Nah! Soal Vaksin Sinovac, dr Tifa Ngomelin IDI dan Dokter2 yang Ghibahin Dia

  • Seandainya sekarang sudah pada sadar, bahwa vaksin S1N0VAC tidak efektif…

 

Silakan simak ini.

***

Omongan dr. Tifa soal Vaksin Sinovac, Kok Masuk Akal Juga Ya

 

 

dr. Tifauzia Tyassuma:

 
 

Pertanyaan saya ini khusus untuk Para Dokter dan Nakes yang marah-marah dengan saya, karena saya tidak mendukung penggunaan Vaksin S1N0VAC untuk Para Dokter.

 

“Seandainya S1N0VAC memang Anda yakini bagus dan efektif, dan bekerja dengan baik:

 

1) Mengapa Dokter dan Nakes harus diberi suntikan ke-3? Kenapa tidak cukup dua kali suntikan dengan S1N0VAC. Kan mestinya udah beres. Sudah efektif seperti yang diyakini?

 

Seandainya sekarang sudah pada sadar, bahwa vaksin S1N0VAC tidak efektif dan harus diberi lagi suntikan berikutnya, 

 

Kenapa tidak lanjut saja Booster ke-3 juga dengan S1N0VAC? Lalu nanti booster ke-4 dan ke-5 dan seterusnya juga pakai S1N0VAC?

 

Bukannya stok S1N0VAC di gudang masih banyak?”

 

2) Lalu. Sekarang Para Dokter dan Nakes diberi suntikan ke-3 dengan Vaksin MODERNA. 

 

Mengapa Suntikan ke-3 untuk Para Nakes harus pakai MODERNA? Dan mengapa cuma sekali saja suntikannya?

 

Saya ingatkan ya:

 

S1N0VAC platform Virus-inactivated. 

 

MODERNA platform mRNA.

 

Dengan perbedaan platform saja, cara kerja sudah pasti berbeda. 

 

S1N0VAC efektivitasnya 50,4%.

 

MODERNA efektivitasnya 94,1%, efektivitas dicapai dengan 2 kali dosis.

 

Masalahnya, Anda ini diberi MODERNA cuma sekali dosis. Masa tidak ada yang ingin bertanya, kalau cuma sekali dosis, efektivitas yang 94,1% itu bisa didapat atau tidak?

 

Nakes ini jadinya kan, 

 

Macam dikasih pembagian sendal jepit Lily bikinan China yang kemarin sudah dipakai 6 bulan sudah mau lepas, 

 

terus kaki sebelah dipakein sepatu high heels bikinan Amerika, tetapi dikasihnya cuma sebelah doang. 

 

——-

 

Seharusnya Organisasi Profesi macam IDI dll itu, melakukan Advokasi, Pembelaan, Perlindungan, dan Perjuangan, untuk memberikan yang terbaik bagi Para Dokter dan Nakes.

 

Seperti yang selama ini saya lakukan. Sendirian.

 

Bukannya diam saja. Manut saja. Pasrah saja. Mengekor saja. 

 

Dan akhirnya pontang-panting mencari pembelaan dan pembenaran, atas kezaliman dan sikap otoriter Penguasa ini kepada Para Dokter dan Nakes. 

 

——-

 

Buat Dokter dan Nakes yang suka ngomongin saya.

 

Ayo sini saya kasih kesempatan buat kalian bicara di wall saya. 

 

Silakan jawab. pembenaran, pembelaan. pake jurnal apa segala macam. 

 

Jangan beraninya cuma ngerumpi dan menghujat di belakang punggung saya. 

 

Lalu mengadu-ngadu pula. Macam anak kecil saja. Cepu. huh.

 

Ayo sini.

 

[fb]

 

portal-islam.id, Senin, 02 Agustus 2021 CATATAN

(nahimunkar.org)

(Dibaca 366 kali, 1 untuk hari ini)