Kenaikan BBM dilakukan pemerintah. Namun resikonya bukan mereka yang menanggung. “Resiko ditanggung rakyat.. Koyok ngene iki pilihanmu?? Seng jarene pro-rakyat,” ujar seorang netizen

 

Jokowi Umumkan Sendiri Kenaikan Harga BBM

 

JAKARTA – Sehari baru pulang dari kunjungan ke negeri komunis Cina dan Australia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) langsung mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Presiden Jokowi mengumumkan sendiri kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000. Sehingga premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

“Harga BBM baru yang akan berlaku pukul 00.00 WIB terhitung sejak tanggal 18 November 2014,” tegas Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Mendikbud Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan sejumlah menteri-menteri bidang ekonomi yang mayoritas mengenakan kemeja putihseperti dilansir tribunnews.com.

 

Kalau Cuma Naikkan Harga BBM, Anak SD Pun Bisa

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempertanyakan keputusan Presiden Jokowi menaikkan harga premium dan solar sebesar Rp 2.000 per liter. Dengan begitu, harga premium menjadi Rp 8.500 dan solar Rp 7.500 per liter.

Fadli menggugat keputusan Jokowi yang menaikkan harga BBM bersubsidi, sementara harga minyak dunia tengah menurun. “Ini pemerintah pertama dlm sejarah Republik, menaikkan harga BBM ketika harga minyak dunia jatuh (USD 75). Di APBN dianggarkan USD 105,” katanya melalui akun Twitter, @fadlizon.

Fadli menyebut, keputusan Jokowi menaikkan harga BBM tanpa pertimbangan matang. “Klu cuma naikkan harga BBM, tak perlu mikir, anak lulusan SD pun bisa. Tak ada kreatifitas. Argumentasi klasik n dangkal.”

Menurut Fadli, dengan harga dunia yang menurun maka idealnya harga BBM bersubsidi di dalam negeri ikut turun. Pasalnya, beberapa negara sedang menurunkan harga BBM, seperti Republik Rakyat Cina yang bahkan menurunkan harga sebanyak tujuh kali.

“RRC sdh 7 kali turunkan harga BBM sejak Juni, AS jg, Malaysia hari ini juga turunkan harga minyaknya. Knp malah RI naikkan harga BBM?” kata wakil ketua Partai Gerindra itu.

Redaktur : Erik Purnama Putra, Tuesday, 18 November 2014, 00:19 WIB

 

Naikkan BBM, Netizen Beri Salam Gigit Jari untuk Jokowi

 

Selasa, 18 November 2014, 01:33 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setelah menaikkan harga BBM Rp 2 ribu, presiden Jokowi ramai-ramai mendapat salam gigit jari dari pada netizen. Septian Hidyah Ikmal dalam akun twitternya, ‏@accept_tian, menyatakan
Kenaikan BBM dilakukan pemerintah. Namun resikonya bukan mereka yang menanggung. “Resiko ditanggung rakyat.. Koyok ngene iki pilihanmu?? Seng jarene pro-rakyat,” ujarnya

Netizen lainnya, Saypul Bahri ‏@ipullipu21 dari Cakung, Jakarta Timur , menyatakan, “Harusnya kita bisa menikmati turunnya harga minyak dunia, bukan sebaliknya #salamgigitjari.”

Berbagai komentar miring seputar kenaikan BBM terus berdatangan. Isu ini kemudian menjadi trending topik twitter dengan tagar #salamgigitjari.

Harga BBM bersubsidi resmi naik Rp 2.000 per liter mulai 18 November. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta masyarakat untuk tidak panik merespons kenaikan harga BBM tersebut.

“Ingin disampaikan pada masyarakat bahwa persedian aman. Tidak perlu berbondong-bondong ke SPBU. Masyarakat tidak perlu mengalami kepanikan,” ujarnya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (17/11).

Menurut Sudirman, pasca presiden mengumumkan harga BBM baru, Pertamina akan langsung melakukan persiapan teknis agar keputusan menaikkan harga BBM dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Sudirman menambahkan, pihaknya juga telah mengeluarkan peraturan Nomor 34 Tahun 2014 tentang harga jual eceran untuk konsumen dan pengguna BBM. Surat tersebut berisi harga baru BBM yang resmi naik mulai pukul 00.00 WIB, 18 November 2014.

Redaktur : Erdy Nasrul

 

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa UIN: Jokowi Pembohong

Monday, 17 November 2014, 21:16 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT — Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KMB) UIN Syarif Hidayatullah melakukan aksi unjuk rasa di depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangsel, Senin (16/11) malam. 

Mereka menolak keputusan Prasiden Joko Widodo menaikan harga BBM. KMB UIN Syarif Hidayatullah menuntut Jokowi untuk turun jika tetap menaikan harga BBM. Menurut mereka, kebijakan yang diambil pemerintah merupakan kebijakan yang dapat mematikan rakyat.

Menurut koordinator unjukrasa tersebut, Bahroin mengungkapkan, Jokowi telah melakukan pembohongan publik. Pernyataan tersebut terkait harga minyak mentah dunia yang terus turun namun pemerintah malah menaikan harga BBM.

Menurut Bahroin, Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM bukanlah kebijakan yang memihak rakyat.  Menurutnya, pemerintah memiliki jalan lain, yaitu dengan membatasi jumlah kendaraan pribadi yang banyak dimiliki oleh orang kaya.

Aksi tersebut sempat tak terkendali. Pengunjukrasa sempat menghentikan mobil pengangkut bahan bakar milik Pertamina dan menaikinya. Beruntung petugas dapat dengan segera mengamankan pengunjukrasa tersebut. Sehingga, aksi tersebut bisa kembali normal dan kemacetan pun bisa segera diatasi. 

Redaktur : Bayu Hermawan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 351 kali, 1 untuk hari ini)