Nah, Jokowi Dinilai Lebih Pentingkan Influencer daripada Memikirkan Rakyatnya

Silakan simak ini.

***

 

Jangan Sampai Rakyat Berikan Cap Jokowi Presiden Influencer

 
 

Peran influencer tidak diperlukan jika pemerintah bekerja dengan baik menyampaikan program-program maupun keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

 

Begitu kata pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menanggapi pernyataan Jurubicara Istana, Fadjroel Rachman yang menyebut bahwa influencer merupakan aktor digital sebagai ujung tombak transformasi dan demokrasi digital.

 

“Bagi saya Istana salah kaprah mengartikan influencer. Influencer itu tidak perlu kalau pemerintahannya bekerja dengan baik. Ini pemerintahannya berjalan tidak normal tapi influencer ngotot-ngototan pemerintahan berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujar Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/9).

 

Karena kata Saiful, rakyat sudah paham dengan kehadiran influencer lantaran pemerintah saat ini sedang tidak baik-baik saja.

 

“Rakyat saya kira sudah paham, jangan kemudian influencer ini justru menjatuhkan wibawa pemerintahan Jokowi. Saya kira kalau Fadjroel dkk canggih tidak perlu influencer. Ini kan sama halnya ingin menunjukkan KSP tidak berfungsi dengan normal, sehingga sewa lah influencer,” bebernya.

 

Dengan demikian, Saiful berharap agar pemerintah menghindari stigma bahwa Jokowi menjadi presiden influencer, karena lebih mementingkan memilih influencer dibandingkan memikirkan rakyat.

 

“Jangan sampai rakyat mengecap Jokowi sebagai presiden influencer. Karena lebih memilih influencer daripada memikirkan persoalan rakyatnya,” pungkasnya.

 

DEMOKRASI News

Selasa, September 01, 2020Ikuti

***

 

Agar inat kembali berita Februari 2020 rencana Jokowi guyur 72 miliar untuk influencer, silakan simak ini.

***


Mengenal Influencer yang Akan Diguyur Rp72 Miliar oleh Jokowi


Jokowi mengguyur Rp72 miliar untuk influencer demi meredam dampak virus corona di sektor pariwisata. (Agus Suparto/Fotografer Pribadi Jokowi).

 

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengguyur dana Rp72 miliar untuk influencer. Bayaran untuk influencer diharapkan mampu menangkal dampak virus corona terhadap sektor pariwisata Indonesia.

Influencer itu apa sih?

Dirangkum dari berbagai sumber, influencer adalah orang yang bisa memberi pengaruh di masyarakat. Di era saat ini, influencer banyak berseliweran di media sosial, seperti youtuber, selebgram, selebtwit, beautyblogger, travelblogger dan key opinion leader.


You may also like


Sesuai namanya, mereka menggunakan platform media sosial YouTube, Instagram, Twitter, dan lain-lain untuk melancarkan usahanya. Medium itu digunakan untuk mengunggah (posting) gambar atau video.

Umumnya, influencer memiliki banyak pengikut setia. Influencer ini digandeng sebagai rekan pemilik bisnis, mulai dari skala kecil, menengah dan besar. Salah satu tujuannya untuk mempromosikan produk dan meningkatkan brand awareness.

Ujung-ujungnya, influencer ini diharapkan dapat membantu rekan bisnis mereka untuk meningkatkan penjualan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran Rp72 miliar untuk influencer akan merogoh kocek APBN 2020.

Pemerintah juga akan menggelontorkan Rp103 miliar untuk promosi, Rp25 miliar untuk kegiatan wisata, Rp98,5 miliar untuk maskapai dan agen perjalanan.

Anggaran sejumlah Rp298 miliar itu digelontorkan untuk meredam dampak virus corona terhadap sektor pariwisata Indonesia. Seperti diketahui, banyak negara mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning), dan maskapai penerbangan menghentikan sementara jadwal terbang mereka.

Beberapa daerah di Indonesia mengklaim mulai merasakan dampaknya tercermin dari sepinya jumlah kunjungan wisatawan. Di Yogyakarta, pemerintah daerah setempat mengaku banyak wisatawan mancanegara yang membatalkan pemesanan hotel.

Sementara di Bali, banyak maskapai asing tujuan Bali yang menangguhkan penerbangan mereka. Singapore Airlines misalnya, membatalkan penerbangan tujuan Bali hingga Mei 2020.

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 10:15 WIB

 

(nahimunkar.org)