Masih yakin organisasi ini ahlussunnah? Terserah antumlah.. Ini sudah era fitnah, dinasehati pun mereka marah dan mencari pembenaran. Dibawah ini (maksudnya, dalam spanduk ini, red nm) adalah seorang laki laki, dibiayai kuliah oleh majikannya malah jadi transgender malah di anggap ustadzah lagi.

Fb Awaluddin – ‎DAKWAH TAUHID DAN SUNNAH

***

Ancaman Keras dalam Hadits, namun Tampaknya Tidak Digubris

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ. رواه أحمد والنسائي.

3 golongan orang yang kelak pada hari qiyamat Allah Azza wa Jalla tiada sudi melihat kepada mereka : anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru lelaki, dan lelaki DAYYUTS alias tiada memiliki rasa cemburu atas istrinya. (HR. Ahmad dan An Nasai)

«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ»

“Rasul Allah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR.Al-Bukhari).

Dalam hadits diancam keras, kenapa dibanggakan, bahkan sampai dipasang spanduk: Asyike Dadi Wong NU (Asyiknya Jadi Orang NU)?

Ancaman dalam hadits itu tampaknya tidak digubris. Justru Aktivis Waria itu menampakkan diri krab dengan kyai NU, dengan Kirim Al-Fatihah ke Ruh dan Jasad  A Mustofa Bisri (yang masih hidup).

Seorang aktivis waria/ banci di Kendal Jawa Tengah itu menulis di akun fb nya mengucapi selamat ulang tahun kepada mantan pejabat Rais Aam NU, A Musthofa Bisri mertua Ulil Abshar Abdalla (pentolan liberal) disertai kirim Al-Fatihah kepada ruh dan jasadnya (yang masih hidup).

Inilah kutipan singkatnya.

***

I Love U Syaikhona Mbah Yai Musthofa Bisri

SUGENG AMBAL WARSO SYAIKHONA MBAH YAI MUSTHOFA BISRI … Semoga selalu diberikan kesehatan dan umur panjang agar dapat membimbing dan menuntun kita semua

Khushushon ila ruhi wa jasadi Syaikhona Simbah Kyai Haji Musthofa Bisyri Al Mukarrom wa zawjatihi, wadzurriyatihi, wa furu’ihi, wa silsilatihi binuri, wabi syafa’ati wa bikaromati Al Fatihah…

Shuniyya Ruhama H 
10 Agustus 2015

Shuniyya Ruhama bersama KH.Ahmad Mustofa Bisri dan 50 lainnya.

10 Agustus 2015

***

Berita tentang aktivis waria ini di antaranya dapat dibaca berikut ini.

***

RABU, 10 MEI 2006

Penulis Waria

Rabu malam di trans tv, Lepas Malam menghadirkan topik soal waria. Ada tiga tamu yang hadir, desainer, konsultan nutrisi dan penulis. Penulis waria itu namanya Shuniya. Dia sudah nerbitin buku “Jangan Lepas Jilbabmu”. Dia memang penulis waria berjilbab, sudah menggunakan jilbab sejak berusia 18 tahun, kini dia 24 tahun. (RABU, 10 MEI 2006)

Yang unik saat dengar pernyataannya mengapa dia memilih jalur yang berbeda dengan waria pada umumnya. Jika yang lain pada mengumbar “kemolekan” tubuhnya, tapi dia justru milih menutup rapat tubuhnya. Katanya, itulah pilihan hidupnya./ http://udintpi.blogspot.co.id/

***

Shuniyya Ruhama, Perempuan Transgender yang Piawai Ilmu Batik

Kutipan ringkas:

Shuniyya adalah alumnus Jurusan Sosiologi Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Saat kuliah, dia aktif di himpunan mahasiswa jurusan dan lembaga penerbitan pers mahasiswa Sintesa Fisipol UGM. Dia lulus cumlaude dengan IPK 3,56 dan diwisuda pada 1 Desember 2004. Skripsinya berjudul Respon Masyarakat terhadap Keanekaragaman Ekspresi Busana Waria mendapat nilai A dari dosen penguji.

Lulus dari UGM, Shuniyya aktif sebagai pembicara di berbagai forum dan seminar. Dia juga menulis buku yang jadi best seller berjudul Jangan Lepas Jilbabku. Dia memakai jilbab sejak duduk di bangku SMUN 4 Jogjakarta.

Sebagai aktivis transgender, keahlian orasi dan debat Shuniyya tidak perlu diragukan. Saat perhelatan kontes Putri Waria di Jakarta beberapa waktu lalu akan dibubarkan sekelompok orang dengan kedok ormas agama, Shuniyya tampil ke depan dan berargumen dengan mengutip beberapa hadis dengan fasih.

Sumber: jpnn.com/Minggu, 29 Januari 2012

***

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknatnya

Artikel : Hadits – Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Bila Wanita Menyerupai Lelaki !

