.

 

(Seorang caleg yang perkataannya tidak menunjukkan ambisi)

  • Dalam agama, kita tidak boleh minta jabatan, jabatan itu amanah berat dan tanggung jawab besar di hadapan Allah.
  • Apalagi menawarkan diri pilihlah saya dan seterusnya, kita pantas dan mampu tidak, menampung dan memperjuangkan anspirasi masyarakat yang begitu banyak dan begitu luas? Bagaimana kita mempertanggung jawabakan itu semua?
  • Beliau menghimbau untuk jangan beli jabatan, kalau jabatan itu dibeli nanti jabatan itu akan dijual. Dan yang ada menjadi kalkulasi bisnis.
  • Kalau boleh, jangan berikan beban itu kepada saya, jika saudara- saudara tetap menjatuhkan pilihannya kepada saya ada syaratnya, tolong doakan saya istiqomah karena tidak cukup dengan memilih saja tanpa doa. bahkan sebelum memilih harus istikhoroh terlebih dahulu, apakah yang akan saya pilih ini amanah atau tidak?

Nasser Ja’far Seff   adalah Praktisi internal audit yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun.

Pemegang gelar master dari Fisip UI untuk Ilmu Administrasi dan Kebijakan Bisnis.

Selain itu pernah mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan singkat yang terkait dengan internal audit baik dari dalam maupun luar negeri.

Beliau untuk menjadi caleg ternyata karena dicalonkan. « Saya dicalonkan menjadi Calon Anggota DPR-RI periode 2014-2019

Dapil Jawa Tengah IX …  (meliputi Kab. Brebes, Kab. Tegal, dan Kota Tegal) dari Partai … », ujarnya menjawab pertanyaan.

Beliau menjadi caleg tidak seperti caleg-caleg pada umumnya, yaitu tidak berteriak-teriak, tidak memasang benner maupun spanduk-spanduk. Bahwa beliau menafsirkan, kalau saya melakukan hal tersebut berarti saya meminta amanah dong?! meminta jabatan!  padahal amanah itu tidak boleh diminta, kalau bisa, kita menghindar dari amanah yang begitu berat.

Dalam agama, kita tidak boleh minta jabatan, jabatan itu amanah berat dan tanggung jawab besar di hadapan Allah.

Apalagi menawarkan diri pilihlah saya dan seterusnya, kita pantas dan mampu tidak, menampung dan memperjuangkan anspirasi masyarakat yang begitu banyak dan begitu luas? Bagaimana kita mempertanggung jawabakan itu semua?

Beliau menghimbau untuk jangan beli jabatan, kalau jabatan itu dibeli nanti jabatan itu akan dijual. Dan yang ada menjadi kalkulasi bisnis.

Bagaimana dengan keluarga, saudara-saudara, dan kawan-kawan bapak ketika bapak menjadi caleg tapi tidak berkampanye dan tidak mengenalkan diri bapak? dan bagaimana masyarakat bisa mengetahui bapak itu caleg?

KPU kan sudah membuat sekian banyak perangkat-perangkat lunak media sosial, jadi kalau mau melihat saya, siapa saya dan bagaimana saya bisa melalui internet. Dan saya kalau bertemu dengan teman-teman saya yang bertanya di daerah saya, saya menghimbau untuk hati-hati dalam memilih dan ambillah keputusan dengan keputusan yang cerdas apalagi memilih saya. Dan ini juga saya katakan ke keluarga saya dan saudara-saudara saya.

Kalau boleh, jangan berikan beban itu kepada saya, jika saudara- saudara tetap menjatuhkan pilihannya kepada saya ada syaratnya, tolong doakan saya istiqomah karena tidak cukup dengan memilih saja tanpa doa. bahkan sebelum memilih harus istikhoroh terlebih dahulu, apakah yang akan saya pilih ini amanah atau tidak?

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat, sebelum memilih kenali dahulu orangnya yang akan dipilih dan partai yang akan dipilih.  Sejatinya kita tidak tau yang akan kita pilih itu bagus atau tidak. karena yang maha mengetahui kan Allah, maka berkonsultasilah kepada Allah,  salah satunya dengan sholat karena sholat adalah  media komunikatif antara hamba dengan khaliqnya, antara manusia dengan Allah.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 511 kali, 1 untuk hari ini)