Nadiem (Mendikbud) Dampingi Putrinya Dibaptis

  • Padahal setiap orang Islam wajib berlepas diri dari agama lain


Anak pertama bos Go-Jek Nadiem Makarim dan pasanganya Franka Franklin, Solara Franklin Makarim.

 

“Nadiem Makarim (Mendikbud)
Menemani Anaknya Dibaptis Oleh Seorang Romo
” unggah akun twitter Agus Susanto

Foto yang sama juga terdapat didalam laman majalahsora.com dengan judul, “Mendikbud Nadiem sedang mengendong sang putri dibaptis” hanya berupa judul tanpa ada keterangan isi pemberitaan.

Ini Kisah Perjalanan Singkat Nadiem dan Franka Sang Istri

Diketahui, Nadiem Anwar Makarim beragama Islam dan istrinya, Franka Franklin penganut agama Khatolik, Keduanya mempertahan keyakinan

Dikutip dari Portal Islam, Jumat, 25 Oktober 2019, Paman Nadiem, Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim mengisahkannya, Nadiem lahir dan besar di luar negeri sampai akhirnya dia pulang ke tanah airnya dan bekerja di Indonesia.

“Dia orangnya humble dan Supel, sangat Liberal, bergaul terutama ke bawah, rakyat jelata yang sangat sulit hidupnya”

Nadiem, ke kantor dengan ojek pangkalan dan nggak mau pakai taxi dan bergaul rapat dengan tukang ojek, singkat cerita timbullah ide dia untuk menolong rakyat bawah dengan mendirikan GOJEK

Sedang istri Nadiem (Franka Franklin) Lanjut sang paman, Franka adalah cucu dari Marsekal Maki Perdana Kusuma merupakan Wakilnya Jendral AH.Nasution.

Marsekal Maki Perdana Kusuma menikahi Indira Ishak (Keturunan Belanda Khatolik) merupakan bintang film 3 dara zaman tahun 1955, Kebetulan Franka ini juga keponakan bapak Yan Santoso Perdana Kusuma eks KA.BAIS

Lanjut, seingat saya sehabis acara di gereja sesuai permintaan mempelai perempuan, Saya hadir di acara akad nikahnya di rumah pak Maki Perdana Kusuma di belakang PLN Duren 3 (Jakarta Selatan), Perkawinan akhir secara Islam di Kantor Urusa Agama(KUA) hadir juga pak Yan Santoso, kata Paman Nadiem

Nadiem yang punya sifat kemanusian dan menghargai HAM, Tidak mudah memaksa istrinya masuk Islam (Mungkin ini akibat Cinta) terang sang Paman.

Nadiem Anwar Makarim B.A., M.B.A. adalah seorang pengusaha Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo-K.H Ma’ruf Amin, yang dilantik pada 23 Oktober 2019. (Ln)

*/ Sumber foto media sosial twitter Agus Susanto II @cobeh09 dan Laman media majalahsora.com. Senin (8/2). Salah satu akun media sosial twitter Agus Susanto II @cobeh09. Senin (8/2) memposting Nadiem Anwar Makarim beserta putrinya.

SOROTAN||Legion-news.com, Februari 8, 2021

 
 

***

Sejatinya setiap orang Islam wajib berlepas diri dari agama lain

Seharusnya setiap orang Islam berlepas diri dari agama lain. Bahkan berlepas diri dari agama lain itu wajib dan menjadi keyakinan setiap muslim dan diamalkan secara teguh. Karena Alah Ta’ala telah wanti-wanti, berpesan dengan sangat serius:


لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku.”  (QS Al-Kaafiruun/ 109: 6).

Nabi Ibrahim Al-Khalil dan para pengikutnya berkata kepada kaumnya, orang-orang musyrikin:

إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.”  (Al-Mumtahanah/ 60: 4) (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2, Darul Fikr, Beirut, hal 509).

   Dalam hadits ditegaskan:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ». (رواه مسلم).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.”  (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa saw ilaa jamii’in  naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).

Faham inklusifisme dan pluralisme agama yang diusung oleh Islam liberal/ JIL jelas bertentangan dengan firman Allah SWT dan sabda Nabi saw. Berarti faham Islam liberal/ JIL itu adalah untuk merobohkan ayat dan hadits, maka wajib diperangi secara ramai-ramai. Kalau tidak maka akan memurtadkan kita, anak-anak kita, dan bahkan cucu-cicit kita.


https://www.nahimunkar.org/bahaya-islam-liberal-dan-pluralisme-agama-pemurtadan-berlabel-islam-1/

***

Semestinya urus dulu diri sendiri sebaik-baiknya

Ketika seseorang tidak mampu mengatur dirinya sesuai dengan agama yang dipeluknya, maka sama sekali tidak layak untuk mengatur apapun dalam urusan msyarakat yang berkaitan dengan agama.

Dalam pepatah terkenal disebutkan: faaqidus sya’i laa yuthii, manusia yang tidak gableg (tak punya) apa-apa maka sama sekali tidak bisa memberi apapun.

Nah, ketika diri sendiri saja tidak mampu mengurus dirinya sesuai dengan agama yang dia peluk, maka sama sekali tidak layak mengurus orang banyak mengenai hal yang berkaitan dengan agama. (Dalam hal ini sedang ramai, SKB 3 Menteri soal seragam sekolah negeri tidak boleh berlandaskan agama. – maaf, semestinya urus diri sendiri lebih dulu sebaik-baiknya. Soalnya, sudah ada peraturan yang selama ini tidak jadi masalah, namun dengan SKB 3 Menteri itu justru meresahkan masyarakat. Hingga ada tokoh yang mendesak agar SKB itu dicabut. Dan MUI telah resmi mengeluarkan rekomendasi/ taushiyah agar SKB 3 Menteri soal seragam sekolah itu direvisi karena bertentangan dengan konstitusi/ UUD 1945. MUI Resmi Minta SKB 3 MENTERI Direvisi
Posted on 12 Februari 2021 by 
Nahimunkar.org ).

Bila berani-berani mengatur (padahal diri sendiri saja tidak mampu mengatur diri sesuai agama yang dipeluknya), bahkan berani membuat aturan untuk banyak orang, maka justru akan merusak masyarakat, sangat meresahkan umat, bahkan bangsa. Itu sangat berbahaya. Fahamilah.

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 4.532 kali, 37 untuk hari ini)