Nasihat Menyentuh untuk Bapak-Bapak Polisi

 

Bismilah, Pak polisi yang dirahmati Allah SWT,
Ketahuilah, Bapak adalah abdi Negara, bukan abdi penguasa. Tugas anda adalah melayani masyarakat, bukan melayani penguasa. Gaji anda dibayar pajak rakyat, bukan oleh penguasa.

 

 detik.com

 

Karena itu, anda tidak boleh memperturutkan kehendak Penguasa, sambil meninggalkan amanah dari rakyat.

Pak polisi,

Saat anda mendaftar polisi, anda ingin menjadi kebanggaan. Kebanggaan keluarga juga masyarakat.

Anda melalui berbagai ujian dan cobaan, membiayai cita-cita. Semua itu dibiayai keluarga anda, orang tua anda, bukan dibiayai penguasa.

Lantas, dimana letak kebanggaan keluarga anda? Jika anda bertindak laksana tuan masyarakat ? Yang berlaku zalim kepada rakyat?

Sepuluh atau lima belas tahun yang lalu, keluarga polisi berbangga atas statusnya. tapi tidak saat ini.

Status polisi hanya menjadi kebanggaan semu, kebanggaan palsu, yang kelak akan menjadi sesalan saat pensiun, dan akan menjadi azab dan derita ketika dihisab di akhirat.

Kenapa ? Karena kezaliman anda. Karena anda menuruti keinginan penguasa. Karena anda tega, berbuat zalim kepada rakyat hanya karena dalih perintah atasan, menjalankan tugas, melaksanakan perintah.

Ingat ! Atasan anda, suatu saat pensiun. Atasan anda, kapan saja bisa mati. Tetapi, Apakah atasan anda mau menanggung seluruh dosa atas setiap keputusan dan perintah yang diberikan?

Saat di akhirat, Al Qur’an mengabarkan semua para penzalim saling menyalahkan. Hingga diujungnya, mereka menyalahkan iblis. Iblis hanya berkata, bukankah aku hanya menggoda kalian ? Bukankah aku tidak bisa memaksa kalian ?

Ingat ! Atasan anda tak akan menjamin hidup anda, menjamin keselamatan anda, bahkan tak mampu menjamin hidup dan keselamatan mereka sendiri. Mereka, tak akan mampu menghalangi azab yang ditimpakan Allah SWT, baik di akherat  kelak, juga azab yang disegerakan di dunia.

Mereka semua akan saling cuci tangan, padahal setiap kotoran pasti akan dibersihkan dan dibakar oleh api neraka.

Bapak polisi yang saya hormati,

Coba pandangi sekali lagi wajah istri anda, anak dan keluarga anda. Atau sekali waktu pandangi wajah anda sendiri di cermin.

Apakah anda rela, wajah-wakah itu didoakan agar mendapat azab oleh seluruh rakyat, karena kezaliman yang anda lakukan ?

Saya yakin, anda pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah. Saya yakin, anda juga tak ingin menjalankan perintah untuk menzalimi rakyat.

Karena itu, “lawanlah” perintah zalim itu, perintah menganiaya rakyat, perintah atasan anda, perintah penguasa zalim itu, dengan diam dan keengganan.

Anda mungkin tak sanggup melawan secara terang-terangan. Tapi anda pasti mampu melawan dalam diam.

Iyakan saja perintah itu, tapi abaikan dalam pelaksanaan. Jika perintah itu dilupakan, abaikan dan jangan ingatkan.

Jalankan saja sekedarnya, sambil mencari peluang dan alasan untuk mengabaikannya. Ingat! Anda sedang diawasi oleh Allah SWT.

Kelak di akhirat, Allah SWT tak akan menerima alasan menjalankan perintah atasan, atas setiap kezaliman. Semua kezaliman, apapun bentuknya akan dimintai pertanggungjawaban.

InsyaAllah, kami segenap rakyat akan berjuang, agar tak ada lagi perintah untuk menzalimi Rakyat.

Agar hanya ada perintah melayani dan mengabdi kepada rakyat. Sehingga, anda tenang dan bergembira dalam menjalankan perintah atasan. []

Oleh: Nasrudin Joha/ Oase Cendekia

cendekiapos.com, Admin posted on 5 months ago — updated on 5 months ago

(nahimunkar.org)

(Dibaca 553 kali, 1 untuk hari ini)