8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (QS AL-BURUJ/ 85: 8)

{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS AL-MAAIDAH: 82.)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Pemurtadan

Pemurtadan itu menurut Al-Qur’an adalah lebih dahsyat bahayanya dibanding pembunuhan fisik. Karena kalau seseorang itu yang dibunuh badannya, sedang hatinya masih beriman (bertauhid), maka insya Allah masuk surga. Tetapi kalau yang dibunuh itu imannya, dari Tauhid diganti dengan kemusyrikan atau kekafiran, maka masuk kubur sudah kosong iman tauhidnya berganti dengan kemusyrikan/ kekafiran; maka masuk neraka selama lamanya. Hingga ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ  [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan dan pemurtadan yang dilakukan orang budha dan polisi Myanmar terhadap Muslimah Rohingya bahkan denga memperkosanya ramai-ramai. Kenapa dunia dan bahkan pemimpin Indonesia yang tergabung dalam ASEAN seakan tutup mata?

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.773 kali, 1 untuk hari ini)