Nasib Situs-Situs Islami dan soal Iklan Media Online


Ilustrasi. Situs Islam nahimunkar.org. Dunia sudah mulai mau tersebar wabah corona, Januari 2020, negeri ini masih hura-hura merayakan tahun baru Masehi, padahal para Ulama sudah memperingatkannya. Maka situs Islam nahimunkar.org pun mengingatkan dengan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Umat Islam sangat perlu bacaan yang Islami. Di antara yang diperlukan pula adalah bacaan dari media2 online, situs2 Islami.

Keperluan Umat itu telah disambut baik oleh penyelenggara2 situs2 Islami. Dengan modal kemampuan dan semangat, para jurnalis dan yang punya jiwa kepedulian untuk menyelamatkan Umat Islam ini dari bacaan2 yang menipu dan menjerumuskan Umat Islam, telah bertandang mewujudkan bacaan2 Islami lewat media2 onlie, situs2 Islami.

Bertumbuhannya situs2 Islami yang relatif mendapatkan kepercayaan dari Umat Islam itu menjadikan gerahnya musu2 Islam, plus aliran2 sesat dan kaum munafiqin. Tidak sedikit situs2 Islami yang kemudian dipalsu oleh musuh2 Islam dan setan2nya dengan mengembari namanya, hanya code belakang setelah dot (.) berbeda.

Para pembaca yang jeli biasanya cepat tahu, ketika situs2 palsu itu arahnya terasa lain. Bagai merasakan biasanya terasa segar dan gurih, tahu2 yang palsu itu terasa basi dan busuk. Lama-lama yang palsu2 pun bisa ga’ laku.

Itu satu persoalan, disamping adanya persoalan gangguan secara teknis dari pihak musuh2 Islam dan setan2nya yang mengakibatkan situs Islami itu mati, atau sulit diakses, atau masalah lainnya.

Masalah seperti itu pun menambah repot dan tamabh beban biaya bagi penyelenggara situs Islami tersebut.

Nah, pada dasarnya, situs Islami yang benar2 Islami biasanya bertujuan menyelamatkan Umat Islam. Penyelenggara situs2 Islami telah bersusah payah memberikan pelayanan, namun belum tentu ada dukungan. (Justru berombolan bazzerlah yang dibiayai ber- miliar2 rupiah oleh keadaan yang menyedot duit rakyat yang mayoritas Umat Islam yang belum tentu menguntungkan Umat Islam kalau toh tidak boleh dibilang menjerumuskan di negeri ini).

Sudah ada kejadian nyata bahwa sebenarnya bacaan lewat online itu sebegitu pentingnya hingga ada gerombolan bazzer yang dibiayai bermiliar-miliar, namun tampaknya hampir sepi Umat Islam yang tergerak di benaknya untuk menyadari bahwa situs2 Islami itu punya beban untuk kelangsungan dalam melayani Umat Islam. Paahal, tanggungan beban itu sebenarnya akan jadi ringan ketika Umat Islam mengamalkan ayat:

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ } [المائدة: 2]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [Al Ma”idah:2]

Ayat itu banyak dihafal, tapi belum tentu terwujud di amal. Apalagi, belum tentu situs2 Islami dianggap sebagai bentuk kebaikan, hingga tidak atau belum terlintas bahwa perlu didekati untuk didukung dalam rangka saling tolong menolong dalam kebaikan. Akibatnya, seakan mau hidup ya terserah, mati ya urusan kalian sendiri…

Pada gilirannya, pihak2 penyelenggara situs2 Islami merasakan bahwa sikap yang ada seakan adalah ucapan ‘mati ya urusan kalian sendiri’ itu, maka harus mencari jalan keluar. Salah satunya adalah menerima iklan, konon dari google.

Kami dengar, fatwa seorang Ustadz di tv Dewan Fatwa, iklan2 itu biasanya bercampur antara yang dibolehkan secara syar’i dan yang haram menurut Islam. Sehingga, hasilnya, ya haram. Demikia kurang lebihnya inti fatwa.

Nah, bagiamana ini?

Kalau situs2 Islami beriklan seperti itu, berarti penghasilannya haram. Tapi kalau tidak beriklan, lantas biaya didapat dari mana? Sedangkan yang ada seolah ucapan ‘mati ya urusan kalian sendiri’.

Waduh, kami tidak bisa meneruskan tulisan ini, kecuali hanya prihatin atas keadaan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi perolongan kepada hamba-hambaNya yang istiqomah dalam menjalankan Islamnya.

Aamiin, ya Rabbal ‘aalamiin.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 532 kali, 2 untuk hari ini)