NABI PALSU

Ilustrasi: salam-online.com

MUI Kutai Timur: 120 item ajaran nabi palsu Bantil yang tidak bisa membaca Al-Qur’an ini  sesat menyesatkan

  • Memungut uang 170 juta atas nama zakat diri. Tiap orang wajib zakat diri pertahun 1 juta rupiah. Yang bayar zakat diri pasti langsung masuk surga.
  • Puasa Ramadhan hanya wajib sehari, karena lafal syahri (bahasa Arab artinya bulan) dia selewengkan jadi sahari artinya sehari.
  • Membuat perkampungan sendiri dengan sebutan Gerbang Surga
  • Memiliki kamar rahasia yang disebut ka’bah untuk penyucian diri, diduga dengan para wanita.

Inilah berbagai berita mengenai Bantil sang nabi palsu di Kaltim.

***

Jumat, 14 Desember 2012

Ajaran Bantil Dipastikan Sesat

SANGATTA. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim, Rabu (12/12) malam,  menyatakan sepakat bahwa ajaran yang disebarkan Bantil alias Guru Besar alias Syeh Muhammad adalah sesat. Sebab, ajaran tersebut jauh menyimpang dari ajaran Islam. Apalagi,  dari pemeriksaan intensif oleh kepolisian Bantil sendiri mengakui bahwa semua ajarannya salah.

Dalam rapat MUI yang dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kutim, Polres Kutim, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Dewan Masjid Indonesia Kutim, Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) dan Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI)
Saat membuka rapat tersebut Ketua MUI Kutim Shobirin Bagus menyebut, dari hasil beberapa rapat sebelumnya telah digelar, MUI menyimpulkan ada 20 item yang menjadi indikasi ajaran oleh Bantil disebut sesat dan menyesatkan. Diantaranya, konsep zakat diri dengan nilai Rp 1 juta per tahun.
“Dalam Islam memang ada zakat diri atau zakat fitrah. Zakat ini dikeluarkan setiap tahun, namun besarannya hanya 2,5 kilogram dari makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari. Namun dalam kasus Bantil, zakat diri diartikan kalkulasi dari 2,5 persen biaya kebutuhan hidup yang dikeluarkan pengikutnya setiap bulan. Sehingga jika pengeluarannya rata-rata Rp 900 ribu perbulan, maka yang dikeluarkan setiap bulan Rp 75 ribu yang digenapkan setahun menjadi Rp 1 juta. Jumlah ini kemudian mengikuti umur dari pengikutnya. Misalnya, ketika bergabung dalam usia 35 tahun, maka harus membayar Rp 35 juta,” jelas Shobirin.

Kemudian, pengucapan dua kalimat syahadat bagi pengikut yang hendak mengikuti ajaran Bantil, meskipun sebelumnya sudah memeluk agama Islam. Bahkan, pengucapan dua kalimat Syahadat ini harus dilakukan bersama dan dalam pantuan Bantil. Sebab, jika tidak maka dinilai tidak sah.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kutim Fahmi Rasyat mengakui, sebenarnya jika melihat dari 4 item saja, ajaran yang dilakukan oleh Bantil dapat dikatakan sesat. Pertama, Bantil mengajarkan alirannya tersebut dengan dirahasiakan. Sebab, pada saat Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu langsung disampaikan kepada sahabat dan langsung dijelaskan maknanya. Namun tidak demikian dengan Bantil, yang tidak bisa membaca al-Quran. Ada waktu-waktu tertentu beliau mengajarkan alirannya pada muridnya. Yang diajarkan pun tidak sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW. Kemudian Bantil juga mengajarkan kalau muridnya hanya diwajibkan puasa sehari saja selama bulan Ramadhan. Bantil berpedoman, bahwa dalam niat puasa ada bacaan yang menyebutkan “sahari” (dalam bahasa arab Syahri artinya sebulan-red). Padahal menurut Islam, puasa Ramadhan wajib dilaksanakan selama 1 bulan. Ini jelas sangat menyimpang dari ajaran Islam. “Kemenag sepakat bahwa aliran ini sangat sesat. Dan apabila tidak ditangani akan menyebar ke tempat-tempat lain. Apalagi kalau salah satu pengikuatnya merupakan orang penting, akan lebih sulit dibubarkan,” kata Fahmi.
Sementara Kasat Reskrim Polres Kutim IPTU Syakir Arman yang hadir dalam rapat tersebut menyebutkan, hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan, 99 persen laporan yang dituduhkan terhadap Bantil diakui semuanya benar. Bahkan, Bantil sendiri mengakui kalau ajaran yang dilakukannya tersebut salah.