Belakangan ini sering kita jumpai wanita-wanita namun berprilaku seperti laki-laki, penampilannya, pakaiannya, rambutnya, teman-temannya, begitu juga dengan lelaki berpenampilan menyerupai wanita, nada bicaranya dan jalannya, lantas bagaimanakah pandangan syari’at islam tentang hal demikian, mari kita simak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berkaitan tentang hal itu:

1.   Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan:

«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ»

“Rasul Allah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR.Al-Bukhari). 

Penjelasan Hadits

Al-Hafizh Ibnu Hajar menerangkan dalam kitab “Fathul Bari”, “At-Thabari mengatakan maksud hadits itu ialah tidak boleh seorang lelaki menyerupai wanita dalam pakaiannya dan perhiasan yang khusus untuk wanita, juga sebaliknya. Al-Hafizh menambahkan, begitu pula cara bicaranya dan berjalannya. Adapun halnya berpakaian yang berlaku di negeri masing-masing, kadang-kadang suatu kaum tidak membedakan antara pakaian wanita dengan pakaian laki-laki hanya saja wanita dibedakan dengan memakai hijab atau penutup.

Adapun celaan bagi yang menyerupai wanita dalam bicaranya maka dikhususkan bagi orang yang sengaja melakukan hal itu, dan bagi orang yang pembawaannya sejak lahir demikian maka diperintahkan untuk berusaha meninggalkannya dan terus-menerus berusaha secara bertahap, jika dia tidak melakukannya dan tidak berusaha keras maka dia termasuk orang yang dicela apalagi jika tampaknya dia menyukai begitu.

2. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan,

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ، وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ، وَقَالَ: «أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ» قَالَ: فَأَخْرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُلاَنًا، وَأَخْرَجَ عُمَرُ فُلاَنًا

” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang keperempuan-permpuanan dan wanita yang kelaki-lakian,” dan beliau bersabda, ” Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengusir si Fulan, dan Umar pernah mengusir si Fulan.” (HR. Al-Bukhari). 

Penjelasan Hadits

Nabi pernah mengusir si Fulan, yaitu yang bernama Anjasyah dia adalah budak yang suka bersa’ir tentang wanita.

Umar pernah mengusir si Fulan, Ibnu Hajar mengatakan, “Umar pernah mengeluarkan Abu Dzuaib yang dahulu dia adalah orang yang paling baik dari kalangan penduduk Madinah, Nashr Ibnu Hajjaj, dari Ja’ad As-Silmi yang pernah keluar bersama wanita-wanita menuju ke Baqi’ dan bercakap-cakap dengan mereka”.

Pelajaran yang dapat diambil dari hadits itu ialah menghalangi wanita dari orang yang menginginkan keindahannya, dan hadits ini dalil untuk menjauhkan orang yang diragukan terhadap suatu perkara, juga sebagai dalil bolehnya menghukum orang yang menyerupai wanita dengan mengusirnya dari rumah dan mengasingkannya jika hal itu adalah cara satu-satunya untuk membuatnya jera. Tapi secara zhahir dari perintah di atas adalah wajib.

Menurut kesepakatan ulama seorang wanita yang menyerupai laki-laki dan lelaki menyerupai wanita dengan tujuan tertentu adalah haram.

3. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan,

«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ، وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ»

“Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki”. (Hadits ini sahih) diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasai, Ahmad, dan Ibnu Hibban), 

Penjelasan Hadits

Hadits ini mengharamkan seorang wanita menyerupai laki-laki dalam pakaiannya yang khusus untuk laki-laki, begitu juga haram bagi lelaki memakai pakaian yang khusus bagi wanita, karena Islam sangat tegas untuk membedakan antara wanita dengan laki-laki dan sebaliknya, dan bagi tiap jenis memiliki ciri-ciri dan perbedaan yang khusus baginya.

Dan apa yang kita lihat hari ini banyak pemuda yang memakai rantai di tangan-tangan mereka atau di lehernya, maka itu termasuk menyerupai wanita yang diharamkan dan tidak dibolehkan. Hal ini apabila rantai itu tidak terbuat dari emas, adapun jika terbuat dari emas maka sungguh dia telah melakukan dua hal yang diharamkan, pertama menyerupai wanita dan kedua haramnya memakai emas bagi lelaki.

Sumber : Manusia Yang Dilaknat Menurut As-Sunnah / Dr. Basim Faisal Al-Jawabirah, Penerbit Pustaka Al-Sofwa Jakarta, diposting oleh Najib M. Fattah

Sumber: alsofwah.or.id/Jumat, 05 Juli 13

Kenapa waria atau banci yang dilaknat dalam Islam itu justru kini ada golongan tertentu yang menyanjung-nyanjungnya? Apakah mereka rela untuk jadi golongan terlaknat pula?

(nahimunkar.com)

(Dibaca 25.230 kali, 8 untuk hari ini)