• Mendatangi dukun (termasuk juga pawang hujan) dan MEMBENARKAN mereka maka ini adalah KAFIR. Wal’iyadzubillah. = KUFUR AKBAR (kekafiran besar, mengeluarkan dari Islam, batal keislamannya).

JAKARTA, – Ketua Komite Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni mengatakan, jasa pawang hujan akan digunakan apabila dibutuhkan saat ajang balapan Jakarta E-Prix 2022, 4 Juni mendatang.

Sahroni juga menyinggung kemungkinan menggunakan jasa pawang hujan Rara Isti Wulandari yang dikenal saat beraksi di MotoGP Mandalika, Maret lalu.

(KOMPAS.com, 20/05/2022, 07:09 WIB)

***

Memprihatinkan! Rentetan Kemusyrikan Perdukunan Hingga Pawang Hujan Seakan Dikampanyekan

Posted on 21 Maret 2022

by Nahimunkar.org

Mendatangi Dukun Untuk Tanya Sesuatu, Hukumnya Tak Diterima Shalatnya 40 Malam/ Hari

  • Mendatangi Dukun Menanyakan Sesuatu Dan Mempercayainya Maka Dihukumi Kufur Terhadap Apa Yang Diturunkan Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam
  • Sebut Rezim Jokowi Kampanye Kemusyrikan, dari Mandikan Mobil Esemka hingga Pawang Hujan, PA 212: Sangat Menjijikkan!

 Silakan simak ini.

***

HUKUM MEMPERCAYAI PAWANG HUJAN 

ilustrasi foto/fotodakwah

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Ustadz…..ana mau tanya kalo minta jangan hujan sama pawang hujan, terus bener ga hujan…. itu termasuk syirik besar ato syirik kecil? Ada yg nanya sama ana tolong ustadz…… Syukron

JAWABAN

Wa’alaikumus Salam warohmatullahi Wabarokatuh

Allâh Ta’âlâ berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَ‌ٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (al-A’raf 57) 
1 Yang menggerakkan angin, cuaca, hujan dan lain sebagainya hanyalah Allâh. Manusia hanya bisa memprediksi dari tanda² alami (kauniyah) yg mana prediksi tsb bisa salah dan benar. Maka prediksi cuaca seperti ini yg bersandar pada tanda² alami adalah tdk mengapa, selama tdk diiringi dg keyakinan kebenarannya. Jadi, hanyalah prediksi belaka… 
2 Pawang hujan yang diklaim bisa memindahkan hujan atau menahan hujan, maka sejatinya mereka ini adalah paranormal (dukun) yang seringkali bekerjasama dg jin, sebagaimana dukun² lainnya. 
3 Kata para ulama, dukun dan tukang sihir itu adalah THAGHUT dan PARA PENDUSTA.

Allah Ta’âlâ berfirman :

{هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنزلُ الشَّيَاطِينُ، تَنزلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ، يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ}

“Maukah Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk (para dukun dan tukang sihir). Syaitan-syaitan tersebut menyampaikan berita yang mereka dengar (dengan mencuri berita dari langit, kepada para dukun dan tukang sihir), dan kebanyakan mereka adalah para pendusta” (QS asy-Syu’araa’: 221-223).

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa para pendusta dalam ayat di atas adalah DUKUN dan yang semisal dg mereka. 
4 Mendatangi pawang hujan sama hukumnya dg mendatangi dukun. Hukumnya diperinci sbb :


Mendatangi dan bertanya kpd mereka (dukun) TANPA MEMBENARKANNYA, maka ini hukumnya dosa yang sangat besar dan tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. (bukan artinya tdk perlu sholat, krn sholat itu kewajiban yg tdk boleh ditanggalkan.) = KUFUR ASHGHAR


Mendatangi mereka (dukun) dan MEMBENARKAN mereka maka ini adalah KAFIR. Wal’iyadzubillah. = KUFUR AKBAR
5 Apabila yang dilakukan dukun itu terjadi dan nyata spt yang diklaim. Maka jangan tertipu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para dukun), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak ada artinya”. 

