ilustrasi Foto: Wartakota – Tribunnews.com

Kamis (19/07/2018) kirab obor Asian Games 2018 dimulai.

Mengarak obor dalam pesta olahraga bukan kali ini saja dilakukan.
Hal ini juga dilakukan untuk perhelatan olimpiade.
Namun, tahukah Anda, torch relay atau kirab obor telah dilakukan jauh lebih lama?
Mitologi Yunani Kirab obor telah ada sejak zaman Yunani kuno.
Kegiatan ini berhubungan dengan pemujaan mereka terhadap api dan kekuatan.
Selanjutnya, mereka mengadakan olimpiade pertama sekitar tahun 776 sebelum masehi (SM).
Perhelatan tersebut dilakukan setiap empat tahun di Olympia sebagai bentuk penghormatan terhadap Zeus dan dewa-dewa lain.

Obor Api Olimpiade Pertama Obor Olimpiade modern pertama dinyalakan pada 1928 di Amsterdam.

Pesta Olahraga Selanjutnya, kirab dan penggunaan obor ini ditiru dalam berbagai pesta olahraga seperti Asian Games dan Paralympics.

Saat ini, Indonesia sedang melakukan kirab obor Asian Games 2018.

Api yang digunakan dalam obor tersebut berasal dari New delhi, India dan Mrapen, Indonesia./ (lihat Tribunjambi.com, Sejarah Kirab Obor Pesta Olahraga yang Mengubah Dunia, Sejak Tahun 776 Sebelum Masehi, Kamis, 19 Juli 2018 20:47)

Itu adalah kemusyrikan warisan kuno tapi diterus-teruskan hingga kini bahkan dibesar-besarkan di negeri paling besar jumlah umat Islam nya di dunia yakni Indonesia. Na’udzubillahi min dzalik!.

Kemusyrikan adalah dosa terbesar, dan pelakunya tidak diampuni bila sampai meninggal belum beraubat dengan sebenar-benarnya taubat. Juga haram masuk surga, tempatnya kekal di neraka.

Orang yang melakukan syirik besar adalah kafir yang abadi di dalam neraka dan diharamkan baginya masuk surga, karena Allah berfirman,

{… إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ } [المائدة: 722]

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah: 72).

Ancaman dan bahaya mengikuti orang kafir/ musyrik

Dalam hal kesyirikan yang dilakukan orang musyrik dan diikuti oleh umat Islam , silakan lihat hadits yang berikut ini.
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.” (HR. At-Tirmidzi no. 2695)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676)

Syaikhul Islam -rahimahullah- berkata: “Hukum minimal yang terkandung dalam hadits ini adalah haramnya tasyabbuh (menyerupai, meniru) kepada mereka (orang-orang kafir), walaupun zhahir hadits menunjukkan kafirnya orang yang tasyabbuh kepada mereka”(Lihat Al-Iqtidha` hal. 83) beliau berkata juga:

“Dengan hadits inilah, kebanyakan ulama berdalil akan dibencinya semua perkara yang merupakan ciri khas orang-orang non muslim”. (Lihat Al-Iqtidha` hal. 84)

Pengaruh buruk tasyabbuh terhadap umat Islam

  1. Tasyabbuh terhadap orang kafir akan mendatangkan siksa dan adzab Allah ta’ala terhadap pelakunya, Alloh berfirman:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ

“Siapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam. Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115)

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ الله مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاق

“Seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap siksa Alloh.” ( Ar-Ro’d: 37)

2. Tasyabbuh terhadap orang kafir menyebabkan kesesatan, berdasarkan firman Alloh ta’ala:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى الله هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ الله مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِير

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk yang benar.” Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqoroh: 120)

3. Tasyabbuh terhadap orang kafir termasuk bentuk kedzoliman. Alloh ta’ala berfirman:

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu termasuk golongan orang-orang yang dzolim.” (Al-Baqoroh: 145)

4. Tasyabbuh terhadap orang kafir termasuk penyebab kebinasaan

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir –rodhiyallohu ‘anhu- bahwa suatu hari Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- keluar dan melakukan sholat mayit di pekuburan ahli Uhud mendo’akan mereka. Kemudian beliau menuju mimbar dan bersabda:

إني فرط لكم، وأنا شهيد عليكم، وإني والله لأنظر إلى حوضي الآن، وإني أعطيت مفاتيح خزائن الأرض -أو مفاتيح الأرض- وإني والله ما أخاف عليكم أن تشركوا بعدي، ولكن أخاف عليكم أن تتنافسوا فيها وفي رواية: ولكني أخشى عليكم الدنيا أن تنافسوا فيها وتقتتلوا ، فتهلكوا كما هلك من كان قبلكم

