Nabi Palsu Rohmansyah_834627341

  • Rohmansyah Warga Desa Nyenang Kec.Cipeundeuy Kab. Bandung Barat telah menyebarkan ajaran sesatnya yakni melarang shalat wajib 5 waktu, meyakini Candi Borobudur adalah Baitullah (Ka’bah).
  • JPU (Jaksa Penuntut Umum) menilai Rohmansyah telah melanggar  Ketetapan Presiden No.1/PNPS/1965 serta melanggar KUH Pidana tentang penodaan atau penistaan agama. Sehingga JPU menyatakan terdakwa terbukti secara dan meyakinkan melakukan tindak pidana penistaan ajaran agama Islam.

Inilah beritanya.

***

Rohmansyah, ‘Nabi Palsu’ dari Cimahi Dituntut Dua Setengah Tahun Penjara

Kamis, 21 Februari 2013

Hidayatullah.com—Sidang kasus penodaan agama Islam dengan terdakwa Rohmansyah (53) akhirnya dituntut hukuman dua setengah tahun penjara.Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asril, SH saat membacakan surat tuntutannya di ruang sidang Pengadilan Negeri Bale Bandung, Rabu (20/2/2013).

JPU menilai Rohmansyah telah melanggar  Ketetapan Presiden No.1/PNPS/1965 serta melanggar KUH Pidana tentang penodaan atau penistaan agama. Sehingga JPU menyatakan terdakwa terbukti secara dan meyakinkan melakukan tindak pidana penistaan ajaran agama Islam beberapa waktu yang lalu di wilayah Bandung.

Selama persidangan berlangsung terdakwa nampak tenang bahkan saat JPU membacakan tuntutannya, terdakwa juga menyatakan tetap yakin akan ajarannya tidak salah, meski beberapa pengunjung beberapa kali mencemoohnya.

Sidang pembacaan tuntutan oleh JPU tersebut dihadiri puluhan perwakilan elemen ormas Islam di Bandung. Hari Nugraha selaku Humas Forum Islami (FIS) Jabar menyatakan bahwa tuntutan JPU terlalu ringan untuk kasus penistaan agama dengan menganggap dirinya nabi.

“Mestinya kasus penodaan agama hukumannya minimal 5 tahun atau tuntutan umat Islam ya hukuman mati,” terang Hari kepada hidayatullah.com.

Meski demikian menurut Hari, pihak FIS yang terdiri dari elemen ormas Islam seperti Pagar Aqidah (Gardah), Laskar Sabilillah, Komite Peduli Umat Bandung (KPUB), Insan kamil, Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) dan yang lainnya menyatakan tetap menghormati putusan hukum . Namun demikian pihaknya masih berharap agar nantinya hakim dalam menjatuhkan vonis tidak lebih ringan daripada tuntutan JPU.

“Minimal sama dengan tuntutan JPU,syukur bisa lebih berat lagi agar ada efek jera bagi pelaku atau calon pelaku penistaan Islam,” harap Hari.

Seperti telah diberitakan sebelumnya Rohmansyah (53) merupakan pimpinan aliran kelompok Qur’aniyah.Ia mengaku sebagai nabi baru yang telah menyebarkan ajaran Islam dengan  Qur’an yang telah diperbaharui dengan wawasan ke-Indonesia-an.Warga Desa Nyenang Kec.Cipeundeuy Kab. Bandung Barat ini telah menyebarkan ajaran sesatnya yakni melarang shalat wajib 5 waktu, meyakini Candi Borobudur adalah Baitullah (Ka’bah), melakukan shalat tahajud dengan menghadap ke Timur (Candi Borobudur) dan melaksanakan ibadah haji ke Candi Borobudur.

Rohmasyah sendiri mengaku berpangkat Nabi dengan alasan sudah dua kali bermimpi bertemu dengan Malaikat Jibril yang mengangkatnya menjadi Rasul.Bahkan hingga kini dirinya mengaku terus berguru dengan Malaikat Jibril yang senantiasa menurunkan wahyu kepadanya.*

Rep: Ngadiman Djojonegoro

Red: Cholis Akbar/ hidayatullah.com.

