MYANMAR– Ahad (22/02/15) Attallah Nur, jurnalis dan aktivis HAM sekaligus pimred Kantor Berita Rohingya, mengatakan, muslimin Rohingya menuntut pencabutan larangan masjid-masjid di Arakan dan mengizinkan untuk merenovasinya serta menghapus undang-undang larangan membangun masjid.

Mereka juga meminta kepada muslimin di seluruh dunia untuk membantu mereka membekali masjid-masjid dengan mushaf dan kasur serta memberikan tunjangan masjid berupa gaji untuk para imam dan muadzin.

“Muslimin Rohingya meminta pemerintah Burma untuk mengalokasikan dukungan untuk masjid-masjid itu dan markas-markas Islam hingga mampu memenuhi kebutuhannya. Mereka juga meminta kepada muslimin secara umum di seluruh dunia untuk mendukung masjid-masjid itu agar bisa memakmurkan dan memeliharanya” tambah Nur.

“Aku tidak bisa memperkirakan adanya statistik yang akurat tentang jumlah masjid-masjid di Burma. Itu karena penyebaran muslimin di beberapa wilayah ditambah tidak adanya koordinasi antara mereka” ujarnya.[usamah/rohingya] Senin, 5 Jumadil Awwal 1436 H / 23 Februari 2015 20:22 wib

(nahimunkar.com)