“Aku menunggu kalian dan sebagai saksi atas kalian. Sesungguhnya aku –demi Alloh- melihat kepada telagaku sekarang ini. Sesungguhnya aku diberi kunci-kunci kekayaan dunia. Sesungguhnya –demi Alloh- aku tidak takut bahwa kalian akan berbuat kesyirikan setelahku, tetapi aku takut atas kalian bahwa kalian akan berlomba-lomba mendapatkan dunia itu.” Dalam riwayat lain: “Tetapi aku takut atas kalian akan dunia. Kalian akan berlomba-lomba dan bertarung karenanya, sehingga kalian akan binasa sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah binasa.” (HR. Bukhori, no. 6590 dan Muslim, no. 2296 dan ini lafadz Muslim)

5. Tasyabbuh terhadap orang kafir termasuk penyebab mendapatkan celaan Alloh dan Rosul-Nya.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لتتبعن سنن من كان قبلكم، شبرا شبرا وذراعا بذراع، حتى لو دخلوا جحر ضب تبعتموهم، قلنا: يا رسول الله، اليهود والنصارى؟ قال: فمن؟.

Pasti kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka memasuki lubang biawak kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami berkata: “Wahai Rosululloh, yahudi dan Nashoro?” Beliau bersabda: “Siapa lagi? (HR. Al Bukhoriy 7320 dan Muslim 2669)

Syaikhul Islam –rohimahulloh- berkata: “Maka telah diketahui bahwa penyerupaan terhadap Yahudi dan Nasrani, Persia dan Romawi merupakan perkara yang dicela oleh Alloh ta’ala dan Rosul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam.” (Al-Iqtidho’: 1/170, Maktabah Ar-Rusyd)

6. Tasyabbuh terhadap orang kafir termasuk sebab kekalahan umat Islam karena meninggalkan tasyabbuh adalah kemenangan bagi Islam dalam segala hal.

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يزال الدين ظاهراً ما عجّل الناس الفطر؛ لأن اليهود والنصارى يؤخرون

“Agama ini senantiasa menang selama manusia menyegerakan buka puasa, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya.” (HR. Abu Dawud, no. 2353; hadits hasan)

Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: “Ini adalah dalil bahwa kemenangan agama itu terwujud dengan penyegeraan berbuka puasa guna menyelisihi Yahudi dan Nasrani. Jika penyelisihan terhadap mereka merupakan sebab kemenangan agama ini dan maksud dari pengutusan para Rosul itu adalah untuk memenangkan agama Alloh atas agama lainnya, maka bentuk penyelisihan itu sendiri merupakan salah satu tujuan terbesar diutusnya para Rosul tersebut.” (Al-Iqtidho’: 1/209,)

Alloh ta’ala berfirman:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّة

“Darimana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Harom dan dimana saja kamu sekalian berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka.” (Al-Baqoroh: 150)

Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: “Lebih dari seorang salaf berkata: “Maknanya adalah supaya orang-orang Yahudi itu tidak mampu berargumen atas kalian dengan adanya kesesuaian dalam arah kiblat, sehingga mereka akan mengatakan: “Mereka umat Islam telah menyesuaikan diri dengan kiblat kita. Maka sebentar lagi mereka akan menyesuaikan diri dengan agama kita.” Maka Alloh mematahkan hujjah mereka dengan penyelisihan kaum muslimin dalam perkara kiblat. (lihat Al-Iqtidho’: 1/99)

7. Tasyabbuh terhadap orang kafir termasuk akan mendatangkan murka Allah azza wa jalla.

Dari Ibnu ‘Abbas –rodhiyallohu ‘anhuma- bahwasanya Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

أبغض الناس إلى الله ثلاثة: ملحد في الحرم، ومبتغ في الإسلام سنة جاهلية، ومطلب دم امرئ بغير حق ليريق دمه.

“Tiga jenis manusia yang paling dibenci oleh Alloh: mulhid (pembuat penyelewengan syariat) di tanah harom, orang yang mencari sunnah jahiliyyah dalam berIslam , orang yang menuntut darah seseorang untuk ditumpahkan tanpa haq.” (HR. Bukhori, no. 6882, bab Man Tholaba Dam Imriin, cet. Darul Kitab Al-Arobi)

Syaikhul Islam rohimahulloh berkata: “Setiap yang menginginkan untuk mencontoh dan melakukan sesuatu dari sunnah jahiliyah, maka dia telah masuk dalam hadits ini. Yang dimaksud sunnah jahiliyah adalah setiap adat-istiadat yang mereka lestarikan (Al-Iqtidho’: 1/254)

8. Tasyabbuh terhadap orang kafir termasuk sebab perpecahan umat Islam .

Firman Alloh ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى الله ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi bergolong-golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Alloh. Kemudian Alloh akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (QS. Al-An’am: 159)

(Ust. Ajat sudrajat ( Abu Humairoh) Larangan tasyabbuh (menyerupai) orang orang kafir dalam Islam / darulhadits-assunnah Batam)

Demikianlah, musibah yang menimpa umat Islam dalam hal agamanya, semoga peringatan ini bermanfaat.

Via Fb Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.002 kali, 1 untuk hari ini)