• Tiga korbannya, satu diantaranya adalah kakak kandung tersangka

 anak smp

Foto mdkcom

SURABAYA(Pos Kota)- Gadis berusia 15 tahun itu mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Senin (10/6). Siswi SMP swasta yang diduga menjadi mucikari alias germo itu menjalani wajib lapor setelah tertangkap oleh anggota Subnit VC Unit Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu malam (8/6) di satu hotel di Jalan Darmokali Surabaya.

Lantaran usia masih belia tersangka tidak ditahan dan hanya dikembalikan kepada orang tuanya. “Dia (pelaku) datang ke Polrestabes untuk panggilan wajib lapor. Karena usai pemeriksaan dia dikembalikan ke orang tuanya. Namun proses penyelidikannya tetap lanjut,” kata seorang penyidik di Mapolrestabes Surabaya.

Mucikari muda yang bisa menjual temannya hingga Rp 1,5 juta itu tiba di Polrestabes diketahui bersama ketiga korbannya, satu diantaranya adalah kakak kandung tersangka. Dia datang didampingi orang tua sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka datang dengan mengendarai taksi dan langsung menuju lantai empat Gedung Reskrim, dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Ibu korban juga menolak memberi komentar terkait kasus yang menjerat anaknya. Dia hanya diam saat ditanya, sambil terus berjalan menuju Gedung Reskrim.

Selain menangkap tersangka dan tiga anak buahnya, secara kebetulan, polisi juga mengamankan seorang pelanggan. Hanya saja, pada saat penangkapan, dia belum melakukan hubungan suami istri dengan korban. Namun, dia (si pelanggan) hanya dimintai keterangannya saja, sebab belum ada bukti kuat untuk menjeratnya dengan Pasal Pencabulan.

“Untuk membongkar kasus ini, kami butuh waktu satu bulan untuk penyidikan,” tandas Kasubnit VC Unit Jatanum, Iptu Teguh Setiawan. (nurqomar) Selasa, 11 Juni 2013 07:50:40 WIB

***

Bejatnya moral itu jauh-jauh hari telah diancam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu negeri maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).

Ancaman adzab sudah nyata, namun bejatnya akhlaq manusia telah menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan di berbagai tempat di Indonesia.

Ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali, lantas mereka melakukan kemaksiatan secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit (wabah) tho’un dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 1.282 kali, 1 untuk hari ini)