Nasib Umat Islam bagai Nolongin Anjing Kejepit?

Dulu ada muballigh alias dai yang bilang, ‘ibarat nolongin anjing kejepit’. Begitu anjing itu ditolong, setelah lepas malah menggigit.

Ibarat itu seakan vulgar dan kasar. Betapa tak tahu berterimakasih. Bukannya berterimakasih malah menyakiti. Memang anjing ada yang tingkahnya begitu.

Di kalanga manusia boleh jadi ada yang mengalami. Tadinya ketika kampanye agar dipilih oleh Umat Islam, mereka berbaik-baik dengan orang Islam, berjanji ini itu, menggiurkan. Maka Umat Islam banyak yang tergiur dengan janji2 manisnya sang calon pemimpin. Tapi begitu terpilih, janji2 ibarat angin surga itu tinggallah janji.

Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Menyakiti Umat Islam. Dituduh radikal dan sebagainya. Dinaikkanlah pajak ini itu. Didatangkanlah ribuan tenaga2 asing dari pusat komunis negeri asal PKI -Komunis musuh Umat Islam di dunia dan terutama memusuhi Islam di negerinya. Masjid2 dihancurkan, ada yang kemudian dibangun kakus alias wc umum. Dasar komunis anti Islam, memusuhi Umat Isam dengan aneka kejahatan. Hingga ada berita:
China Dinilai Mendeklarasikan Perang terhadap Islam, Masjid yang Dihancurkan di China Dijadikan Toilet Umum

 

(Kembali soal kampanye dengan janji2) Padahal Umat Islam yang tadinya dijanjikan akan dibuatkan jalan keluar agar tidak nganggur, ternyata janji itu justru untuk orang2 komunis musuh Islam dari luar.

Dalam perkembangannya, kalau ada apa2, Umat Islam mudah dituduh dan diperkarakan. Ulama, dai, tokoh Islam, imam masjid dan umat Islam pada umumnya jadi sasaran, bahkan ada yang dianiaya, ditusuk untuk dibunuh. Biasanya kalau korbannya ulama atau tokoh Islam, maka pelakunya disebut orang gila (seakan habis perkara). Hingga ada berita,
Jika Korbannya Ulama, Pelakunya Disebut Orang Gila, Kalau yang Kena Itu Pejabat, Langsung Pelakunya Dicap Ter*ris

 

Sebaliknya, kalau ada yang menista Islam, menghina Islam, lalu dilaporkan oleh Umat Islam, bahkan berkali-kali dilaporkan, dicuekin saja. Tidak diapa-apakan. Contohnya ada berita begini:

Kasus Denny Siregar Hina Pesantren Mandeg di Kepolisian, Ada Apa


 

Boleh jadi, nasib Umat Islam kini ibaratnya bagai nolongin anjing kejepit, ditolongin malah menggigit.

***

Manusia memang ada yang ditolongin oleh Allah Ta’ala pun kemudian malah melawanNya.

***

Peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

{وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ (53) ثُمَّ إِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ} [النحل: 53، 54]

53. Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. [An Nahl:53]

54. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain), [An Nahl:54]

***

Dan bagaimana bisa kamu tidak beribadah dan taat kepada-Nya, padahal segala nikmat, baik yang ada pada diri-Mu maupun yang kamu nikmati dalam kehidupanmu, bersumber dari Allah yang maha pemurah’ jika dia mencabut nikmat-nikmat itu, tentu kamu tidak akan bisa hidup.

Kemudian apabila kamu ditimpa sedikit kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu segera meminta pertolongan agar kesengsaraan itu dihilangkan dari kamu.

Kemudian apabila Dia Yang Mahakuasa dan Maha Esa telah menghilangkan bencana dan kesengsaraan itu dari kamu, ketaatanmu kepadanya bukannya bertambah, malah sebagian kamu berpaling lalu mempersekutukan Tuhan Penolongmu dengan yang lain.

/Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Referensi: https://tafsirweb.com/4401-quran-surat-an-nahl-ayat-53.html

***

 

Contoh Perbuatan Kemusyrikan: Ruwatan dan Nyembah Kubur


Posted on 11 Mei 2018

by Nahimunkar.org


Ilustrasi Melakukan Kemusyrikan: (Kiri) Ruwatan dengan sesajen/ foto rmol. (Kanan) Sujud di kubur Blitar./ foto fb (Yang Satu Ruwatan dengan Sesajen, yang Satunya Sujud di Kubur, Posted on 13 Agustus 2018 by Nahimunkar.org

Jokowi melakukan upacara Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan KemusyrikanPemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Wilujengan (selamatan) dan Jamasan (ritual memandikan) Mobil Esemka, malam Jum’at (23/02/2012). Selain sesajen, rangkaian bunga pandan, melati, kantil juga menjadi hiasan aksesori mobil untuk penolak bala’. (lihat artikel Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah  di nahimunkar.org)

Ustadz, beliau ini kan pernah memimpin ruwatan mobil esemka..ruwatan itu syirik asghar atau syirik akbar ustadz?/ Karyono.