Salah seorang sahabat berkata, “Sesungguhnya para dukun tersebut TERKADANG MENYAMPAIKAN KEPADA KAMI SUATU (BERITA) YANG (kemudian ternyata) BENAR. 

Maka Rasulullah  shallallahu  ‘alaihi  wa sallam bersabda, “Kalimat (berita) yang benar itu adalah yang dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (yaitu dukun dan tukang sihir), yang kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan seratus kedustaan” (Muttafaq alaihi)

Wallâhu a’lam.
@abinyasalma

______

WAG & Channel Telegram *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

alwasathiyah.com, 19 MAY 2017 UMMUFARAH

***

 

 

Formula E Akan Gunakan Pawang Hujan, Panitia: Kita Cari yang Paling Top

Editor Ihsanuddin

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komite Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni mengatakan, jasa pawang hujan akan digunakan apabila dibutuhkan saat ajang balapan Jakarta E-Prix 2022, 4 Juni mendatang.

Sahroni juga menyinggung kemungkinan menggunakan jasa pawang hujan Rara Isti Wulandari yang dikenal saat beraksi di MotoGP Mandalika, Maret lalu.

Sahroni mengatakan, panitia Formula E akan mencari jasa pawang hujan yang paling cocok untuk wilayah Jakarta Utara, khususnya di Ancol yang menjadi lokasi sirkuit.

“Pawang di NTB sama pawang di Ancol beda. Kita akan cari pawang paling top untuk di Jakarta Utara,” kata Sahroni di lokasi sirkuit Formula E Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Ketika disinggung apakah panitia Formula E akan memakai jasa Rara, Sahroni mengatakan ada kemungkinan tersebut.

Di sisi lain, Sahroni berharap ajang balapan mobil listrik nanti berjalan lancar tanpa diwarnai hujan.

“Kalau agak berat, kita terbangin Rara ke sini, tapi saya rasa enggak berat,” tutur Sahroni.

“Kita berharap tidak ada hujan, tapi kalaupun ada, kita ambil yang agak sedikit mendadak,” tambah pria yang dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok” tersebut.

Sebelumnya, pihak panitia melaporkan sebanyak 1.050 tiket kelas VIP Formula E sudah terjual 100 persen pada dua pekan menjelang perhelatan, 4 Juni mendatang.

Hal itu disampaikan Vice Managing Director Organizing Committee Jakarta E-Prix 2022 Gunung Kartiko dalam konferensi pers di Mal ABC Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (19/5/2022).

“Tiket VIP sudah sold out 100 persen,” kata Gunung.

Sementara itu, tiket kelas VVIP disediakan untuk sebanyak 1.500 kursi dan dibagi menjadi dua kelas, yaitu Jakarta Deluxe Suite (Rp 7,5 juta) dan Jakarta Royal Suite (Rp 10 juta).

Tiket VVIP disebutkan Gunung sudah terjual lebih dari 50 persen.

“Kemudian untuk Grandstand 10.000 kursi itu juga penjualannya menjadi favorit karena di situ sudah mencapai 70 persen. Lalu yang festival sudah 15 persen, target kita 40.000,” sambung Gunung.

Pawang hujan di MotoGP Mandalika

Sebelumnya, perhelatan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia.

Selain aksi para pebalap di sirkuit, ada banyak hal yang menarik perhatian masyarakat. Salah satunya aksi pawang hujan Rara Istiati Wulandari.

Foto dan video Rara saat berusaha “menghentikan” hujan yang mengguyur Sirkuit Mandalika tidak hanya menarik perhatian masyarakat Indonesia, tetapi juga dari seluruh dunia.

 

Setelah video mengenai Rara viral, masyarakat ramai membicarakan hal itu dan terbelah menjadi dua kubu.

Di satu sisi, ada yang mencibir bahkan melontarkan kecaman mengapa Indonesia menggunakan jasa pawang hujan dan tak menggunakan kaidah keilmuan.

Namun, di sisi lain, ada juga pihak yang menganggap pengggunaan pawang hujan sebagai bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. 

Kompas.com – 20/05/2022, 07:09 WIB

(nahimunkar.org)