Hidayatullah.com–Diiringin diiiringi gamelan kelompok Raga Kusuma dari kota Richmond, Virginia dan tari bali dari komunitas warga bali di Washington DC, Kamis 25 September 2014, sekitar pukul 6 sore waktu setempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meresmikan patung Dewi Saraswati di KBRI Washington.
Peresmian disaksikan oleh pejabat Indonesia, Duta Besar RI untuk Amerika, para undangan dan masyarakat Indonesia di Washington DC dan sekitarnya, Ibu Ani Yudhoyono dan Presiden SBY memotong pita peresmian dilanjutkan dengan penandatangan prasasti.
Patung Dewi Saraswati yang berwarna putih dan keemasan di halaman depan Kedutaaan Besar RI di Washington DC itu semula direncanakan untuk diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu, namun baru terlaksana saat ini.
Patung setinggi lebih dari lima meter ini adalah karya lima pematung Bali yang dipimpin oleh seniman Nyoman Sudarwa, dibuat dari bahan-bahan yang sebagian besar diperoleh di Amerika.
Bupati Badung A.A Gde Agung bersama Kepala Dinas Kebersiagaan dan Pertamanan Putu Eka Merthawan dan KBRI Washington DC merancang desain patung dan mewujudkan pembangunan patung ini.
/hdytllh.com, Sabtu, 27 September 2014 – 06:08 WIB
***
Menurut Wikipidia, dalam agama Hindu, Saraswati adalah dewi yang dipuja dalam agama weda.
Terhadap sesembahan agama lain, telah ada pelajaran sangat berharga langsung dari Allah Ta’ala. Mari kita simak berikut ini.
Di Bulan Haji, Allah dan Rasul-Nya umumkan berlepas diri dari orang-orang musyrikin

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الأكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (٣)

dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa Sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS At-Taubah:3).
Ketegasan pun cukup jelas, bahwa surat Al-Kafirun telah Nabi sebut sebagai bara’ah (lepas diri) dari syirik.
Itu dijelaskan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, dengan mengutip hadits riwayat Ath-Thabrani:

وقال أبو القاسم الطبراني: – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بن عَمْرٍو الْقَطِرَانِيُّ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن الطُّفَيْلِ ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ ، عَنْ جَبَلَةَ بن حَارِثَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} [الكافرون : 1 ] ، حَتَّى تَمُرَّ بِآخِرِهَا ، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ “. المعجم الكبير (2/287)، وقال الهيثمي في المجمع (10/121): “رجاله وثقوا”. تفسير ابن كثير (8/ 507)

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila kamu hendak ke tempat tidurmu maka bacalah Qul yaa ayyuhal kaafiruun sampai selesai, karena dia (surat al-kafirun) itu adalah bara’ah (lepas diri) dari syirik (menyekutukan Allah). (HR At-Thabrani rijalnya kuat menurut al-Haitsami, Tafsir Ibnu Katsir 8/507).
Bagaimana bisa! Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut (surat al-kafirun yang akhir ayatnya lakum diinukum waliyadiin itu) ayat tentang lepas diri dari kemusyrikan, lalu orang mengaku sebagai pengikut agama Nabi Muhammad namun sikap dan perilakunya secara sengaja ngaja menunjukkan berlawanan dengan itu. Bahkan di Bulan Haji lagi. Na’udzubillahi min dzalik!
Lebih malu lagi, dalam waktu yang bersamaan, anak-anak di negeri ini, sejumlah anak yatim dari Aceh sedang disayangi oleh sesama Muslim yang dikarunia kekuasaan, mereka yang yatim itu sudah dibiayai untuk menempuh pendidikan, kini masih pula diberangkatkan untuk behaji ke Baitullah.
Sama-sama mengaku Muslim, yang satu meresmikan patung yang dipuja dalam agama Hindu, sedang yang lain menyantuni anak-anak yatim dan memberangkatkan mereka untuk menjadi tamu-tamu Allah ke Baitullah di Makkah. Betapa jauh bedanya. Yang satu peru diucapi na’udzubillah, dan yang satunya lagi diucapi Alhamdulillah.
(nahimunkar.com)

(Dibaca 951 kali, 1 untuk hari ini)