Silakan simak ini.

***

 

Nadiem Bikin Kurikulum Moderasi Beragama Demi Hapus Intoleransi di Sekolah

 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengungkap intoleransi merupakan salah satu dosa dalam sistem pendidikan kita. 

Oleh karena itu, Nadiem merancang kurikulum moderasi beragama untuk hapus intoleransi.

Hal ini disampaikan oleh Nadiem dalam acara ‘Malam Peluncuran Aksi Moderasi Beragama’ yang diadakan oleh Kementerian Agama. Video rekaman acara ini diunggah dalam channel Youtube Pendidikan Agama Islam (Pendis) Kemenag, Rabu (22/9/2021).

“Tiga dosa ada di sistem pendidikan kita pada saat ini. Dan tiga dosa tersebut nomor satu adalah intoleransi, nomor dua adalah perundungan atau bullying dan nomor tiga adalah kekerasan seksual atau pelecehan seksual,” kata Nadiem.

Nadiem menegaskan bahwa pihaknya akan membasmi tiga dosa ini dari sistem pendidikan Indonesia.

“Ini adalah tiga hal yang kita basmikan dari sistem pendidikan kita,” ujarnya.

Selain itu, saat ini Kemendikbud Ristek sedang merancan sebuah materi moderasi beragama dengan Kemenag. Nantinya, materi ini akan disertakan dalam kurikulum sekolah penggerak.

“Kami sedang merancang materi terkait moderasi beragama bersama Kemenag untuk disertakan di dalam kurikulum Sekolah Penggerak,” tuturnya.

Selain itu, Nadiem mengatakan bahwa iklim sekolah yang toleran ini juga tak terlepas dari peran guru. Dia pun mendukung penuh modul pembelajaran guru yang terkait moderasi agama.

“Pendidikan karakter yang berkualitas ini dan iklim sekolah yang toleran ini membutuhkan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran. Makanya saya luar biasa senangnya dan mendukung 100% program modul-modul pembelajaran untuk guru dalam moderasi beragama,” jelasnya.

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comKamis, September 23, 2021 Nasional, Trending Topic

***

Azwar Siregar semprot Nadiem “Menteri Dungu” yang jualan radikal-radikul

Posted on 23 September 2021

by Nahimunkar.org

Tidak perlu dibaca, kita sudah pasti tahu kalau salah satu “dosa” yang akan dibasmi oleh Menteri Dungu ini akan berkaitan dengan “radikal-radikul” yang dibungkus dengan bahasa “Intoleransi”.

Bagi sebagian manusia penerus Abu Jahal, bentuk toleransi adalah meniru dia. Misalnya kawin beda agama. Terus agama dijadikan cuma pelengkap KTP!

Sungguh sial kita berada di Rezim yang mengaku-ngaku paling Pancasilais tapi meminggirkan sila Pertama dan Paling Utama: Ketuhanan Yang Maha Esa.

Baru di Rezim ini semua masalah selalu disangkut-pautkan dengan radikal-radikul. Karena Pejabat kita banyak yang tidak punya akal dan otaknya didengkul.

Bukannya berusaha mendamaikan dan menyatukan anak bangsa, malah sibuk memecah-belah dengan politik bambu. Angkat satu, injak yang lain. 

 
 

Kan Vadjingan!

(Azwar Siregar)

portal-islam.id,Kamis, 23 September 2021 CATATAN

(nahimunkar.org)

 
 

 

(Dibaca 202 kali, 1 untuk hari ini)