Nasehat Berharga dari Ahli Al-Qur’an

 


 

Hesham Abdelbary Rageh

Saya telah melihat, mendengar dan meneliti para guru yang mengajar Al-Quran di Malaysia, mereka mengajarkan orang ramai melalui laman sosial Facebook, saya dapati bacaan mereka bertentangan dengan bacaan Nabi Muhammad SAW.
Antara mereka ada yang sangat tidak memahami ilmu-ilmu Al-Quran dan mengajarkan orang ramai perkara yang salah.
Ini adalah haram dan tidak seharusnya berlaku, bahkan mereka merasa bangga kerana mereka terkenal dan mendapat banyak tontonan. Mereka wajiblah mendalami ilmu terlebih dahulu. Juga kerana mereka menyangka perbuatan mereka adalah baik sedangkan mereka tidak berada di atas jalan yang benar.
Setiap orang yang belajar daripada mereka perkara yang salah tersebut akan menjadi beban atas mereka (para pengajar) pada hari Kiamat nanti
Saya mendengar mereka membaca kalimah “
القرى” dengan sebutan “الغرى
Ada juga yang melakukan Waqaf (memberhentikan bacaan) yang menukar makna yang sepatutnya
Atau memulakan bacaan pada tempat yang tidak sesuai sehingga menukar makna
Maka semua yang ingin mengajar Al-Quran hendaklah bertakwa kepada Allah, tidak menukar Kalam Allah, hendaklah menjaga adab dengan Kalam Allah serta tidak mengajar orang lain sedangkan dia tidak tahu dan belum mendalami ilmu tersebut.

Yang faqir kepada rahmat TuhanNya
Pekhidmat Al-Quran Al-Karim
Hesham Abdulbari Rageh
Kota Bharu – Kelantan
7 Ramadhan 1441 H

Via fb

Hesham Abdelbary Rageh

15 jam

 

***

Hamdani Aboe Syuja

td1lSr4cp oonjsoraemndo · 

 

Dan nasehat ini juga berlaku di Indonesia dan di negara manapun.

Guru kami, Syeikh Hisyam Abdul Bari juga pernah menukil sebuah ungkapan Abu Bakar Asy Syibli dalam sebuah pembicaraan,
مَنْ تَصَدَّرَ قَبْلَ أَوَانِهِ؛ فَقَدْ تَصَدَّى لِهَوَانِهِ
Terjemahnya kurang lebih seperti ini “Barangsiapa yang muncul sebelum waktunya, maka ia akan menghinakan dirinya sendiri”.

Saudara, pencinta al-Quran..
Dahulu orang-orang Andalus (sekarang Spanyol) mengatakan,
نَعُـوذُ بِاللهِ مِنْ أُنَاسٍ تَشَيَّخُوا قَبْلَ أَنْ يَشِيخُوا
“Kami berlindung kepada Allah dari orang-orang yang menjadikan dirinya Syeikh (Guru) sebelum ia berguru”

Tidak sepantasnya kita membebani diri dengan yang bukan KAPASITAS diri kita. Berlaku jujurlah pada diri kita, sebab itu merupakan bentuk penyempurnaan Islam dan Iman kita, karena Allah berfirman,
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ﴾
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (At-Taubah: 119)

Nasehat ini TERUNTUK kami pribadi dan bagi siapa saja yang ingin merenungkannya..

Via fb

Hamdani Aboe Syuja

 

Ilustrasi foto/hilmahumaira

(nahimunkar.org)

(Dibaca 384 kali, 1 untuk hari ini)