Disebutkan, untuk saat ini pasal yang dapat disangkakan  terhadap Bantil adalah Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 378 Tentang Penggelapan. Karena bukti-bukti telah lengkap. Termasuk pengakuan Bantil, bahwa uang yang diserahkan pengikutnya tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.
“Kami sangat setuju jika tersangka juga dikenakan pasal 156 a tentang penistaan agama. Namun untuk membuktikannya harus memenuhi 2 unsur. Hanya saja, masalah ini bisa terbantu dengan Peraturan Presiden Nomor 1/PNPS/1965 yang menegaskan, bahwa bisa dikenakan pasal tentang penistaan agama. Misal jika ajaran tersebut merupakan ajaran Islam dan kemudian menyimpang, kemudian dikeluarkan penetapan bersama serta peringatan bahwa ajaran tersebut terlarang dan tidak boleh diajarkan lagi. Kalau tetap dilakukan baru bisa dikenakan pasal Penistaan Agama,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga terus mencari bukti terkait dugaan kasus lain yang dilakukan oleh Bantil selama mengajarkan alirannya, salah satunya terkait perzinahan dan pencabulan. “Ada pasal lain yang dikorek, yakni penyerahan diri ibu-ibu muda. Karena sementara, tidak ada yang mengaku. Tapi tetap akan dikorek kearah itu. Intinya kami masih mengorek data terkait masalah itu,” tambah Syakir. (jn/agi) http://sapos.co.id

***

Rabu, 12 Desember 2012

Nabi Palsu Diduga Tiduri Istri Anggotanya

Punya Kompleks Bernama Gerbang Surga

SANGATTA. Pemeriksaan terhadap Bantil (48),  warga Jl APT Pranoto Sangatta,  terus berlanjut. Hal ini untuk mengungkap berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Selain penipuan, dia juga diduga menistakan agama, perzinahan dan pencabulan terhadap anggotanya.

Kapolres Kutim AKBP Budi Santosa menyebut, pemeriksaan terhadap Bantil yang oleh anggotanya disebut nabi itu, dilakukan secara intensif. Bahkan, Kejari Sangatta membantu penyidik Polres untuk memperdalam keterangan.

“Pak Kajari (Didik Farkhan, Red) menunjuk seorang jaksa untuk memantau perkembangan kasus ini. Sebab, selain penipuan yang sudah disangkakan, Bantil juga dilakukan melakukan tinda pidana lain,” jelas Kapolres.

Menurutnya, yang agak sulit dibuktikan adalah perzinahan dan pencabulan. Karena harus ada pengakuan. Sementara saksi mata hampir dipasti tidak ada.

“Tapi ada titik terang, karena ada mantan anggotanya yang mengakui melihat apa yang dilakukan tersangka di kamar rahasia yang oleh tersangka disebut kakba,” jelas Budi.

Kemunculan Bantil cukup meresahkan warga Sangatta. Apalagi belakangan terungkap, kalau yang direkrut sebagai anggota hanya perempuan. Jika sudah terdoktrin, si anggota berkeinginan tetap berada di kompleks rumah Bantil. Bahkan banyak yang mengajak keluarganya untuk bermukim di sana.
Karena itu, perkampungan yang dibangun Bantil sejak beberapa tahun lalu dan dinamai Gerbang Surga, kini dihuni sekitar 40 kepala Keluarga (KK). Sementara di luar, juga masih ada pengikutnya, yang belum sempat masuk bermukim di lokasi tersebut.

“Anehnya, kalau sudah jadi anggota, ternyata perempuan itu sudah berubah. Mereka tidak mau lagi melayani suami, tidak urus anak dan pemarah. Jadi kami berharap ada pengakuan dari anggotanya yang mau bertobat nantinya,” harap Kapolres.

