Kenapa tiba-tiba mesin pencatat melaporkan ada nama seseorang yang biografinya dicari sampai 3 ribu kali lebih di situs nahkmunkar.org, Wed Nov 28 2018.

Siapakah yang dicari-cari sampai sebanyak itu pencarinya atau pencariannya? Padahal baru satu situs.  Sedangkan nama yang dicari itu juga tidak ada hubungannya dengan situs tersebut.

Dalam catatan mesin tertulis begini:

3,057 (kali) Anda mencari Biografi haikal hasan – Nahimunkar.or… — http://nahimunkar.org/   Wed Nov 28 2018.

Bila dilacak di situs nahimunkar.org, nama Haikal Hasan itu hanya ada beberapa berita. Di antaranya ini.

***

Aktivis Islam: Ulama Atau Setan yang Masalahkan Sorban tapi tak Protes Rok Mini

Posted on 23 Juli 2017 – by Nahimunkar.com

Haikal Hasan (IST)

Ada ulama yang mempermasalahkan sorban tetapi tidak memprotes pakaian membuka aurat seperti rok mini, tanktop bahkan situs porno.

“Ada lho yg masalahkan sorban, jubah/gamis, jenggot, namun gak pernah masalahkan tanktop, rok mini, situs porno… Ente ulama apa SETAN sih?” kata aktivis Islam Haikal Hasan di akun Twitter-nya @haikal_hassan.

Kicaua Haikal itu diretweet 1.739 dan dilike 1.612 followers.

Beberapa follower menilai kicauan Haikal Hasan itu ditujukan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Akun Twitter @harimawon membalas kicauan Haikal: Ust. menghina Said Agil dong… Katanya lebih baik liat gitu…banyak Istighfar..drpd yg radikal

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.com)

***

Mengaku heran dirinya termasuk dalam daftar penceramah radikal.

Ada berita terbaru, Haikal Hasan mengaku heran dirinya termasuk dalam daftar penceramah radikal, dimuat di situs suara-islam.com.

Inilah beritanya.

***

Ustaz Haikal Hassan: Bagi Penjajah Belanda, Pahlawan Itu Dianggap Radikal

Ustaz Haikal Hassan

Bogor (SI Online) – Ustaz Haikal Hasan mengaku heran dirinya masuk dalam daftar penceramah radikal. Hal tersebut ia sampaikan saat berceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bogor, Kamis malam (29/11/2018).

“Keluar daftar ustaz radikal, dari 20 ustaz yang dianggap radikal, ane nomor 12, darimane radikalnya? ini adalah upaya pecah belah,” ujarnya.

Meskin demikian, Ustaz Haikal tak ambil pusing. Menurutnya, istilah semacam itu juga dulu pernah dituduhkan kepada pahlawan negeri.

“Bagi Belanda Teuku Umar itu radikal karena mengganggu kekuasaan Belanda. Bagi penjajah, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Sultan Hasanudin, Parengan Antasari itu radikal. Makanya saya enggak takut kalau ada yang bilang radikal, saya cuma bilang lu penjajah atau belanda?” ungkapnya.

“Belanda datang cuma 11 kapal tapi mampu menguasai Aceh sampai Papua selama 350 tahun, kenapa? bukan karena Belanda hebat, tapi terlalu banyak orang yang gegares (rakus) duit Belanda, terlalu banyak yang jadi penghianat, karena itulah ketika itu kita belum bisa merdeka sampai kita bersatu dan kemudian merdeka,” tambahnya.

red: adhila

Sumber : suara-islam.com – 30 November 2018

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.777 kali, 1 untuk hari ini)