Nasib 4.000 Guru Madrasah Memprihatinkan

Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM akan menerapkan Maghrib Mengaji di Kota Medan sesuai anjuran Kementerian Agama RI.

MEDAN (Berita): Nasib sekira 4.000 guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Kota Medan sungguh memprihatinkan. Namun, kendati dengan gaji apa adanya, mereka tetap melaksanakan tugas mengajar para murid untuk pintar mengaji.

Informasi dihimpun Berita, Kamis (09/12), di antara para guru MDA ini, ada yang hanya mendapat gaji Rp200 ribu per bulan. Tentu saja jumlah yang sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan H Abdul Rahim, SH, M.Hum mengakui, guru MDA di Medan lebih kurang 4.000 orang, dan masih banyak guru MDA di Medan bergaji pas-pasan, bahkan hanya Rp200 ribu per bulan.

“Kami sangat berharap, agar Walikota Medan memperhatikan guru MDA di Kota Medan,” ujar Abdul Rahim, 1 Muharram di Madrasah Al Muttaqiem Jalan Alpaka 4 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kec Medan Deli, Selasa kemarin.

Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM akan menerapkan Maghrib Mengaji di Kota Medan sesuai anjuran Kementerian Agama RI. Dia juga sangat bergembira dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.

Sesuai dengan anjuran Kementerian Agama RI, agar program Magrib Mengaji diterapkan kembali di tengah-tengah masyarakat, hal ini Pemko Medan akan segera memberlakukan program ini di kota Medan.

“Program ini sangat positif untuk dikembangkan kembali di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kota Medan, sehingga generasi kita ke depan tidak ada lagi yang tidak pandai membaca Al Qur’an,” ujarnya. (irh)

http://beritasore.com, Posted by Redaksi on Desember 10, 2010·

(nahimunkar.com)

(Dibaca 641 kali, 1 untuk hari ini)