Dia juga menegaskan, untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, Polres Kutim saat ini menjaga kompleks tersebut untuk mencegah dari hal-hal yang tak diinginkan.

Seperti diberitakan, seorang yang mengaku  sebagai guru, oleh pengikutnya disebut sebagai nabi, ditangkap polisi atas pengaduan mantan muridnya berinisial A. Bantil yang juga memiliki nama lain  yakni Syeh Muhammad itu, ditangkap dengan tuduhan penipuan dan penggelapan dengan kerugian korban pelapor Rp 170 juta.

Atas perbuatannya,  tersangka yang sejak kemarin ditahan, dijerat dengan pasal 372 KUHP serta pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (jn/ica)  sapos.co.id

***

Di Kaltim, Nabi Palsu Dipolisikan

Sangatta – Spirit Islam : Seorang pria yang mengaku sebagai nabi ditangkap polisi, Senin (10/12/2012) kemarin.

Pria yang diketahui bernama Bantil (48) alias Guru Besar alias Syekh Muhammad itu, dilaporkan telah melakukan penipuan dan penggelapan oleh mantan pengikutnya sendiri.

Tersangka ditangkap di sebuah perkampungan di Jalan APT Pranoto Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.

Tidak sedikit personel polisi yang diturunkan untuk operasi ini.  Melibatkan 1 pleton jajaran Polres Kutim, 1 pleton jajaran Polres Bontang yang sedang BKO di Kutim, serta 1 pleton perwira Polres Kutim.

Sementara barang bukti yang diamankan antara lain bangunan menyerupai ka’bah yang di dalamnya terdapat boneka, kelambu kuning, pita kuning, kuitansi, dan uang tunai.

Kendati demikian, Kapolres AKBP Budi Santosa didampingi Kasat Reskrim Iptu Syakir Arman belum bisa memastikan apakah aliran yang diajarkan oleh Bantil itu masuk kategori sesat atau tidak.

Pasalnya, polisi masih menunggu keluarnya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia mengatakan, penangkapan itu bermula saat polisi mendapat laporan dari warga yang mengaku sebagai salah satu pengikut Bantil.

Tersangka dilaporkan meminta uang Rp 170 juta kepada korban. Katanya, uang itu digunakan untuk zakat diri agar korban terbebas dari dosa. Parahnya, jika korban tidak bisa memberikan uang dalam jumlah tersebut, maka istri korban dijadikan sebagai gantinya.

“Dari laporan ini kami kemudian melakukan penyelidikan terkait masalah zakat diri ini apa. Kalau di ajaran lain dari Islam, mungkin unsur penipuannya tidak kena. Namun saat itu yang bersangkutan mengaku itu ajaran Islam, sehingga kami berkonsultasi dengan Kantor Kementerian Agama dan MUI, ternyata ketentuan itu tidak ada,” ungkap Syakir.

“Apalagi, pada saat korban menyerahkan zakat diri tersebut, korban mengaku ada pengaruh di bawah alam sadar atau yang dikenal gendam atau hipnotis. Jadi dasarnya ini, makanya dikenakan Pasal 372  tentang Penipuan dengan Pasal 378 tentang Penggelapan, dan tersangka langsung kami amankan,” jelas Syakir.

Lalu, apakah tersangka bisa dijerat dengan Pasal 156 tentang Penistaan Agama? Terkait hal ini, Syakir kembali menegaskan jika pihaknya masih melakukan pendalaman kasus. Sebab, polisi juga masih menunggu keluarnya fatwa dari MUI.

“Karena yang bisa dibuktikan sekarang adalah terkait unsur penipuannya. Makanya itu (penipuan, red) yang kami tindak,” imbuhnya.

“Selain itu, juga untuk menghindari pergerakan massa terkait dugaan penistaan agama oleh pelaku. Ini saja saya masih merasa terlambat. Tapi ya itulah mekanisme penyelidikan, sehingga bisa melakukan penangkapan,” sebutnya.

Syakir juga menambahkan, sebelumnya memang sempat muncul kasus terkait masalah ini pada 2008. Hanya saja, saat itu tersangka belum melakukan pungutan sehingga belum menimbulkan kerugian terhadap pengikutnya.

