Nah, Kena Semprot soal Beras Impor Membusuk 20 Ribu Ton, Sedang 22 Juta Orang Kelaparan di Era Pemerintahan Jokowi


Persoalannya, sudah diingatkan, duitnya saja ngutang, lha kok tetap mau nambah-nambah impor beras. Akhirnya 20 ribu ton beras impor membusuk. Sedang 22 juta orang dikhabarkan kelaparan di era pemerintahan Jokowi.

(https://www.nahimunkar.org/20-ribu-ton-beras-impor-membusuk-sedangkan-22-juta-orang-alami-kelaparan-di-era-jokowi/ ).

Di saat ramai soal ‘Beras Impor Membusuk 20 Ribu Ton, Sedang 22 Juta Orang Kelaparan Era Pemerintahan Jokowi’ ternyata Presiden Jokowi bercuit di akun twitternya. Keruan saja bagai nongol untuk kena semprot.

Ilustrasi/ pintrpltk

Inilah beritanya.

***

Twit Jokowi Soal Pengelolaan Cadangan Beras “Ditampol Telak” Netizen


Presiden Joko Widodo melalui akun media sosial twitter menyampaikan soal pengelolaan cadangan beras yang tengah menuai sorotan dan kecaman lantaran Bulog mengungkap ada 20 ribu ton beras busuk senilai Rp 160 miliar yang akan dimusnahkan.

“Rapat terbatas di Jakarta sore tadi, membahas pengelolaan cadangan beras pemerintah. Kepada jajaran terkait, saya mengharapkan data produksi beras yang betul-betul riil dan terkonsolidasi sehingga kita memiliki pegangan data yang kuat sebelum mengambil keputusan,” kata Jokowi di akun twitternya, Rabu (4/12/2019).

Rapat terbatas di Jakarta sore tadi, membahas pengelolaan cadangan beras pemerintah. 

Kepada jajaran terkait, saya mengharapkan data produksi beras yang betul-betul riil dan terkonsolidasi sehingga kita memiliki pegangan data yang kuat sebelum mengambil keputusan. pic.twitter.com/3ujZacGepR

— Joko Widodo (@jokowi) December 4, 2019

Pernyataan Jokowi yang seperti lepas tangan ini langsung dihajar ramai-ramai netizen.

Persoalan beras di 5 tahun periode pertama pemerintahan Jokowi dengan impor ugal-ugalan itulah sumber masalahnya. Dan itu tanggungjawab presiden.

“…Sudahlah, pak. Nggak perlu banyak drama. 5 tahun impor pangan ugal-ugalan masa bapak nggak tahu? Nggak perlu lah melecehkan akal sehat seperti ini dengan mengesankan seolah2 bapak ga tau apa2,” kata akun @kafiradikal.

Netizen lain menyertakan tautan berita tentang Presiden Jokowi yang beralasan tetap impor beras padahal stok surplus.

“Kenapa kita impor, karena impor ini untuk menjaga ketersediaan stok cadangan, untuk menstabilkan harga,..” kata Jokowi saat itu.

…Sudahlah, pak. Nggak perlu banyak drama. 5 tahun impor pangan ugal-ugalan masa bapak nggak tahu? Nggak perlu lah melecehkan akal sehat seperti ini dengan mengesankan seolah2 bapak ga tau apa2. (“,)

— K.H. Iyut~Kafir Hybrid Iyut (@kafiradikal) December 4, 2019

“Kenapa kita impor, karena impor ini untuk menjaga ketersediaan stok cadangan, untuk menstabilkan harga,..”https://t.co/xnU4e8Euvt

— Om (@bagiwang) December 4, 2019

Apakah impor besar besaran itu sudah sesuai dengan nilai2 Pancasila Pak..??

— Don Juan (@APriyan88952101) December 4, 2019

Memang selama 5 tahun belakangan ini gk tahu data ya?
Kok beras 20.000 ton sampai membusuk. Fee impor itu memang nikmat ya pak?

— ARM Official (@ARMOfficial3) December 4, 2019

 

[portal-islam.id],
05 Desember 2019  

 

(nahimunkar.org)