.

  • Di saat seluruh manusia sepakat bahwa tindakan pelacuran adalah sebuah perilaku yang mencerminkan manusia yang tiada beradab, justru Bupati Kendal Jawa Tengah mengatakan bahwa PSK adalah Pahlawan bagi keluarga. Hal ini di simpulkan atas pembicaraan yang dia lakukan dengan beberapa PSK yang pernah ada.

 

 (Kendal) Siapa yang tak kenal dengan Widya Kandi Susanti, Paras cantik dengan gaun jilbabnya yang dibelitkan di leher, menjadi ciri khas stylenya.dia adalah Bupati Kendal Jawa Tengah.  Ia adalah istri dari mantan bupati Hendy Boedoro yang menjabat pada periode 2000-2005. Sebelum menjadi bupati, ia menjabat wakil ketua DPRD Kendal peiode 2009-2014. Bersama wakilnya Mustamsikin yang merupakan tokoh Nahdhatul Ulama, ia berhasil memenangkan Pilkada Kendal dengan perolehan suara sebesar 42 persen.

Di saat seluruh manusia sepakat bahwa tindakan pelacuran adalah sebuah perilaku yang mencerminkan manusia yang tiada beradab, justru Bupati Kendal ini mengatakan bahwa PSK adalah Pahlawan bagi keluarga. Hal ini di simpulkan atas pembicaraan yang dia lakukan dengan beberapa PSK yang pernah ada,

Widya mengatakan, kerap ditemui bahwa para pelacur yang telah dibekali keterampilan menjahit dan pulang ke kampung halaman, tiga bulan kemudian kembali ke lokalisasi. Alasannya, saat menjadi penjahit, mereka kesulitan mencari pelanggan.

Sementara pada saat yang sama, mereka harus tetap menghidupi anak-anaknya. “Pernah saya tanya kepada para PSK. Kenapa kembali ke lokalisasi? PSK itu menjawab karena kesulitan mencari pelanggan. Sementara kalau dia menjadi PSK, sehari bisa mendapat lima pelanggan,” tambahnya dengan tawa kecil.

Bahkan Dia termasuk yang tidak setuju bila sebuah Lokalisasi itu di tiadakan karena akan mempersulit penghasilan dari setiap tindakan pelacuran yang ada.

Dalam kondisi itu, tidak manusiawi jika tempat pelacuran ditutup.

“Selain tidak manusiawi, dengan ditutupnya lokalisasi akan menimbulkan persoalan baru, yaitu menambah kemiskinan dan merebaknya penyakit kelamin. Pasalnya, kemungkinan para PSK itu akan mangkal di jalan-jalan bila lokalisasi ditutup,” kata Bupati Kendal, Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti, Kamis (23/1/2014).

Widya menjelaskan, menutup lokalisasi pelacuran adalah hal mudah. Hanya diperlukan persetujuan DPRD dan berkoordinasi dengan Polres dan Satpol PP. Namun, dampak dari penutupan tersebut sangat sulit diatasi.

“Bisa saja menutup tempat pelacuran, tapi PSK-nya harus diberi pekerjaan dulu,”  tegas Bupati.

sementara itu dia juga mau mengagti slogan Kendal Beribadat menjadi kendal hebat.

Untuk itulah, ujar Widya, dia berencana akan mengganti slogan “Kendal Beribadat” menjadi “Kendal Hebat”. Slogan “Kendal Beribadat” sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Kendal.

“Beribadat mempunyai arti yang positif. Sementara di Kabupaten Kendal masih ada beberapa tempat pelacuran besar dan juga banyak pengguna narkoba. Kalau nanti slogannya diganti dengan ‘Kendal Hebat’, bisa memotivasi orang Kendal untuk bisa menjadi orang hebat. Sebab, orang hebat bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak,” cetusnya.

Benarlah yang di sabdakan Nabi tentang para penjabat akhir zaman.

Maka tepatlah hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya, dari Hudzaifah mengenai hadits diangkatnya amanat,

لَا يَكَادُ أَحَدٌ يُؤَدِّي الْأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ إِنَّ فِي بَنِي فُلَانٍ رَجُلًا أَمِينًا حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ مَا أَجْلَدَهُ مَا أَظْرَفَهُ مَا أَعْقَلَهُ وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ  

Hampir-hampir tak ada seorangpun yang melaksanakan amanat sehingga dikatakan, ‘sesungguhnya di tengah-tengah Bani fulan ada seorang laki-laki yang sangat amanat’ sehingga dikatakan kepada seseorang, ‘alangkah sabarnya, alangkah cermatnya, alangkah pandainya,’ padahal di dalam hatinya tidak ada iman walaupun seberat biji sawi.” Laa haula walaa quwwata Illaa billah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

Keberadaan para pemimpin bejat zalim lagi jahil seperti yang diberitakan di atas sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah (berkuasanya) para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Darimi. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Shahihah: 4/109, no. 1582, dalam Shahih al-Jami’, no. 1773 dan 2316)

Wallahu a’lam bisshowab.

Sumber Berita: www.islamlagi.com

 Kamis, 23 Januari 2014 – 20:19:26 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.797 kali, 1 untuk hari ini)