“Saat itu memang sulit untuk menjerat tersangka, karena belum memiliki cukup bukti. Makanya setelah bukti cukup, tersangka langsung kami amankan. Saat diperiksa tersangka tidak mengaku semua terkait tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Semuanya dibantah langsung. Hanya pada saat pengikutnya diperiksa, baru ketahuan bahwa memang ada ‘zakat’ yang diberikan,” kata Syakir.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu yang menyesatkan. Khususnya dengan melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu kemanan dan ketertiban di wilayah Kutim.

“Serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum. Sebab, jika terbukti melanggar pasti akan kami tindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Jadi jangan sampai main hakim sendiri,” pungkasnya.(radarbanjarmasin/salam/atb) samitaqi | 11 Desember 2012

***

Berlangsung sejak tahun 2006

Sementara itu radiogwp.com memberitakan, menurut keterangan yang dihimpun menyebutkan, ajaran guru Besar berlangsung sejak tahun 2006 lalu. Pengikutnya pun sudah mencapai 50 orang lebih. Guna menjauhi anggapan miring masyarakat, merekapun mendirikan perkampungan di jalan APT Pranoto Sangatta Utara. Ajaran merekapun sempat mendapat sorotan massa bahkan sempat mencuat pada tahun 2008 lalu. Namun karena minimnya bukti oleh kepolisian, Bantil beserta pengikutnya terbebas dari jeratan hukum. Informasi lain menyebutkan bahwa guru Bantil dengan bebasnya dapat menggauli istri para pengikutnya bahkan jumlahnya sudah mencapai belasan orang. Alasannya pun sebagai pensucian diri. Bahkan, ada kabar yang menyebutkan jika sipengikut perempuan ingin berhubungan badan dengan suaminya, harus lebih dulu mendapatkan izin dari guru Bantil, jika tidak mendapat izin maka tidak dapat digauli.

Ritual tempat penyucian diri itu pun berupa kamar dan memiliki kelambu lengkap dengan kamar mandi dan WC. Sementara jika dilihat dari luar, bangunan tersebut menyerupai Ka’bah. Namun saat dikonfirmasi, para pengikut Bantil pun enggan memberikan komentar. Baik pengikut laki-laki maupun pengikut wanitanya. (GWP)

***

Perkampungan Nabi Palsu Dijaga Ketat Polisi

Posted by support on Tuesday, December 11, 2012 ·

Sangatta — Kapolres Kutim AKBP Budi Santosa mengakui pemeriksaan terhadap Bantil, yang oleh nggotanya dinobatkan sebagai nabi atau wali dari Allah, dilakukan secara intensif. Bahkan, dalam kasus ini Kejari Sangatta membantu Polres untuk ikut memantau kasus ini, dalam penyidikan karena banyak hal yang perlu diperdalam.  “Pak Kajari (Didik Farkhan,Red) menunjuk seorang  jaksa untuk memantau perkembangan kasus ini, kalau masih ada yang kurang. Sebab, selain kasus yang sudah dapat dibuktikan yang disangkakan padanya yaitu penipuan dan penggelapan sehingga ditangkap, masih ada beberapa  dugaan tindak pidana lain yang dilakukan.  Termasuk memiliki dua KTP,  serta percabulan dan perzinahan,” jelas Kapolres Kutim AKBP Budi Santosa.

Yang akan sulit dibuktikan adalah perzinahan atau percabulan. Sebab, perbuatan itu sulit disaksikan orang, jadi harus ada pengakuan.  Karena itu, pihaknya harus memeriksa sebanyak mungkin saksi, untuk dimintai keterangan terkait dengan masalah ini.“Tapi ada titik terang, karena ada mantan anggotanya yang mengakui melihat apa yang dilakukan tersangka dalam kamar rahasia, yang oleh tersangka disebut Ka’bah,” jelas Budi.