***

Rohman Syah mengaku Nabi sejak 1992 dan mengacak-acak Islam pun “aman-aman” saja

  • Rohman Syah (56 th) mengaku Nabi dan mengacak-acak Islam serta sudah menandatangani perjanjian tak akan sebarkan ajarannya pun masih tetap menyebarkan kesesatannya dan bebas saja.
  • Rohman Syah, warga Desa Nyenang Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat menyebarkan ajaran sesatnya sejak 1992 hingga meresahkan masyarakat.
  • Ajaran sesatnya adalah melarang shalat wajib 5 waktu, meyakini Candi Borobudur adalah Baitullah (Ka’bah), melakukan shalat Tahajud dengan menghadap ke Timur (Candi Borobudur) dan melaksanakan ibadah haji ke Candi Borobudur.
  • Rohmansyah mengatakan, bahwa dirinya telah menunaikan ibadah haji tahun 2005. Tapi ibadah haji Rohmansyah bukan ke Makkah, Saudi Arabia, melainkan ke Candi Borobudur. “Saya, isteri dan saudara saya melakukan ritual ibadah haji ke Candi Borobudur sesuai petujuk yang ada di dalam al-Quran. Saya meyakini itu,” ujarnya ngaco.
  • Tahun 2004 MUI, KUA, Muspika Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat menemui Rohman Syah. Dalam pertemuan tersebut mereka sekaligus mengkaji paham dan ajaran Rohman Syah.
  • Kesimpulannya, ajaran tersebut sesat dan menyesatkan dan mengajak Rohman Syah untuk bertaubat dengan kembali pada Al Quran dan Hadits sesuai pemahaman Ahlu Sunnah Waljama’ah.
  • Di akhir  pertemuan Rohman Syah membuat sekaligus menandatangani surat perjanjian/pernyataan yang berisi bahwa dirinya akan berhenti menyebarkan ajarannya dengan tidak membuat selebaran kepada orang lain.Persoalan dianggap selesai dengan tidak ada sanksi hukum bagi Rohman Syah.
  • Namun nyatanya Rohman Syah terus melakukan penyebaran ajarannya secara sembunyi-sembunyi. Ajaran tersebut sebarkan melalui pesan pendek (Short Message Service/SMS) ke beberapa orang salah satunya adalah Ruhyana, seorang kru RRI Bandung yang mengaku menerima ratusan SMS dari Rohman Syah yang berisi ajakan untuk ikut ajarannya.
  • Sampai sekarang kasus itu masih berkutat di Polres Cimahi, sedang nabi palsu itu masih berkeliaran tidak diapa-apakan.

Inilah Indonesia, dan begitulah berita tentang kasus nabi palsu yang tampaknya mbulet itu. Apakah memang masalah beginian sengaja ada yang memeliharanya? Kalau tidak, kenapa aliran-aliran sesat yang sampai sudah difatwakan sesatnya oleh ulama secara internasional seperti Ahmadiyah dan Syi’ah serta di berbagai Negara sudah dilarang, bahkan di Malaysia syiah juga dilarang, bahkan Ahmadiyah di negeri tempat asalnya Pakistan (dahulu termasuk India) juga sudah dilarang dan tidak boleh mayat Ahmadiyah dikubur di pekuburan Muslim; namun di Indonesia tampaknya justru ada pihak yang memelihara? Apalagi kalau mendengar pernyataan wakil Menteri Agama Nasarudin Umar tentang pembelaannya terhadap aliran sesat, maka orang yang menulis kata pengantar buku orang kafir Anand Kreshna dengan memujinya itu, sama sekali tidak ada ghirah Islamiyahnya, justru tampak memihak kepada yang sesat.

Bahkan lagi, anehnya setelah apa yang disebut era reformasi, maka pihak Kejaksaan Agung mengatakan bahwa tidak berhak lagi melarang aliran sesat. Itu hanya di tangan keputusan presiden.

 Lhah, masalah sesat apalagi kaitannya dengan agama Islam, itu termasuk ranah hukum atau politik?  Itu jelas wilayah hukum Islam. Rujukannya jelas, Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga lembaga yang membidangi hukum pun mesti merujuk kepada ahli atau bahkan mahkamah Islam. Sehingga manusia setinggi apapun jabatannya, wajib tunduk dan taat kepada keputusan Islam, bila dia Muslim. Ketika tidak, berarti membangkang, dan kalau disertai takabbur, maka sudah menirukan Iblis. Sedang takabbur itu sendiri definisinya adalah menolak kebenaran, dan meremehkan manusia. Ketika yang ditolak itu keputusan Islam yang disampaikan para Ulama, berarti hakekatnya adalah menolak yang dari Allah Ta’ala, masih pula meremehkan para Ulama dan jutaan Ummat Islam. Itulah sebenarnya kesombongan secara harfi mupun ma’nawi.

