Semalam sehabis pengajian di rumahnya Pak Din Syamsuddin, dlm ngobrol2 Pak Din menjelaskan soal hukum memilih pemimpin kafir. Menurutnya surat al Maidah ayat 51 sdh jelas. Hukumnya haram. Gak bs ditafsir lain. Gubernur adalah jabatan yg sangat menentukan dlm pengambilan keputusan.

Dlm sejarah Islam, katanya, memang ada pemimpin non Muslim. Tp, tdk di posisi yg menentukan. Mengangkat kepala biro boleh, krn msh di bawah kendali gubernur.

Pendapat Pak Din tsb sama dg mayoritas anggota MUI dan soal ini sdh diputuskan MUI.

Yg lebih mengerikan lagi, kata Pak Din, adalah agenda Cina Tiongkok yg jg mem-back up Ahok. Bkn cuma taipan reklamasi. Cina ingin menguasai dunia, termasuk Indonesia, menguasai dan sekaligus menghancurkan. Pulau reklamasi akan jd pintu msk penyelundupan dan itu sebabnya diiklankan di Cina.

Bila Ahok menang, ia diagendakan jadi RI 2 th 2019 nanti.
Parpol2 besar sdh diikat dan tersandera oleh pemodal.

Maka, satu2nya cara adalah berjuang memenangkan dua cagub Muslim di putaran pertama. Minimal jaga sekeliling kita dan keluarga besar kita. *Pilgub DKI ini memang jihad fisabilillah.*
“`Negeri ini dibangun lewat darah muslim. Maka jangan sampai kita serahkan leher kita ke non muslim.“`

Abdul Hakim  21 Oktober

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.081 kali, 1 untuk hari ini)