Isu terkait dengan perzinahan yang dilakukan  tersangka memang sangat santer diluar, sehingga meresahkan masyarakat. Hanya belum ada pengakuan dari pihak perempuan yang pernah  jadi korbannya. Hanya saja,  yang jadi pertanyaan, kenapa  tersangka ini yang direkrut jadi anggotanya rata-rata perempuan. Setelah perempuan ini masuk anggotanya,  kebanyakan  terus ingin masuk kompleks tersebut. Bahkan, banyak yang mengajak keluarga untuk pindah dan bermukim di lokasi tersebut. Karena itu, perkampungan yang dibangun tersangka sejak beberapa tahun lalu, yang dinamai Gerbang Surga, kini dihuni sekitar 40 kepala Keluarga (KK). Sementara diluar, juga masih ada pengikutnya, yang belum sempat masuk bermukim di lokasi tersebut

“Anehnya, kalau sudah jadi anggota, ternyata perempuan itu sudah berubah. Mereka tidak mau lagi melayani suami, tidak urus anak dan sering jadi pemarahan. Jadi kami berharap ada pengakuan dari anggotanya, yang mau bertobat nantinya,” harap Budi.

Meskipun diakui dengan penangkapan Bantil, sangatta kini kondusif, namun pihaknya tetap menjaga segala kemungkinan. Karena itu pihaknya menugaskan Polsek Sangatta  menjaga komplek tersebut.

Penjagaan terutama dilakukan terhadap penghuni kampung, termasuk menjaga kemungkinan adannya orang luar yang masuk dengan maksud lain. (GWP)radiosgwp.com

***

Tak Perlu Tunggu Fatwa MUI untuk Katakan Sesat

Soal Ajaran Nabi Palsu Syeh Muhammad

Rabu, 12 Desember 2012, Kaltim

SANGATTA – Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim Fahmi Rasyad mengatakan, tidak perlu menunggu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menilai ajaran Guru Besar Bantil atau Syeh Muhammad yang kini ditahan kepolisian. Pasalnya sesuai pengakuan mantan pengikut Syeh Muhammad serta informasi di lapangan,  Islam tidak pernah mengajarkan adanya zakat diri. Dimana mekanisme pembayarannya sesuai dengan umur santri.

“Tidak ada setahun kita diharuskan bayar zakat diri sesuai umur misal 25 tahun bayarnya Rp 25 juta dan seterusnya,” kata Fahmi. Di dalam syariat Islam, setiap muslim hanya wajib membayar zakat fitrah dan zakat harta.

 “Dan kalau membayar zakat itu langsung masuk surga maka tidak benar, tapi hukumnya wajib. Kalau ajaran Guru Bantil itu bayar zakat diri pasti langsung masuk surga itu salah,” terangnya.

Belum lagi di Polres, ketika tersangka diajak salat ashar dan zuhur, pria yang mengaku nabi itu malah enggan menunaikan. Ia hanya percaya dengan bisikan setan atau jin. Dikatakan Fahmi, hal seperti itu nantinya Kemenag akan membina sekaligus meminta pertolongan kepada dua organisasi besar Islam yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk meluruskan akhlak dan akidah pengikutnya supaya kembali ke jalan yang benar. Berkiblat ajaran sesuai petunjuk Alquran dan hadis.

Menurut dia, setelah ditinggal Syeh Muhammad, otomatis pengikutnya yang terletak di perkampungan Jl APT Pranoto Kecamatan Sangatta Utara sedikit demi sedikit pasti kembali sadar. Karena selama ini mereka didoktrin dan dihipnotis tersangka.

“Disitulah saat yang tepat kami mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. Nanti kami tanyain lagi satu-satu awalnya mereka menganut paham apa sebelum menganut ajaran Guru Bantil, kalau NU pasti kami minta NU untuk dibina, kalau Muhammadiyah, juga kami mintai tolong,” terangnya.

 “Insya Allah kalau kita berpegang teguh Alquran dan hadis umat Islam tidak akan pernah sesat. Sebaliknya bila tidak berpegang pada dua sumber itu pasti umat mudah dimasuki atau didoktrin sumber menyimpang. Itu jadi musuh bersama,” tambah Fahmi.

Seperti diketahui, Syeh Muhammad  diamankan pihak kepolisian lantaran diduga melakukan tindakan penipuan serta disinyalir mengajarkan ilmu agama Islam aliran sesat. Warga disekitar rumah nabi palsu di Jalan APT Pranoto, Sangatta Utara,  tak jauh dari Jembatan Kampung Kajang, banyak curiga karena apa yang diajarkan melenceng jauh dari ajaran Islam. (ede/ind) kaltimpost.co.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.152 kali, 1 untuk hari ini)