Dengan tata ketidak aturan seperti itu, makanya aliran sesat semakin seperti dipelihara saja. Dan apakah memang begitu maksudnya? Pantas saja ada pejabat-pejabat tinggi yang sowan munduk-munduk ke sarang-sarang aliran sesat. Bahkan anehnya, belum jadi pejabat, ketika masih jadi bakal calon untuk memimpin suatu daerah, tampaknya tanpa malu-malu justru merayu-rayu kelompok yang sudah jelas difirmankan Allah Ta’ala:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al-Baqarah: 120).

Itu tergambar dalam berita di link ini:http://jakarta.tribunnews.com/2012/05/19/hidayat-dan-semua-kandidat-minta-dukungan-umat-katolik

Kembali kepada nabi palsu yang sejak 1992 bebas berkeliaran, inilah beritanya.

***

Mengaku Nabi, Rohman Syah Berhaji ke Candi Borobudur

Hidayatullah.com–Beberapa elemen ormas Islam yang terdiri dari Pagar Aqidah (Gardah), Laskar Sabilillah(LS), Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) dan Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) kembali melaporkan pimpinan aliran Qur’aniyah, Rohman Syah (56) ke Polres Cimahi, Jum’at sore (o4/05/2012).

Melalui koordinator lapangannya Suryana Nurfatwa di kantor Polres Cimahi, elemen Islam melaporkan Rohman Syah, warga Desa Nyenang Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat yang diduga telah menyebarkan ajaran sesatnya yakni melarang shalat wajib 5 waktu, meyakini Candi Borobudur adalah Baitullah (Ka’bah), melakukan shalat Tahajud dengan menghadap ke Timur (Candi Borobudur) dan melaksanakan ibadah haji ke Candi Borobudur.

Sebelum ini, Rohman Syah sendiri mengaku berpangkat Nabi dengan alasan sudah dua kali bermimpi bertemu dengan Malaikat Jibril yang mengangkatnya menjadi Rasul. Bahkan hingga kini dirinya mengaku terus berguru dengan Malaikat Jibril yang senantiasa menurunkan wahyu kepadanya.

Suryana juga menjelaskan kronologi ajaran Rohman Syah sudah disebarkan kepada keluarga dan warga desanya sejak 1992. Rupanya, hal ini menimbulkan keresahan masyarakat setempat yang mayoritas beragama Islam.

Atas ulahnya tersebut 2004 MUI, KUA, Muspika Kec.Cipeundeuy Kab.Bandung Barat menemui Rohman Syah. Dalam pertemuan tersebut mereka sekaligus mengkaji paham dan ajaran Rohman Syah.

Kesimpulannya ajaran tersebut sesat dan menyesatkan dan mengajak Rohman Syah untuk bertaubat dengan kembali pada Al Quran dan Hadits sesuai pemahaman Ahlu Sunnah Waljama’ah.

Diakhir  pertemuan Rohman Syah membuat sekaligus menandatangani surat perjanjian/pernyataan yang berisi bahwa dirinya akan berhenti menyebarkan ajarannya dengan tidak membuat selebaran kepada orang lain.Persoalan dianggap selesai dengan tidak ada sanksi hukum bagi Rohman Syah.

Namun nyatanya Rohman Syah terus melakukan penyebaran ajarannya secara sembunyi-sembunyi. Ajaran tersebut sebarkan melalui pesan pendek (Short Message Service/SMS) ke beberapa orang salah satunya adalah Ruhyana, seorang kru RRI Bandung yang mengaku menerima ratusan SMS dari Rohman Syah yang berisi ajakan untuk ikut ajarannya.

“Dalam sehari saya dapat 10 hingga 15 SMS dari dia,mungkin kalau dihitung sudah ada 200 SMS yang masuk ke saya baik saat memandu siaran atau di luar jam kerja,” aku Ruhyana.

Karena dianggap telah menganggu dan berpotensi meresahkan masyarakat, Rukyana melaporkan kejadian tersebut kepada ormas Islam tersebut. Menerima laporan tersebut pihak Gardah yang dipimpin Suryana Nurfatwa langsung melakukan tabayyun (klarifikasi dan investigasi) kepada Rohman Syah.Hasilnya sungguh mengejutkan, karena Rohman Syah bukan hanya mengakui namun juga menafsirkan dan menjelaskan ayat-ayat Qur’an versi dirinya sendiri.

Dalam laporannya elemen ormas-ormas Islam tersebut juga melampirkan hasil surat keputusan bersama (MUI,KAU,Muspika Kec.Cipeunndeuy tahun 2004),surat pernyataan  Rohman Syah,beberap kartu telepon seluler yang berisi sms dari Rohman Syah serta sebuah VCD yang berisi rekaman pengakuannya saat dilakukan investigasi.Suryana berharap semua lampiran tersebut bisa menjadi barang bukti polisi untuk segera menangkap yang bersangkutan.

