Tujuannya hanyalah untuk merusak Umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia

Inilah beritanya.

***

Umat Islam Ditipu, Ternyata Kemenkes Hanya Hentikan Bus Pekan Kondom Saja, bukan Program PKN 2013

–         

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan ternyata hanya menghentikan kampanye Pekan Kondom Nasional yang dengan menggunakan bus saja. Pemerintah tidak menghentikan kegiatan Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013 secara keseluruhan sebagaimana diminta seluruh tokoh dan ormas Islam.

“Yang dihentikan hanya bus bertuliskan Pekan Kondom Nasional karena komunikasi, informasi dan edukasi ini sudah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Tjandra membantah Pekan Kondom Nasional diadakan oleh Kementerian Kesehatan. Kegiatan itu, elaknya, diprakarsai dan dilaksanakan oleh perusahaan swasta DKT Indonesia yang merupakan salah satu distributor kondom di Indonesia dengan sepengetahuan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

“Kita telah mengadakan pertemuan dengan DKT Indonesia dan KPAN dan diperoleh penjelasan bahwa acara Pekan Kondom Nasional merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan DKT Indonesia sejak 2007 dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia,” katanya.

Ia juga menjelaskan pula bahwa bus kampanye program Pekan Kondom yang dipermasalahkan oleh sebagian masyarakat karena menampilkan gambar Duta Kondom Julia Perez dalam pose vulgar hanya ada satu dan hanya ada di Jakarta.

Bus itu hanya sempat berkampanye sehari dan langsung ditarik karena muncul penolakan dari masyarakat yang menuding kegiatan kampanye juga disertai pembagian kondom gratis.

“Menurut laporan DKT tidak ada pembagian kondom gratis, tidak ada mobil masuk kampus perguruan tinggi di luar Jakarta, karena mobilnya cuma satu dan di Jakarta saja,” kata Tjandra.

Bus tersebut katanya hanya memiliki fasilitas komunikasi, informasi dan edukasi mengenai HIV/AIDS seperti leaflet untuk dibagikan ke masyarakat.

Sekretaris KPAN Kemal Siregar menambahkan, program edukasi mengenai HIV/AIDS yang dihentikan hanya yang sifatnya kontroversial seperti bus tersebut namun program lainnya akan tetap dijalankan.

Kemal juga mengatakan memang ada ada pembagian kondom namun hanya kepada populasi kunci dan tidak kepada masyarakat luas, apalagi kepada mahasiswa seperti berita yang beredar. “Bagi kondom ke masyarakat hanya di titik-titik lokasi yang berisiko tinggi,” kata Kemal.

red: shodiq ramadhan
sumber: ANTARA (SI Online) Rabu, 04/12/2013 18:07:56 | Shodiq Ramadhan

***

Nafsiah Mboi agen barat usung symbol kebebasan sex dengan program aksi kampanye pekan kondom nasional

Ternyata Nafsiah Mboi yang telah murtad dari Islam ke Katolik itu dikecam pula oleh pihak Katolik karena menggalakkan safe-sex dengan pemakaian kondom sementara Gereja melarang tindakan free-sex dan pemakaian kondom.

Di balik itu sebenarnya kalau ada iktikad baik untuk memperbaiki masyarakat, maka justru arahnya untuk memberantas pelacuran. Bukan justru menyuburkan dengan member sarana. Ada contoh yang nyata, walikota Surabaya Tri Rismaharini bertekad memberantas pelacuran yang telah menjadi penyakit masyarakat dengan menutup komplek-komplek pelacuran. Itu baru pemegang amanat yang menggunakan akal warasnya.
Memang, berbeda antara Tri Rismaharini dan Nafsiah Mboi, Tri Rismaharini seorang Muslimah, sedang Nafsiah Mboi seorang murtadin, dan menjadi katolik. Nafsiah sangat berkepentingan menghancurkan Muslim Indonesia dengan cara membagi-bagikan kondom, sebagai simbol kebebasan seks.

  • Dengan kebebasan seks itu, Muslim pasti akan hancur, bukan hanya terkena penyakit kotor, termasuk HIV, tetapi semakin sedikit nantinya yang menikah dengan jalan yang benar, kemudian di mana-mana terjadi seks bebas, seperti di Barat.
  • Itulah misi Nafsiah Mboi yang menjadi agen Barat, dan sengaja di pasang menjadi Menteri Kesehatan Indonesia. Tujuan hanyalah untuk merusak Muslim. Dengan seks bebas.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.987 kali, 1 untuk hari ini)