Alhamdulillah, sholat wa sallam atas Nabi Muhammad serta keluarga dan para sahabatnya. ‘amma ba’du.

Tentunya, kalimat dalam judul ini tidak pernah terjadi dalam sejarah kehidupan baginda Nabi shallalallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi ‘azzam tersebut pernah ada, menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap akan menegakkan hukum yang adil meski terhadap putri tercintanya, Fathimah radhiyallahu ‘anha.

Ya, prinsipnya adalah keadilan. Dan di antara bukti indahnya ajaran Islam adalah diperintahkannya berbuat adil. Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan hak kepada masing-masing yang memiliki hak.

Pada hari ini, di kehidupan zaman modern, sudah jarang kita temui sikap seorang pemimpin yang berani adil, meski terhadap kroninya. Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, pepatah yang tepat menggambarkan kebanyakan hukum diterapkan.

Betapa sering nurani kita tercabik-cabik saat menyaksikan sebagian orang yang sakti, kebal hukum, karena kedekatannya dengan penguasa atau orang yang berpengaruh.

Sorotan atas sikap adil biasanya ditujukan kepada pemerintah yang berkuasa. Lain di Indonesia, berbeda di Arab Saudi.

Malam tadi, setelah dikejutkan berita kegagalan pemberontak Syiah Houtsi Yaman menembakkan rudal jarak jauh ke Bandara Udara Raja Khaled Riyadh, tiba-tiba dikagetkan pula dengan berita penangkapan 50 orang dari kalangan menteri, pejabat tinggi, dan pangeran keluarga kerajaan Arab Saudi, yang sedang menjabat atau yang telah pensiun.

Mereka yang dicopot dari jabatannya terkena pasal korupsi (fasad), tuduhan pencucian uang (money laundering), kolusi, manipulasi proyek, dan merekomendasi proyek yang melanggar hukum.

Tak main-main,11 pangeran dan empat menteri yang sedang menjabat saat ini, serta puluhan eks menteri dan pengusaha kelas kakap Saudi masuk dalam daftar pembersihan skandal korupsi yang belum pernah ada dalam sejarah Arab Saudi.

Mereka yang sedang menjabatpun, langsung dicopot dan diganti. Harta kekayaan dan properti yang dimiliki dibekukan dan dikembalikan menjadi aset negara. Yang telah tua renta dan pensiun, tak luput dari upaya pembersihan..

Pangeran Muhammad bin Salman tampaknya memenuhi janjinya sebagaimana yang diucapkannya dalam wawacara di televisi MBC beberapa waktu lalu:  “لن ينجو أي شخص من قضية فساد أياً كان”  (Tidak akan ada yang luput bagi siapapun, jabatan apapun, yang terlibat dalam skandal korupsi).

Bahkan dengan penuh percaya diri dan tenang, sang pangeran meyakinkan kepada pelaku fasad,“Baik itu pangeran, menteri, atau siapapun, akan ditegakkan hukum atasnya.”

Semoga Allah menjaga negeri Haramain dan negeri-negeri muslim lainnya dari tangan-tangan koruptor, aamiin.

Sumber: saudinesia.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 901 kali, 1 untuk hari ini)