Suryana juga mengaku sudah menyiapkan saksi ahli atas penyimpangan dan penodaan ajaran Islam yang dilakukan Rohman Syah, yakni KH.Amin Jamaluddin (LPPI/MUI Pusat) dan Prof.Dr.KH.Salim Badjri dari Cirebon.

“Kita sudah bertemu dan berdialog dengan beliau dan insya Allah beliau siap dihadirkan sebagai saksi ahli jika diperlukan,”ujar Suryana.

Kepada Kapolres melalui Kasat Intel Polres Cimahi AKP Romdani,SH yang menerima  elemen ormas Islam tersebut memberi waktu 14 hari (dua minggu) untuk segera memproses laporannya. Selama waktu tersebut elemen ormas Islam akan mempercayakan proses hukum kepada Polres Cimahi serta berusaha menahan diri untuk tidak berbuat apapun (main hakim) kepada Rohman Syah.

Usai mendapat laporan tersebut Kapolres Cimahi melalui Kasat Intelnya akan segera mempelajari laporan tersebut dan berkoordinasi dengan jajarannya untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya meminta kepada umat Islam melalui elemen ormas Islam untuk tidak berbuat anarkis yang bisa melanggar hukum.

“Kita akan segera laporkan ke atasan,kita pelajari mudah-mudahan waktu yang di berikan kepada kita cukup,”ujar AKP Romdani,SH kepada hidayatullah.com usai menerima laporan tersebut.

Masih di tempat yang sama Suryana dan elemen ormas Islam yang tergabung dalam Forum Islam mengaku selain melaporkan ke Polres Cimahi,pihaknya juga akan melaporkan Rohman Syah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dalam waktu dekat ini.

Alasannya Rohman Syah hingga kini belum mendapat status hukum yang jelas atas perbuatannya. Padahal,sambung Suryana,perbuatan tersebut bisa dikategorikan penodaan agama dan kasusnya sudah lama.

“Masa kalau penodaan atau pelecehan orang saja bisa segera ditangani dan dihukum,lha ini pelecehan terhadap ajaran Islam yang agung dan mulia kok orangnya masih bebas dan terus menyebarkan ajaran sesatnya,”ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan berusaha sabar namun terus akan memantau perkembangan laporannya dan mengawal kasus tersebut hingga tuntas.Sehingga kasus-kasus penyimpangan ajaran Islam tidak tumbuh dan berkembang serta bisa membuat efek jera bagi pelaku maupun calon pelaku.

https://www.nahimunkar.org/rohman-syah-mengaku-nabi-sejak-1992-dan-mengacak-acak-islam-pun-aman-aman-saja/

***

PENISTAAN AGAMA: Rohmansyah Dianggap Sesat

Oleh: Hedi Ardia

3 October 2012 | 19:11 WIB

BANDUNG BARAT (bisnis-jabar.com) – Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Bandung Barat memastikan tindakan Rohmansyah pada Mei 2012 lalu sebagai penistaan agama.

Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Bandung Barat (KBB) Rony Rudiana mengatakan Rohmansyah telah menyampaikan SMS (pesan singkat) tentang ajarannya melalui udara, lewat radio RRI dan juga disampaikan ke ormas Islam lainnya.

“Berdasarkan hasil kajian kami, ajaran yang disampaikan oleh Rohmansyah memang menyesatkan,” kata Rony kepada wartawan, Rabu (3/10).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Didik Agus pun menyatakan kasus Rohmansyah sudah disepakati kalau kepolisian akan mengamankan yang bersangkutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk kasus Rohmansyah sore ini keputusannya DPRD akan mendorong proses hukum, sesuai perundangan yang berlaku terkait penghinaan agama,”ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD KBB Aep Nurdin menambahkan polemik tersebut muncul akibat lambannya Pemkab Bandung Barat dalam merespon tuntutan masyarakat tersebut. Apalagi, kasus yang dihadapi merupakan kasus yang cukup sensitif yakni kasus penodaan agama.

Menurutnya dalam porsinya sebagai penyalur aspirasi rakyat, DPRD Kabupaten Bandung Barat hanya bisa memfasilitasi atau penyambung lidah.

“Harusnya pemerintah tidak lamban dalam menangani kasus ini,” kata Aep.(k6/ajz)

http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/penistaan-agama-rohmansyah-dianggap-sesat

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.003 kali, 1 untuk hari ini)