Jawaban: Ruwatan itu dimaksudkan untuk membuang sukerto (sial) disertai sesaji/ sesajen. Kalau sesajennya ada sembelihannya (ayam dan sebagainya) dan itu memang untuk selain Allah, serta minta dihilangkannya sukerto (sial) itu kepada yang disajeni (selain Allah), maka jelas syirik akbar. wallahu a’lam.

Sedangkan meminta perlindungan kepada Batoro Kolo agar selamat dari kesialan dengan upacara ruwatan itu termasuk kemusyrikan yang dilarang dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ(106)

“Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian,termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik).” (Yunus/ 10:106).

{ إنك إذاً من الظالمين } : أي إنك إذا دعوتها من المشركين الظالمين لأنفسهم .

“…maka sesungguhnya kamu, dengan demikian,termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik).” Artinya sesungguhnya kamu apabila mendoa kepada selain-Nya adalah termasuk orang-orang musyrik yang mendhalimi kepada diri-diri mereka sendiri. [أيسر التفاسير للجزائري – (ج 2 / ص 153)]

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ(107)

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; sedang jika Allah menghendaki untukmu sesuatu kebaikan, maka tidak ada yang dapat menolak karunia- Nya…”( Yunus: 107).

Kesimpulan: 1.Ruwatan Mendatangkan Dosa Terbesar. 2.Ruwatan itu kepercayaan non Islam berlandaskan cerita wayang. Ruwatan artinya upacara membebaskan ancaman Batoro Kolo, raksasa pemakan manusia, anak Batoro Guru/ raja para dewa. Batoro Kolo adalah raksasa buruk jelmaan dari sperma Batoro Guru yang berceceran di laut, setelah gagal bersenggama dengan permaisurinya, BatariUma, ketika bercumbu di langit sambil menikmati terang bulan.
Upacara ruwatan itu bermacam-macam:
ada yang dengan mengubur sekujur tubuh selain kepala,
atau menyembunyikan anak/ orang yang diruwat,
ada yang dimandikan dengan air kembang dan sebagainya.
Biasanya ruwatan itu disertai sesaji dan wayangan untuk menghindarkan agar Betoro Kolo tidak memangsa.

Itulah kepercayaan kemusyrikan/ menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan selainNya yang berlandaskan cerita wayang penuh takhayyul, khurofat, dan tathoyyur (menganggap sesuatu sebagai alamat sial dsb).

***

Sujud kepada Selain Allah

 

Ilustrasi Ketum Partai politik yang bersujud di depan makam Bung Karno di Blitar Jawa Timur, Jum’at (4/5/2018)/ foto ist

السجود : وضع الجبهة على الارض على وجه التعظيم، هذا لا يكون الا لله. لا يجوز ان يسجد لاحد، فان سجد لغير الله فهو مشرك

Sujud adalah meletakkan kening di atas tanah dalam rangka pengagungan,  maka sujud tdk boleh di lakukan kecuali kpd Allah. tdk boleh seseorang sujud kpd orang lain, maka barangsiapa yg sujud kpd selain Allah maka dia Musyrik.

(Syaikh Sholih Al-Fauzan : Syarah Al-Jaami’ Li’ibaadatillahi Wahdah. hal: 172 cet: Daarul Ma’tsuur)

via fb Abdillah

***

Hukum Meminta Berkah kepada Kuburan

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Apa Hukumnya meminta berkah kepada kuburan dan mengelilinginya untuk tujuan meminta hajat atau mendekatkan diri. Bagaimana hukumnya bersumpah kepada selain Allah?

Jawaban: Meminta berkah kepada kuburan hukumnya haram dan termasuk syirik, karena orang yang melakukan tindakan itu telah menganggap sesuatu yang tidak diberi kekuatan oleh Allah mempunyai pengaruh, dan meminta berkah semacam itu bukan termasuk kebiasaan para salafus shalih. Bila dilihat dari sudut pandang ini, maka meminta berkah kepada kuburan bisa disebut bid’ah. Jika orang yang meminta berkah itu yakin bahwa penghuni kubur itu mempunyai pengaruh atau kekuatan untuk menolak bahaya atau memberikan manfaat, berarti dia telah berbuat syirik besar, apalagi jika ia berdoa kepadanya untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudharat. Begitu pula termasuk syirik besar jika seseorang menyembah penghuni kubur dengan ruku’, sujud atau menyembelih untuknya dan mengagungkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

{وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ} [المؤمنون: 117]

“Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (Al-Mukminun: 117).

Kemudian Allah juga berfirman,

{فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا } [الكهف: 110]

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi: 110).

Orang yang melakukan syirik besar adalah kafir yang abadi di dalam neraka dan diharamkan baginya masuk surga, karena Allah berfirman,

{… إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ } [المائدة: 72]

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah: 72)./ alislamu.com

(Dirangkum oleh Hartono Ahmad Jaiz)

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 736 kali, 1 untuk hari ini)